• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia Resmi Dibangun di Bontang, Hemat Devisa Rp 1 Triliun per Tahun

Suriadi Said by Suriadi Said
31 Oktober 2025 | 17:50
Reading Time: 2 mins read
0
Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia Resmi Dibangun di Bontang, Hemat Devisa Rp 1 Triliun per Tahun

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat (31/10/2025), menandai dimulainya proyek besar yang telah ditunggu lebih dari tiga dekade.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Sejarah baru industri kimia nasional resmi dimulai dari Kota Bontang. Untuk pertama kalinya, Indonesia membangun pabrik soda ash—bahan kimia penting yang selama ini 100 persen diimpor dari luar negeri.

Pembangunan pabrik ini dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Lokasinya berada di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur.

PILIHAN REDAKSI

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

14 Juli 2026 | 19:16

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat (31/10/2025), menandai dimulainya proyek besar yang telah ditunggu lebih dari tiga dekade.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut proyek ini sebagai langkah monumental menuju kemandirian industri kimia Indonesia.

“Sudah lebih dari 30 tahun Indonesia berupaya memiliki pabrik soda ash dan belum berhasil. Hari ini, kita memulainya untuk pertama kali,” ujarnya dengan penuh semangat di lokasi proyek.

Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, setara 30 persen kebutuhan nasional.

Selain itu, fasilitas tersebut juga akan menghasilkan produk sampingan amonium klorida sebanyak 300 ribu ton per tahun, yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pupuk dan menggantikan impor bahan kimia serupa.

Senior Director Business Performance and Asset Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menilai proyek ini bukan sekadar bisnis, tetapi investasi strategis untuk masa depan industri kimia nasional.

“Ini langkah nyata hilirisasi. Pabrik ini membuka peluang ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan membawa Indonesia menuju kemandirian industri,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Independen Pupuk Indonesia, Rachland Nashidik, menegaskan pabrik ini dibangun dengan konsep ekonomi sirkular.

“Emisi dari proses produksi tidak dibuang, tapi diserap kembali untuk menghasilkan soda ash. Jadi selain efisien, juga lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Soda ash atau natrium karbonat (Na₂CO₃) merupakan bahan kimia penting yang digunakan di berbagai industri—mulai dari kaca, deterjen, kertas, pengolahan air, hingga panel surya.
Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor hingga 1 juta ton per tahun.

Dengan berdirinya pabrik seluas 16 hektare ini, Pupuk Indonesia menargetkan penghematan devisa hingga Rp 1 triliun per tahun.
Selain itu, proyek ini juga mendukung pengurangan emisi karbon dengan memanfaatkan amonia dan CO₂ dari fasilitas eksisting Pupuk Kaltim.

Pabrik soda ash ini digarap oleh PT TCC Indonesia Branch – Enviromate Technology International (ETI) bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind), dan ditargetkan rampung pada Maret 2028.

“Ini bukan sekadar pabrik, tapi simbol kemandirian bangsa. Dari Bontang, kita mulai berdiri di atas kaki sendiri,” tutup Rahmad. (ADS)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: Pabrik Soda AshPupuk Kaltim
Previous Post

Pelayanan Cepat dan Gratis, SPKT Polres Pangkep Permudah Masyarakat Akses Bantuan Polisi

Next Post

Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp5 Triliun Bangun Pabrik Soda Ash di Bontang, Kurangi Impor dan Ciptakan Lapangan Kerja

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp5 Triliun Bangun Pabrik Soda Ash di Bontang, Kurangi Impor dan Ciptakan Lapangan Kerja

Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp5 Triliun Bangun Pabrik Soda Ash di Bontang, Kurangi Impor dan Ciptakan Lapangan Kerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved