• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Menelusuri Sejarah Azan

Suriadi Said by Suriadi Said
24 April 2022 | 16:17
Reading Time: 4 mins read
0
Menelusuri Sejarah Azan

Ilustrasi,

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

AZAN dikumandangkan untuk memanggil jemaah Muslim agar bersiap salat lima waktu. Secara harfiah, azan berarti menginformasikan atau mengumumkan dan biasanya disiarkan dari menara masjid di seluruh dunia. Azan juga dilafalkan dengan lembut di telinga kanan bayi yang baru lahir sebagai ucapan selamat datang di dunia.

Keindahan panggilan itu terletak pada melodinya yang mampu memikat telinga baik Muslim maupun non-Muslim. Secara tradisional, muazin atau orang yang melafalkan azan akan dipilih karena suaranya yang kuat dan indah. “Para muazin akan naik ke puncak menara untuk memanggil umat shalat berjamaah,” kata Imam Hafiz Ali Tos dari Masjid Pusat Cambridge, Inggris.

PILIHAN REDAKSI

Kenapa Salat Jumat Ada 2 Azan? Berikut Penjelasannya

Kenapa Salat Jumat Ada 2 Azan? Berikut Penjelasannya

3 Juni 2022 | 06:49

Dia ingat saat mengumandangkan azan untuk pertama kalinya saat usianya baru menginjak lima tahun di ruangan yang penuh dengan keluarga di kota asalnya, Konya, Turki. Imam Ali tumbuh di lingkungan yang penuh dengan menara masjid yang dibangun di bawah Dinasti Seljuk. Oleh karena itu, ia terinspirasi oleh suara azan yang memesona.

“Keluarga saya memuji suara saya dan mendorong saya untuk melafalkan azan. Saya akan mendapatkan hadiah karena mengucapkannya dengan jelas. Saya dan anak laki-laki lain kemudian akan bersaing untuk melihat siapa yang bisa melafalkannya dengan baik,” ujar dia.

Direktur Ihsan Institute, Syekh Ahmed Saad mengatakan selain suara merdu, para muazin membutuhkan kualifikasi tambahan. Misal, menguasai tajwid, aturan pengucapan, dan penjaga waktu yang tepat agar dapat menentukan waktu secara akurat.

Kata-kata yang membentuk azan muncul beberapa tahun setelah kedatangan Islam. Umat ​​Muslim awal di Arab abad ke-7 jumlahnya kecil dan akan memberi tahu satu sama lain bahwa sudah waktunya untuk salat. Namun, seiring bertambahnya jumlah mereka, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya berdiskusi soal cara terbaik untuk mengumpulkan Muslim ketika waktu salat tiba.

Salah satu hadits menyatakan seorang sahabat nabi, Abdullah bin Zayd bermimpi menyuruhnya menggunakan suara manusia untuk melafalkan azan dan dia juga diberitahu lafal-lafal azan. Bilal bin Rabah al-Habashi, seorang budak Abyssinian yang dibebaskan dan masuk Islam dipilih untuk mengumandangkan azan karena suaranya yang indah.

Perubahan pada azan

Dilansir Middle East Eye, Kamis (6/5), adzan dibacakan dalam bahasa Arab dan terdengar di beberapa bagian Nigeria, Malaysia, dan bahkan Eropa. Masjid London Timur di Inggris Raya dan beberapa masjid di Belanda menggelar azan beberapa kali sehari. Pada tahun 1923, setelah runtuhnya Dinasti Utsmaniyah dan di bawah kepresidenan Mustafa Kemal Ataturk, azan diucapkan dalam bahasa Turki. Baru pada tahun 1950, ketika Adnan Menderes berkuasa, azan tradisional Arab diperkenalkan kembali ke Turki.

Perubahan lain juga terjadi baru ini setelah munculnya pandemi Covid-19. Di Kuwait, kata-kata yang diucapkan dalam azan berubah sementara, yaitu pada bagian “Datang untuk berdoa” diganti dengan “Berdoa di rumah Anda” dalam panggilan untuk mencegah orang-orang beribadah di masjid.

Meskipun biasanya merdu, di beberapa kota berpenduduk padat dengan penduduk mayoritas Muslim, azan serentak bisa menjadi sumbang. Pemerintah Mesir mulai melaksanakan Tauhid Al Adhan atau Proyek Penyatuan Azan pada tahun 2010 untuk menghapus banyak azan yang terdengar di Kairo. Di sana ada sekitar 4.000 masjid resmi dan 30 ribu masjid tidak resmi.

Sementara itu, di Masjid Agung Umayyah, Damaskus, Suriah enam muazin bersama melafalkan azan di depan pengeras suara yang diputar di seluruh kota dari tiga menara masjid. Kelompok pembacaan azan ini dikenal sebagai Al-Jawq dan berasal dari 500 tahun yang lalu sebagai cara untuk memberi tahu para peziarah ke Makkah sudah masuk waktunya salat.

Seni azan dikembangkan selama Dinasti Ottoman

Meskipun lafal azan tetap konsisten, pendengar yang cermat dapat menangkap perbedaan halus dalam ritme dan nada. Syekh Saad mengatakan seni azan dikembangkan selama Dinasti Ottoman dan merupakan cara kreatif bagi pendengar untuk mengetahui waktu salat hanya mendengar nada azan.

Berdasarkan variasi sistem melodi maqam Timur Tengah yang menggabungkan tangga nada, frasa, dan harmoni untuk menciptakan “suasana hati” baik dalam musik klasik maupun pembacaan Alquran, azan dapat membangkitkan berbagai emosi. Contohnya azan yang dibacakan dengan maqam Nahawand dan dinamai dari provinsi Nahavand di Iran. Imam Ali mengatakan Nahawand yang melankolis, sering digunakan untuk salat Asar pada Kamis untuk menandai akan dimulainya hari Jumat.

Syekh Saad mengatakan maqam Bayati adalah gaya azan klasik. Dideskripsikan sebagai azan santai dengan nada hangat dan dalam, sering digunakan untuk panggilan Salat Zuhur.

Meskipun belum ada standarisasi tentang maqam mana yang harus digunakan untuk azan, namun hal itu menjadi ritualistik dari waktu ke waktu. Irama maqam Sabah yang lambat dan mantap biasanya terdengar saat panggilan Salat Subuh karena untuk menenangkan jemaah dengan lembut ke masjid.

“Waktu Maghrib juga merupakan waktu umat Islam berbuka puasa selama Ramadan dan puasa tambahan. Mereka tidak akan menginginkan azan panjang saat itu. Selain itu, di bulan Ramadan orang harus bersiap-siap Salat Magrib,” kata Imam Ali.

Di Tunisia, peserta pelatihan muazin pergi ke Rachidi Institute of Tunisian Music untuk menyempurnakan gaya maqam dan penampilan azan mereka. “Diperlukan waktu antara enam bulan hingga lebih dari satu tahun bagi seorang muazin agar sepenuhnya terlatih. Semua itu tergantung pada seberapa cepat mereka dapat memahami seluk-beluk gaya, seberapa baik telinga mereka, dan bakat mereka,” kata Syekh Saad.

Seorang siswa yang belajar membaca Alquran dapat memilih maqam tertentu. Kemungkinan, mereka bisa mengembangkan gaya sendiri. “Jika Anda membaca bagian tentang siang dan malam, surga dan neraka, Anda akan menggunakan maqam Segah, saat naik turun, seperti gelombang. Itu kontras emosi,” kata Syekh Saad.

Irama azan maghrib Syekh Mohammad Rifat Mesir yang stabil masih memiliki kekuatan untuk menggerakkan Syekh Saad. Sebagai seorang anak di tahun 1990-an, dia mendengarkan lantunan azan almarhum syekh di rumah orang tuanya di wilayah Monufia, Mesir utara.

“Sheikh Mohammad Rifat melambangkan bulan suci. Dia adalah Ramadhan dan Ramadhan adalah dia, keduanya terikat selamanya,” kata Syekh Saad.

Lahir pada tahun 1882 dan populer karena suaranya yang merdu, Syekh Rifat adalah orang pertama yang membaca Alquran dalam bahasa Arab di Radio BBC pada tahun 1935. Ia meninggal pada tahun 1950. (red/id)

Tags: AzanLafal AzanMuazinSejarah Azan
Previous Post

Khatam Alquran Dihadiahi Suvenir dan Kupon Doorprize

Next Post

Dibakar Api Cemburu, Suami Nekat Tikam Selingkuhan Istrinya

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Dibakar Api Cemburu, Suami Nekat Tikam Selingkuhan Istrinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved