• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pasokan LNG Kilang Bontang Terganggu Penurunan Produksi di Mahakam dan Merakes

Suriadi Said by Suriadi Said
3 Februari 2022 | 01:39
Reading Time: 3 mins read
1
Kuartal I: Produksi Kilang LNG Bontang 16,2 Kargo

Foto: Infografis/Ekspor Gas Indonesia/Edward Ricardo

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Masalah penurunan produksi yang terjadi di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dan Merakes membuat pasokan gas untuk Kilang Bontang mengalami ketidakpastian.

Hal tersebut bahkan menimbulkan potensi pembatalan pengiriman kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke sejumlah pelanggan tahun ini.

PILIHAN REDAKSI

Keren! Petani Bontang Binaan Badak LNG Kini Bisa Racik Pupuk Mahal dari Bahan Sisa

Keren! Petani Bontang Binaan Badak LNG Kini Bisa Racik Pupuk Mahal dari Bahan Sisa

1 Juli 2026 | 15:57
Badak LNG Borong 3 TOP CSR Awards 2026, Nelayan hingga Pelajar Ikut Terdampak

Badak LNG Borong 3 TOP CSR Awards 2026, Nelayan hingga Pelajar Ikut Terdampak

26 Mei 2026 | 10:08

Berdasarkan riset yang dirilis oleh Wood Mackenzie menyebutkan bahwa Kilang Bontang tengah mengalami ketidakpastian pasokan gas, karena adanya masalah penurunan produksi di sejumlah wilayah kerja, yakni Eni Merakes, Pertamina Offshore Mahakam, Pertamina Kalimantan Timur untuk lapangan Attaka, dan juga WK Sanga-sanga.

“Pelanggan sudah diminta untuk adanya penangguhan atau pembatalan kargo tahun ini,” kata Vice Chairman Energy-Asia Pacific Wood Mackenzie Gavin Thompson dalam risetnya yang dikutip Kamis (3/2/2020).

Untuk mengatasi masalah penurunan produksi tersebut, kata dia, pemerintah telah memberikan insentif fiskal pada tahun lalu kepada sejumlah lapangan, seperti Offshore Mahakam.

Dengan adanya kenaikan harga komoditas LNG dan pemberian insentif itu, maka seharusnya Pertamina dapat meningkatkan jumlah pengeboran untuk menahan penurunan produksi yang cukup besar di Mahakam.

Sementara itu, masalah produksi di Merakes juga memberikan pengaruh terhadap rencana Eni untuk meningkatkan pasokannya ke Bontang pada 2023.

Gavin menilai bahwa jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka Eni harus memilih antara infill drilling di Jangkrik untuk menahan penurunan produksi atau meningkatkan kinerjanya ke depannya.

Di sisi lain, untuk mengatasi ketidakpastian pasokan di Kilang Bontang, salah satu harapannya adalah dengan segera dituntaskannya nasib proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) oleh Chevron. Pelepasan saham Chevron yang sejak 2019 telah ditawarkan harus bisa segera diselesaikan.

“Kesepakatan yang realistis diperlukan tahun ini untuk gas IDD agar menggantikan penurunan produksi di Bontang sebelum akhir dekade ini. Masih banyak yang harus dilakukan, termasuk kesepakatan harga, persetujuan pemerintah untuk perpanjangan PSC, dan otorisasi,” jelasnya.

Berdasarkan proyeksi Wood Mackenzie, negara Asia akan mendominasi permintaan LNG secara global sampai dengan 2050 mendatang. Tren permintaan LNG di region Asia diproyeksikan terus meningkat mulai dari tahun lalu.

Pada 2020, mayoritas permintaan LNG berada di kawasan Asia dengan permintaan sekitar 250 mmtpa dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 350 mmtpa. Pada 2050, Wood Mackenzie memproyeksikan permintaan LNG secara global akan mencapai sekitar 800 mmtpa, dan 600 mmtpa di antaranya merupakan permintaan untuk kawasan Asia.

Gavin menuturkan, pertumbuhan permintaan itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi, kebijakan penggunaan gas pada masa transisi, dan dekarbonisasi. Namun, proyeksi pertumbuhan permintaan tersebut tidak diikuti dengan kemampuan untuk pengembangan sumber daya gas yang ada.

“Dengan harga LNG pada tingkat rekor tertingginya, dan pembeli Asia yang haus akan kontrak baru, maka untuk memenuhi permintaan yang melonjak, mengapa proyek LNG di kawasan ini tidak menjadi yang pertama untuk investasi?” ucap Galvin.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sepanjang tahun lalu penyaluran gas bumi tercatat sebanyak 5.684 BBtud. Pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik mendapatkan porsi 66 persen atau sekitar 3.752,7 BBtud, sedangkan untuk ekspor sebanyak 1.931,3 BBtud.

Industri tercatat sebagai penyerap gas bumi paling besar di dalam negeri, dengan porsi 27,69 persen, diikuti oleh sektor pupuk 12,33 persen, kelistrikan 11,9 persen, domestik LNG 8,86 persen, domestik LPG 1,54 persen, city gas 0,14 persen, dan BBG 0,07 persen.

Sementara itu, porsi ekspor masih tercatat menjadi penyerap terbesar kedua untuk gas Indonesia, khususnya ekspor LNG, dengan porsi 21,56 persen, serta ekspor gas bumi sebesar 12,98 persen.

Pemerintah menyebut, gas bumi masih menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri sampai dengan 2050. Namun, minimnya infrastruktur gas bumi menjadi salah satu kendala yang membuat serapan domestik menjadi sulit.

Pemerintah akan mengembangkan infrastruktur gas bumi dengan target penyambungan jaringan pipa transmisi gas di Jawa dan Sumatera, serta penyediaan gas di wilayah-wilayah sesuai rencana RUPTL.

Upaya yang dilakukan berupa pembangunan pipa gas Cirebon–Semarang sepanjang 260 km, pipa gas Dumai–Sei Mangkei 360 km, dan membangun mini regas, serta FSRU/FSU dan FRU.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan gas di Indonesia Timur yang akan digunakan untuk mengonversi penggunaan diesel pada pembangkit listrik, maka akan dilakukan dengan mini regas LNG. [red]

Tags: Badak LNGKilang Bontang
Previous Post

Kilang Bontang Dipastikan Masih Bisa Penuhi Kontrak LNG

Next Post

Utak-Atik Skema Pembiayaan IKN Nusantara

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Apa Kabar Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim?

Utak-Atik Skema Pembiayaan IKN Nusantara

Comments 1

  1. Ping-balik: Iseng Bercanda, Remaja Samarinda Hilang di Sungai Mahakam – pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved