• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Potensi Bencana Alam yang Bisa Ancam Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
7 April 2021 | 16:38
Reading Time: 2 mins read
0
Potensi Bencana Alam yang Bisa Ancam Kalimantan
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA. CO – Pulau Kalimantan ternyata juga menyimpan pelbagai potensi bencana alam bisa menjadi ancaman masyarakat. Ancaman bencana alam bisa terjadi di antaranya banjir, tanah longsor, angin topan, hingga gempa bumi. Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) sempat mencatat gempa bumi sudah terjadi di Kalimantan.

“Ada beberapa lokasi potensi gempa bumi di kepala Pulau Kalimantan,” kata Dosen Geologi Universitas Muhammadiah Kalimantan Timur (Kaltim) Fajar Alam, belum lama ini.

PILIHAN REDAKSI

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

10 Juli 2026 | 16:37
Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

10 Juli 2026 | 14:56

Gempa bumi seluruhnya terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Potensi bencana gempa bumi di Kalimantan memang tidak masif sepertinya halnya terjadi di pulau lain di Indonesia.

Fajar mengatakan, terdapat tiga struktur sesar atau patahan lempeng bumi yang berada di kawasan Kaltim yakni Sesar Maratua, Mangkalihat, dan Paternoster. Soal sesar ini, BMKG Kaltim pun sudah memastikan keberadaannya aktif sehingga sewaktu-waktu bisa memicu terjadinya gempa.

Peristiwa gempa bumi lumayan besar sempat tujuh kali terjadi di Kaltim selama periode 1921 hingga 2007. Seperti terjadi di Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2015 dan Balikpapan Kaltim pada 2018 silam. Gempa bumi di Balikpapan imbas dari peristiwa serupa lebih dahsyat terjadi di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wilayah Indoensia memang yang berada di batas lempeng dua benua (Asia dan Australia) dan lempeng dua  samudera (Pasific dan Hindia). Imbasnya adalah terdapat jalur cincin api pegunungan dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, Philipina, hingga Jepang.

Pulau Kalimantan relatif cukup beruntung berada di luar jalur cincin api pegunungan seperti halnya pulau-pulau lain. “Tapi bukan berarti tidak ada ancaman juga,” sambungnya.

Sedangkan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim memandang, ancaman bencana alam di Kalimantan akibat salah kelola para pemangku kebijakan di pusat dan daerah. Eksploitasi berlebihan sumber daya alam berdampak langsung terciptanya bencana banjir, longsor, hingga kerusakan lingkungan alam.

“Bencana banjir dan longsor akibat masifnya pertambangan batu bara,” kata Dinamisator Jatam Kaltim Pradharma Rupang.

Dalam hal ini, menurut Pradharma, pemerintah sejak dini semestinya mampu mengantisipasi potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Lewat ketaatan dalam melaksanakan ketentuan peraturan soal penanganan lingkungan.

Lebih lanjut, Pradharma menyoroti soal kebijakan obral izin tambang, perkebunan, dan kehutanan diterapkan sejumlah kota/kabupaten di Kaltim. Jatam mencatatkan, luas izin konsesi industri ini bahkan hingga menyentuh 70 hingga 80 persen dari total wilayah daratan di Kaltim.

Rincian konsesi industri Kaltim; luas izin pertambangan (5 juta hektare), perkebunan (4 juta hektare), dan kehutanan (5,5 juta hektare). Sedangkan luas wilayah Provinsi Kaltim sendiri malah tercatat hanya 12,7 juta hektare.

“Malah terjadi defisit luas daratan dibandingkan izin industri di Kaltim,” paparnya.

Khususnya soal tambang, Pradharma mencontohkan kerusakan luar biasa terjadi di Kota Samarinda. Masifnya praktik industri pertambangan berdampak langsung terhadap ancaman bencana banjir di Samarinda.

Parameternya adalah luas cakupan banjir di Samarinda yang cenderung makin luas setiap tahun. Seperti tahun 2018 di mana luas genangan air mencapai 2.100 hektare atau meningkat 100 persen dibanding tahun 2014 hanya seluas 1.300 hektare.

“Meningkat seratus persen dibanding sebelumnya,” keluh Pradharma.

Pradharma memperkirakan, kemampuan daya tampung alam Samarinda sudah tidak mampu lagi menangani curah hujan. Selama ini faktanya, Kota Samarinda memang dikepung belasan industri industri pertambangan batu bara dan kehutanan.

“Hujan 30 menit saja curah air tidak mampu ditampung Sungai Karang Mumus,” ungkapnya.

Jatam Kaltim mencatat terdapat 349 lubang bekas tambang batu bara di Samarinda. Lubang tambang ini dituding menjadi pemicu kerusakan lingkungan Samarinda. **

Tags: Bencana AlamKalimantan Timur
Previous Post

Pemakaman Kian Sempit, Aco Desak Pemerintah Sediakan Lahan

Next Post

Manfaat Kayu Bajakah, Obat Tradisional Kalimantan Diklaim Penyembuh Kanker

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Manfaat Kayu Bajakah, Obat Tradisional Kalimantan Diklaim Penyembuh Kanker

Manfaat Kayu Bajakah, Obat Tradisional Kalimantan Diklaim Penyembuh Kanker

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved