• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Mungkinkah Kebiasaan Pejabat Bikin Rumah Dinas Mahal Disetop?

Suriadi Said by Suriadi Said
7 September 2021 | 11:13
Reading Time: 4 mins read
1
Mungkinkah Kebiasaan Pejabat Bikin Rumah Dinas Mahal Disetop?

Rumah dinas Bupati PPU masih dalam pembangunan.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Coba tebak, apa yang dilakukan pejabat di tengah krisis multisektor akibat pandemi yang belum terkendali? Tepat sekali, membangun rumah dinas bupati seharga puluhan miliar.

Dia adalah Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud pelakunya. Kepada media, dia menceritakan pembangunan rumah dinas bupati diperlukan agar pemda tidak lagi ngontrak. Ia bukannya bernasib ekonomi seperti banyak anak muda Indonesia yang tak mampu beli rumah. Pejabat daerah memang mendapat tunjangan perumahan yang apabila pemda setempat tidak memiliki rumah negara, uangnya dipakai “mengontrak” rumah pribadi si pejabat.

PILIHAN REDAKSI

Dua Bocah Tewas Terjebak saat Rumah Panggung di Penajam Terbakar

Dua Bocah Tewas Terjebak saat Rumah Panggung di Penajam Terbakar

9 Juli 2026 | 14:39
Sedot APBD Rp12,6 Miliar, Rumah Dinas Wawali Balikpapan Mulai Dibangun

Sedot APBD Rp12,6 Miliar, Rumah Dinas Wawali Balikpapan Mulai Dibangun

8 Juli 2026 | 16:56

“Pejabat-pejabat tersebut itu mengontrak rumah. Jadi, rumahnya sendiri dikontrak sama pemerintah. Saya tidak mau melakukan itu makanya saya ingin rumah yang dibangun ini bukan rumah pribadi saya, tapi ini adalah rumah Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Abdul yang tampaknya kurang paham konsep skala prioritas, dikutip CNN Indonesia.

Dilansir Tempo, rumah dinas bupati tersebut hampir selesai. Sejauh ini biaya yang dihabiskan mencapai Rp34 miliar. Kepala Dinas PUPR setempat menyebut masih butuh biaya sekian miliar lagi untuk mengerjakan pagar, ornamen, taman, dermaga, dan interior.

Diperkirakan, sisa biaya penyelesaian akan menggunakan APBD PPU 2022. Menurut penjelasan Abdul, angka pembuatan satu rumah bisa sampai puluhan miliar karena lokasi konstruksi di dekat pantai memerlukan biaya “penimbunan dan lain-lain”. Selain untuk bupati, selanjutnya juga akan dibangun rumah dinas untuk wakil bupati, ketua DPD, dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Penggunaan anggaran tentu saja langsung memantik emosi warganet. Ketebak enggak? Ketebak dong. Bikin satu rumah di atas Rp34 M sementara masih ada 14 juta orang Indonesia tak punya rumah layak huni.

Disappointed but not surprised, kasus pejabat menghabiskan anggaran superbesar cuma buat rumah dinas udah sering kejadian kok. Ketua DPRD Sumatera Barat dan politikus Partai Gerindra Supardi juga sempat jadi sorotan saat diketahui pakai Rp5,6 miliar buat merenovasi gedung belakang rumah dinasnya di Kota Padang.

Sekretaris DPRD Sumbar Raflis langsung klarifikasi, menjelaskan renovasi hanya dilakukan di gedung bagian belakang. “Ada [sedang dibangun gedung] tiga lantai, yaitu untuk ruangan fitness lantai satu, kemudian ruangan tamu, dan shelter,” kata Raflis dikutip Kompas.

Saat pemberitaan terkait renovasi ini ramai, Supardi segera meminta maaf kepada masyarakat Sumbar dan menjelaskan bahwa gedung di bagian belakang rumah dinasnya diperuntukan sebagai fasilitas publik, termasuk sebagai ruang isolasi masyarakat yang positif Covid-19. Ia berjanji apabila memang perlu, ia siap menghentikan renovasi. Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade sendiri mengaku sudah menegur keras kadernya tersebut dan menginstruksikan agar proyek dihentikan.

Kebijakan renovasi dan membangun rumah dinas dengan anggaran besar selalu dicibir karena pemborosan. Namun, banyak pejabat terkesan ngotot jalan terus dengan berlindung di balik PP 40/1994 tentang Rumah Negara sebagai landasan hukum. Apalagi PP ini kebetulan tak mengatur besar maksimal anggaran.

Beberapa polemik rumah dinas yang sempat ramai: Pada 2019, renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan senilai Rp2,4 miliar menuai kritik. Pada 2021, anggaran renovasi rumah dinas (dan pengadaan mobil dinas) Ketua DPR Kota Banda Aceh Farid Nyak Umur senilai Rp2,7 miliar dikecam. Lalu, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak lepas dari cibiran kala mendapatkan “jatah” rumah baru dari negara di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat kami mintai pendapat, Peneliti dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Gulfino Guevarrato menyayangkan anggaran sebegitu besarnya harus keluar untuk pembangunan rumah dinas dibandingkan dipakai untuk penanganan Covid-19 yang belum tuntas.

“Pembangunan rumah dinas nilainya enggak karuan sampai Rp34 miliar, pengadaan yang kurang mendesak di tengah pandemi. Tidak hanya di PPU saja, di Sumbar [renovasi rumah dinas Ketua DPRD] dan di Tangsel [seragam dinas Rp670 juta] juga. Tindakan tersebut jelas bagian dari pemborosan,” ujar Gulfino.

Ia menambahkan, “Yang mendesak saat ini adalah memperkuat diri supaya terbebas dari pandemi. Tindakan [pembangunan rumah dinas] tersebut mencerminkan rendahnya kepekaan sosial pemangku kebijakan. Rakyat lagi susah, sempat-sempatnya keluarkan uang buat bangun rumah dinas. Sebagai stakeholder harusnya bisa menahan diri, belajar berempati.”

Penyakit ini juga diderita pemerintah pusat, tecermin dari kebijakan pengecatan pesawat kepresidenan senilai Rp2 miliar tempo hari. “Ini bukan soal uangnya, tapi soal mindset pemangku kebijakan. Jabatan yang diemban [malah] bukan jadi arena memperjuangkan rakyat,” tambah Gulfino.

Melihat polemik rumah dinas sudah ada jauh sebelum pandemi, apakah kebijakan ini bisa dibilang pemborosan? Menurut Gulfino, ada dua sudut pandang buat menilai kasus pemborosan anggaran seperti ini. Pertama, pemborosan dalam arti buang-buang uang untuk hal tidak penting maupun mendesak. Kedua, pemborosan anggaran belanja untuk sesuatu yang bisa disubtitusi.

“Dalam konteks renovasi rumah dinas, hal tersebut wajar, tidak masalah. Jika melihat dua sudut pandang tadi, [renovasi ini] mendesak enggak? Kalau renovasi rumah dinas yang sudah rusak ya perlu [direnovasi] dengan melihat skala prioritas. Tapi, enggak bisa diterima kalau ternyata, contoh, renovasinya pakai marmer yang diimpor dari Italia, atau misal malah buat akuarium raksasa diisi ikan hiu. Nah, yang bikin bengkak kan karena hal-hal berlebihan yang tidak relevan bagi kerja mereka. Renov ya renov aja, [tapi] prinsipnya proporsional,” tutup Gulfino. [vice]

Tags: Penajam Paser UtaraRumah Dinas
Previous Post

Sejak Beroperasi Penuh, 10 Ribu Kendaraan Melintas Tol Balsam

Next Post

Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

Comments 1

  1. Ping-balik: Kemenkeu Terbitkan Beleid, Pemda Bisa Dapat Hibah Khusus Tangani Corona - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved