• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Rencana Lapangan Mini Soccer Disorot, Pemkot Bontang Diminta Lebih Bijak Kelola APBD

Suriadi Said by Suriadi Said
9 Februari 2026 | 18:33
Reading Time: 3 mins read
0
Rencana Lapangan Mini Soccer Disorot, Pemkot Bontang Diminta Lebih Bijak Kelola APBD

Salah satu lapangan mini soccer yang telah selesai dibangun Pemkot Bontang di Kelurahan Satimpo.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membangun lapangan mini soccer di Kelurahan Berbas Pantai memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena masih banyak kebutuhan mendesak yang belum tertangani secara optimal, terutama persoalan banjir dan sektor pendidikan.

Salah satu warga RT 48 Kelurahan Berebas Tengah, Isak Rombe, menyampaikan kekhawatirannya terhadap skala prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga baru seharusnya tidak mengesampingkan persoalan dasar yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

PILIHAN REDAKSI

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

12 Juli 2026 | 19:14

“Di wilayah kami, setiap kali hujan turun, warga selalu waswas. Apalagi jika hujan bersamaan dengan pasang air laut, debit air cepat naik dan berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Isak, Senin (9/2/2026).

Ia menuturkan, persoalan banjir tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi hampir merata di sejumlah kawasan Kota Bontang. Kondisi tersebut dinilai belum mendapat penanganan maksimal, sementara pemerintah justru merencanakan pembangunan lapangan mini soccer dengan nilai anggaran yang cukup besar.

Isak juga menilai, minat masyarakat terhadap sepak bola tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, fasilitas olahraga sepak bola di Bontang saat ini sudah relatif memadai, termasuk keberadaan dua lapangan mini soccer yang telah lebih dahulu beroperasi.

“Masih banyak kebutuhan yang jauh lebih mendesak, seperti penanganan banjir, peningkatan kualitas pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja. Itu yang lebih dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, anggaran pembangunan lapangan mini soccer yang disebut mencapai sekitar Rp15 miliar seharusnya digunakan setelah kebutuhan prioritas masyarakat terpenuhi.

“Angkanya tidak kecil. Dengan dana sebesar itu, banyak hal mendasar yang bisa dibenahi,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Rediono, warga Bontang yang juga dikenal sebagai aktivis pendidikan. Ia menilai, sarana olahraga sepak bola di Kota Bontang pada dasarnya sudah mencukupi. Jika pemerintah ingin menambah fasilitas olahraga, Rediono menyarankan agar pembangunan diarahkan pada fasilitas yang lebih inklusif.

“Kalau ingin membangun sarana olahraga, alun-alun terpadu justru lebih bermanfaat. Di sana, berbagai jenis olahraga bisa difasilitasi dan dinikmati semua kalangan,” ujar Rediono.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada tren atau fenomena sesaat. Menurutnya, ramainya lapangan mini soccer di kawasan tertentu tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk membangun fasilitas serupa di wilayah lain.

“Jangan sampai ikut-ikutan tren. Hanya karena lapangan mini soccer di Kampung Baru ramai, lalu ingin diperbanyak di tempat lain,” katanya.

Rediono juga mengingatkan bahwa tidak semua masyarakat memiliki ketertarikan pada sepak bola. Ia khawatir, jika pembangunan dilakukan tanpa kajian mendalam, lapangan mini soccer justru akan sepi peminat dan berujung pada pemborosan anggaran.

“Penduduk Bontang tidak terlalu banyak. Bahkan di kota besar seperti Surabaya saja, banyak lapangan futsal yang akhirnya sepi,” jelasnya.

Di sisi lain, Rediono menyoroti keterbatasan APBD Bontang yang kerap disampaikan pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi alasan kuat untuk memprioritaskan program yang benar-benar berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Sebagai aktivis pendidikan, ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, mulai dari fasilitas laboratorium hingga sarana pengembangan potensi anak-anak. Dengan dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, ia meyakini Bontang mampu melahirkan generasi muda yang unggul di berbagai bidang.

“Mini soccer memang bagian dari pengembangan olahraga. Tetapi fasilitas sepak bola kita sudah cukup. Jangan lupa, Bontang memiliki banyak talenta lain yang belum tergali karena keterbatasan fasilitas,” tegasnya.

Ia pun meminta Pemkot Bontang lebih bijak dan transparan dalam mengambil keputusan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan APBD. Menurutnya, setiap proyek harus dikaji secara menyeluruh, mulai dari manfaat, dampak sosial, hingga pengaruhnya terhadap keuangan daerah.

“Satu lapangan mini soccer saja menelan anggaran sekira Rp15 miliar. Jika dibangun di 15 kelurahan, totalnya bisa mencapai Rp225 miliar. Itu angka yang sangat besar,” paparnya.

Rediono menilai, anggaran sebesar itu akan memberikan dampak yang jauh lebih terasa apabila dialokasikan untuk sektor pendidikan atau penanganan banjir. “Pendidikan kita bisa jauh lebih maju, atau persoalan banjir di beberapa wilayah bisa teratasi,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: MinisoccerPemkot Bontang
Previous Post

Daftar Tuntutan Mahasiswa saat Demo di Balai Kota Balikpapan

Next Post

Thomas Djiwandono Resmi Dilantik jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026–2031

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026–2031

Thomas Djiwandono Resmi Dilantik jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026–2031

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved