HANYA bermodalkan persiapan 12 hari, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), mampu menembus 10 besar kategori Survival Team dalam National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026 di Benteng Kuto Besak, Palembang, 26–29 April 2026.
Capaian itu terasa kontras di tengah persaingan 43 kabupaten/kota se-Indonesia yang sebagian telah berlatih hingga tiga bulan. Bontang datang dengan waktu terbatas, tetapi mampu bersaing hingga fase krusial.
Dalam lomba survival—kategori yang menguji kecepatan, ketahanan fisik, dan ketepatan prosedur—tim Bontang sempat unggul di gim ketiga babak penyisihan. Catatan waktu mereka melampaui sejumlah pesaing, membuka peluang lolos lebih jauh.
Namun situasi berubah cepat. Pada gim berikutnya, tim lain mencatatkan waktu lebih baik. Selisih tipis itu cukup menggeser posisi Bontang, yang akhirnya bertahan di peringkat 10 besar.
Tim Damkar Bontang diperkuat enam personel, yakni Johanes B Jema, Aidul Fitri Yanto, Muh Fais Alfarisi, Harman, Vajrin Zowe, dan Martin Fernando. Mereka didampingi dua ofisial, dengan Norman sebagai pimpinan tim bersama Teguh Hariyanto.

Selain survival, kontingen Bontang juga turun di dua kategori lain, Jose Laying dan Ladder Pitching. Ketiganya merupakan simulasi teknis yang merepresentasikan kondisi lapangan, mulai dari penggelaran selang hingga evakuasi di ketinggian.
Norman mengakui keterbatasan waktu menjadi tantangan utama. “Persiapan kami hanya 12 hari. Sementara daerah lain bisa sampai tiga bulan,” ujarnya.
Meski begitu, ia menilai hasil yang diraih menunjukkan kapasitas tim untuk bersaing di level nasional.
“Tetap bangga sama perjuangan teman-teman. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” harap Norman. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















