• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pengakuan Ayah Tersangka Remaja 19 Tahun Bawa Sabu 99 Gram di Bontang; Cuma Disuruh Ambil Paket

Suriadi Said by Suriadi Said
20 Mei 2026 | 21:55
Reading Time: 2 mins read
0
Pengakuan Ayah Tersangka Remaja 19 Tahun Bawa Sabu 99 Gram di Bontang; Cuma Disuruh Ambil Paket

Ayah tersangka saat ditemui redaksi bersama BNN Kota Bontang di kediamannya, Rabu (20/5/2026). Foto: Fahrul/Pranala.co

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

DUA malam terakhir sebelum ditangkap polisi, MFI alias Faiz (19) masih ikut ronda kampung di kawasan Tanjung Laut Indah, Bontang. Remaja itu menggantikan ayahnya berjaga malam bersama warga. Namun Senin (18/5/2026) malam, hidupnya berubah drastis. Ia ditangkap polisi bersama dua pria lain dalam kasus sabu seberat 99 gram.

Kini, Faiz mendekam di tahanan Polres Bontang. Di tangannya, polisi menemukan paket sabu yang dibungkus lakban hitam. Di mata hukum, posisi itu sulit dibantah. Namun bagi keluarganya, Faiz bukan bandar, melainkan remaja yang terjebak karena terlalu mudah percaya pada teman.

PILIHAN REDAKSI

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

16 Juli 2026 | 14:23

“Anak saya itu cuma disuruh ambil barang,” kata Abdul Hamid, ayah Faiz, saat ditemui Pranala.co di rumahnya, Rabu (20/5/2026).

Kasus ini bermula ketika polisi menangkap tiga orang di Gang Pesut 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Mereka masing-masing berinisial AS (23), MFI (19), dan GD (36). Dari operasi tersebut, aparat mengamankan sabu dengan berat hampir 100 gram—jumlah yang masuk kategori besar dalam perkara narkotika.

Di rumah sederhana keluarga itu, Hamid masih mencoba mencerna bagaimana anaknya bisa terseret kasus sebesar itu. Ia bercerita, sebelum ditangkap, Faiz menjalani hari seperti biasa. Tidak ada tanda mencurigakan. Pagi hari ia pulang setelah ronda malam. Beberapa jam kemudian, seorang teman datang mengajaknya keluar.

Menurut cerita yang diterima keluarga, Faiz awalnya hanya diminta membantu mengambil paket. Dalam perjalanan, motor yang dikendarainya sempat bermasalah karena aki lemah. Tak lama kemudian, kabar penangkapan datang.

“Saya datang, dia sudah ditahan. Katanya bawa barang,” ujar Hamid.

Faiz sempat mengaku mengira paket tersebut berisi susu. Namun belakangan ia mengetahui barang itu merupakan sabu milik orang lain. Pengakuan itu kini tidak banyak mengubah keadaan. Dalam kasus narkotika, siapa pun yang kedapatan membawa atau menguasai barang bukti tetap berpotensi dijerat pidana.

Hamid memahami posisi anaknya tidak mudah. Ia tidak membantah barang itu ditemukan di tangan Faiz. Karena itu, keluarga memilih mengikuti proses hukum yang berjalan.

“Polisi bilang barang itu ada di tangan anak saya. Mau bilang bukan punya dia juga susah,” katanya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Faiz dikenal sebagai remaja yang belum memiliki pekerjaan tetap. Ia sempat bekerja di bengkel dan kedai kopi, tetapi tidak bertahan lama. Sehari-hari, ia lebih sering membantu pekerjaan ringan seperti mengantar galon air dan tabung gas.

“Anaknya memang masih labil. Kadang kerja, kadang main,” kata Hamid.

Ia mengakui pergaulan menjadi titik yang paling sulit diawasi. Peringatan agar berhati-hati memilih teman, menurutnya, sudah sering diberikan. Namun kejadian itu tetap terjadi.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Sat Polairud Polres Bontang. Sementara itu, keluarga Faiz hanya bisa menunggu proses hukum berjalan, sambil berharap remaja 19 tahun itu mendapat kesempatan memperbaiki hidupnya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Narkoba
Previous Post

Bertahun-tahun Terpisah Sungai, Warga Kampung di Pangkep Kini Punya Harapan Baru

Next Post

APBD Bontang Tertekan, Neni Pilih Tunda Proyek Fisik Demi Pendidikan

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
APBD Bontang Tertekan, Neni Pilih Tunda Proyek Fisik Demi Pendidikan

APBD Bontang Tertekan, Neni Pilih Tunda Proyek Fisik Demi Pendidikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved