• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Miris, Dokter di Bontang Tangani 3 Remaja Belasan Tahun Melahirkan Kurun 2 Minggu

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Juni 2026 | 08:22
Reading Time: 2 mins read
0
Miris, Dokter di Bontang Tangani 3 Remaja Belasan Tahun Melahirkan Kurun 2 Minggu

dr fakhruzzabadi SpOG. Foto: Pribadi

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PINTU Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) itu terbuka tergesa-gesa. Seorang anak perempuan berusia 15 tahun di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) meringis, memegangi perutnya yang nyeri hebat. Orang tuanya panik, mengira sang buah hati hanya mengalami gangguan pencernaan biasa.

Namun, diagnosis dokter justru bagai petir di siang bolong: remaja itu sedang dalam proses persalinan. Fenomena ini bukan sekali terjadi. Bagi dr. Pakhruzzabadi, Sp.OG, pemandangan memilukan ini telah menjadi rutinitas yang mengkhawatirkan di meja praktiknya dalam dua pekan terakhir.

PILIHAN REDAKSI

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01
Rekor 100 Persen! Cara Keren Bontang Buru Stunting Sampai ke Rumah Warga Bontang Bidik Stunting Satu Digit, Soroti Sanitasi Pesisir (1)

Rekor 100 Persen! Cara Keren Bontang Buru Stunting Sampai ke Rumah Warga

17 Juni 2026 | 20:19

Dokter spesialis kandungan yang berpraktik di RS Amalia Bontang ini membagikan keresahannya. Dalam waktu hanya dua minggu, ia telah menangani tiga persalinan anak usia belasan tahun dengan pola cerita yang hampir identik.

“Masuk ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat. Ternyata saat diperiksa, ketahuan hamil dan orang tua tidak tahu,” cerita dr. Pakhruzzabadi dengan nada getir.

Bahkan, saat ditanya berulang kali, para remaja ini bersikeras tidak pernah melakukan hubungan seksual. Sebuah penyangkalan yang membuat sang dokter terpaksa melempar sindiran pedas.

“Saya sampai bilang, ternyata di Bontang ini banyak yang tanpa disentuh lelaki bisa hamil. Tapi itu bukan hal yang penting. Yang penting adalah dampak buruknya,” tegasnya.

Selain masa depan remaja yang terancam, dr. Pakhruzzabadi menyoroti nasib bayi-bayi yang dilahirkan. Dari tiga kasus terakhir, semua bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Satu bayi bahkan tidak selamat karena kondisinya yang ekstrim kecil, sementara dua lainnya berjuang hidup dengan berat hanya sekitar dua kilogram. Inilah yang ia sebut sebagai “pintu masuk” utama stunting yang sebenarnya.

Ia mengingatkan, di tengah gencarnya pemerintah mengampanyekan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada masalah di hulu yang luput dari perhatian: kualitas kelahiran.

“Bayi-bayi ini lahir kurang gizi. Ibunya tidak minum vitamin saat hamil karena memang disembunyikan. Setelah lahir, mereka kemungkinan besar tidak akan diberi ASI karena ketidaktahuan sang ibu,” jelasnya.

Menurut dr. Pakhruzzabadi, memberikan makan bergizi sebanyak lima kali sehari pun tidak akan menyelesaikan masalah jika bayi sudah lahir dalam kondisi stunting akibat kehamilan remaja yang tidak terencana.

Ia berharap kondisi miris ini menjadi perhatian serius, baik bagi orang tua untuk lebih waspada menjaga pergaulan anak, maupun bagi pemerintah untuk melihat celah dalam penanganan stunting.

“Semoga ini jadi perhatian kita semua. Kita butuh solusi untuk keadaan yang sangat miris ini,” tegasnya.

Ketua RT di Bontang Ungkap Sisi Gelap Stunting

Ketua RT 22 Kelurahan Tanjung Laut, Thamrin Juhansyah blak-blakan membongkar kerikil tajam dalam penanganan stunting di Bontang. Posyandu dan Puskesmas boleh saja menjadi ujung tombak, namun mereka sering membentur tembok tebal: ketertutupan warga.

Banyak orang tua yang memilih menyembunyikan kondisi anaknya karena faktor gengsi dan malu. Bahkan, ada fakta pilu di mana kasus stunting berakar dari kehamilan di luar nikah.

“Ada kasus orang tua tidak melapor karena kehamilan di luar nikah. Akibatnya, kondisi anak sama sekali tidak terpantau sejak awal,” ungkap Thamrin dengan nada getir.

Persoalan makin pelik karena mobilitas penduduk di kawasan pesisir ini sangat tinggi. Warga pendatang yang mengontrak rumah sering kali datang dan pergi tanpa melapor, membuat pendataan gizi anak menjadi bias. [RE/DIAS]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pernikahan DiniStunting
Previous Post

Momen Wali Kota Balikpapan Bagikan 1.500 Bendera di Jalan Sudirman

Next Post

Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved