• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ngerik! Tengkorak Pelajar di Samarinda Retak Ditimpa Tiang Bender

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Februari 2022 | 01:01
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Insiden tragis menimpa pelajar SMK bernama Vierly Zikriya (19) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Vierly tertimpa tiang bendera sekolah hingga tengkorak kepalanya pecah dan tak sadarkan diri.

Peristiwa tragis itu dialami korban pada Kamis (3/2). Korban awalnya membantu perbaikan tiang bendera bersama guru dan beberapa rekan-rekannya di halaman sekolah. Insiden nahas yang dialami korban turut terekam kamera salah satu siswi.

PILIHAN REDAKSI

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07
Pipa Tua jadi Biang Gangguan Air Bersih di Balikpapan Air PDAM Samarinda Mati hingga 24 Jam, Ini Daftar Wilayah Terdampak Balikpapan Targetkan Atasi Krisis Air Bersih dan Banjir Kurun 4 Tahun Atasi Krisis Air di Balikpapan, Pemkot Pertimbangkan Desalinasi dan Pemanfaatan Sungai Mahakam Penajam Paser Utara Ditetapkan Status Tanggap Darurat Krisis Air Selama Kemarau, Distribusi Air Bersih di Samarinda Dipastikan Aman

Air PDAM Samarinda Mati hingga 24 Jam, Ini Daftar Wilayah Terdampak

9 Juli 2026 | 08:39

Terlihat korban bersama rekan-rekannya yang sedang memegang dan menjaga tiang tetap berdiri tegak. Namun nahas, kepala Vierly malah tertimpa patahan tiang bendera bagian atas.

“Kondisi tak sadarkan diri, saat kejadian kepalanya penuh luka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ucap Meliati, keluarga korban saat dimintai konfirmasi, Sabtu (26/2/2022).

Meski jadi korban, Vierly dikabarkan tak mendapat perawatan maksimal. Alasannya karena korban sempat dipulangkan pihak rumah sakit (RS) hingga pihak sekolah yang dianggap tak sepenuh hati membantu biaya perawatan korban.

Sorotan bermula saat Vierly yang belum sadarkan diri tiba-tiba dipulangkan pihak RS. Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Kaltim lantas kesal dengan keputusan RS tersebut.

“Saya kaget waktu dikasih tahu jika rumah sakit bolehkan korban pulang ke rumah, padahal kondisinya belum sadar,” kata Koordinator Advocasi TRCPPA Kaltim Sudirman, Sabtu (26/2/2022).

“Kami perlu tahu, pihak rumah sakit (harus) mengeluarkan statemen itu dasarnya bagaimana,” cetusnya.

Sementara itu, pihak sekolah juga tak luput dari sorotan karena dinilai terkesan tak ambil pusing dengan kondisi korban. Pihak sekolah dianggap ogah-ogahan membantu perawatan korban.

“Begitu juga dengan pihak sekolah. Masa nggak ngotot waktu anak ini dibilang membaik, faktanya tidak,” sesal Sudirman.

Sudirman mengaku sempat melaporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Kaltim pada 3 pekan lalu. Dia berharap pihak sekolah segera ditindak karena dinilai kurang bertanggung jawab kepada korban.

“Memang dari pihak sekolah ada membantu, seperti uang makan keluarga korban yang jaga di rumah sakit, uang pembeli pampers untuk korban. Tapi yang buat kesal, itu ada kalau diminta dulu. Kalau nggak diminta ya nggak ada tuh,” kata Sudirman.

Sementara itu, keluarga korban Meliati mengaku pihak sekolah sejak awal tak ada itikad baik. Pasalnya pihak sekolah tak menyampaikan kecelakaan itu ke pihak keluarga.

Kekesalan keluarga korban berlanjut karena pihak sekolah juga diduga menelantarkan korban.

“Proses perawatan keponakan ini malah terkesan dibiarkan. Kalau kami tidak minta, mereka mana pernah hubungi kami,” kata Meliati.

Pihak Sekolah Buka Suara

Setelah disorot selama 3 hari, pihak sekolah akhirnya menyepakati kehendak keluarga untuk membawa Vierly kembali ke rumah sakit untuk dirawat. Pihak sekolah melalui Humasnya bernama Husein menyampaikan dari awal kejadian pihaknya terus mengupayakan proses penyembuhan korban.

“Kita tetap tanggung jawab, semua biaya tetap diupayakan oleh sekolah,” kata Husein.

Pihak sekolah juga menegaskan bakal terus menggelontorkan biaya pengobatan korban. Sampai dengan hari ini. Soal perintah Kadis Pendidikan, pihaknya juga sudah mendapat mandat langsung dari kepala sekolah untuk betul-betul (memperhatikan korban). [dk]

Tags: HeadlineKalimantan TimurPelajar SamarindaSamarinda
Previous Post

Gara-Gara Gawai, Dua Santri di Samarinda Tega Bunuh Ustaznya

Next Post

Paser Diguncang Gempa Bumi M 4,5

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Paser Diguncang Gempa Bumi M 4,5

Paser Diguncang Gempa Bumi M 4,5

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved