• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pengelolaan Sampah di Pulau Beras Basah Bontang Butuh Peran Semua Pihak

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Maret 2026 | 13:17
Reading Time: 2 mins read
0
Pengelolaan Sampah di Pulau Beras Basah Bontang Butuh Peran Semua Pihak

Petiugas Dispopar-Ekraf Bontang membagikan kantong sampah kepada pengunjung Beras Basah.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co — Lonjakan wisatawan ke Pulau Beras Basah selama libur panjang membawa dua sisi yang kontras. Di satu sisi, sektor pariwisata menggeliat. Di sisi lain, keluhan terkait biaya wisata dan persoalan sampah kembali mencuat ke permukaan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa tingginya tarif yang dikeluhkan pengunjung bukan merupakan kebijakan pemerintah daerah.

PILIHAN REDAKSI

Status Pulau Beras Basah Bontang Menggantung, Awin: Jangan Jadi Penonton!

Status Pulau Beras Basah Bontang Menggantung, Awin: Jangan Jadi Penonton!

4 Juni 2026 | 22:33
Status Pulau Beras Basah Belum Jelas, Bontang Tunda Penarikan Retribusi Pulau Beras Basah dan Objek Wisata Bontang Siap Sambut Libur Panjang Lebaran Pulau Beras Basah Belum Siap Dipungut Retribusi, Pemkot Bontang Pilih Benahi Dulu

Status Pulau Beras Basah Belum Jelas, Bontang Tunda Penarikan Retribusi

16 Mei 2026 | 10:22

Menurutnya, harga jasa wisata seperti transportasi kapal dan penyewaan fasilitas di pulau tersebut ditentukan melalui kesepakatan para pelaku usaha lokal.

“Tarif itu merupakan hasil kesepakatan asosiasi pelaku usaha, bukan ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Meski sejumlah wisatawan mengeluhkan biaya yang dinilai cukup tinggi, minat berkunjung ke pulau berpasir putih tersebut tidak menunjukkan penurunan signifikan. Arus wisatawan tetap tinggi, terutama saat momentum libur Lebaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam lokal masih menjadi pilihan utama masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Di balik ramainya kunjungan, persoalan kebersihan kembali menjadi tantangan utama. Menurut Eko, membangun kesadaran wisatawan untuk menjaga lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari penyediaan sekira 100 unit tempat sampah, pemasangan papan imbauan, hingga edukasi langsung kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan harapan. Sejumlah tempat sampah dilaporkan hilang, sementara perilaku membuang sampah sembarangan masih kerap terjadi, terutama saat pengawasan minim.

“Kalau ada petugas, biasanya wisatawan lebih tertib. Tapi ketika tidak ada pengawasan, kebiasaan lama muncul kembali,” jelasnya.

Pengelolaan Sampah di Pulau Beras Basah Bontang Butuh Peran Semua Pihak

Guna mengatasi persoalan tersebut, Disporapar mendorong implementasi program “Gesit” atau Gerakan Sampahmu Adalah Tanggung Jawabmu. Program ini mengajak setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

Dalam praktiknya, sebagian wisatawan yang memiliki kesadaran lingkungan bersama pelaku usaha kapal wisata turut membantu membawa kembali sampah ke daratan. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di kawasan Pelabuhan Tanjung Laut Indah untuk penanganan lebih lanjut.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, keterbatasan sumber daya menjadi kendala tersendiri. Disporapar mengakui belum memiliki personel maupun sarana yang memadai untuk menangani lonjakan sampah saat jumlah pengunjung meningkat drastis.

Selain itu, instansi tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar, karena fungsi utamanya lebih difokuskan pada pengembangan dan pembinaan sektor pariwisata.

Eko menekankan bahwa keberlanjutan Pulau Beras Basah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh pihak, mulai dari wisatawan, pelaku usaha, hingga masyarakat sekitar.

“Pulau ini milik bersama. Menjaga kebersihan dan kelestariannya adalah tanggung jawab kita semua,” ajak Eko Mashudi. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Beras basahPulau Beras Basah
Previous Post

Kronologi Bocah 6 Tahun Nyaris Tenggelam di Beras Basah Bontang

Next Post

Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Samarinda Lebih Landai

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Pelabuhan Samarinda Mulai Padat, Ribuan Orang Tiba dari Parepare Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Samarinda Lebih Landai Arus Mudik di Pelabuhan Samarinda Menurun, Pemudik Terurai ke Balikpapan dan Bontang

Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Samarinda Lebih Landai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved