• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ribut Gaji di RS Haji Darjad Samarinda Kaltim, Warganet Angkat Suara: “Parah Banget!”

Suriadi Said by Suriadi Said
16 April 2025 | 13:39
Reading Time: 2 mins read
2
Ribut Gaji di RS Haji Darjad Samarinda Kaltim, Warganet Angkat Suara: "Parah Banget!"

Tangkapan layar ribut-ribut gaji karyawan RSHD Samarinda di media sosial.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Samarinda, PRANALA.CO – Ada yang sedang gaduh di dunia maya. Bukan soal artis kawin cerai. Tapi tentang gaji. Gaji yang belum dibayar.

Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kini jadi buah bibir. Bukan karena prestasi medisnya. Tapi karena kasus tunggakan gaji para karyawannya. Dan rupanya, warganet ikut bicara.

PILIHAN REDAKSI

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28

Semuanya bermula dari sebuah cuplikan video berdurasi 1 menit 16 detik yang tayang di akun Instagram @kaltim_ngapa. Sampai artikel ini ditulis, sudah 73.700 orang menontonnya. Tak sedikit yang membagikan, tak sedikit pula yang berkomentar. Mayoritas… geram.

Di video itu tampak potongan momen panas: perseteruan antara keluarga salah satu karyawan, inisial Sj, dan kuasa hukum RSHD Samarinda, Febrianus Kuri Kefi, di kantor Disnakertrans Kaltim, Jumat 11 April 2025 lalu. Latar belakangnya? Ya, soal gaji.

Setelah itu, video memperlihatkan beberapa karyawan—Enie Rahayu Ningsih, Agus Mu’alim, dan Jumadi—yang menggelar konferensi pers di tempat yang sama. Mereka membawa dokumen. SK kerja, SK pemberhentian. Bukti bahwa mereka bekerja. Dan kini menuntut hak.

Lalu potongan terakhir video itu, barulah puncaknya. Sejumlah pemberitaan tentang potensi denda bagi manajemen RSHD karena belum membayar gaji para pegawainya. Lengkap sudah: tuntutan, bukti, dan ancaman sanksi.

Di kolom komentar, suara-suara kecewa berhamburan.

“Paraaahhh sihh,” tulis akun @sandri_albanjarie.

“Kasiannya eeh karyawannya, parah jua si manajemennya kalua ampai kaya gini,” tulis @labib__75.

“Gaji orang kerja harus dibayar lah, jangan ditunda. Mereka punya keluarga yang harus dinafkahi,” timpal @ridwanmhs01.

Yang lebih pedas, datang dari mantan pasien.

“Cukup ekali kesitu, pakai BPJS pelayanannya nggak jelas untuk rawat inap,” tulis akun @fdsbahr.

Ada juga komentar dari keluarga karyawan yang gajinya belum dibayar.

“Parah min, sampai sekarang uang istri saya belum dibayarkan,” keluh @inal-ryw.

Yang menarik, bahkan ada yang bersyukur sudah tidak bekerja di sana.

“Untung suamiku sudah resign tahun 2022 dari situ. Gajinya ngadat juga, dicicil pula,” ungkap akun @xx.errrrrrrrrr_.

Redaksi sebenarnya telah berupaya mengonfirmasi masalah ini sejak pertengahan Maret 2025. Kepada dua tokoh penting di balik manajemen RSHD Samarinda: drh. Iliansyah (CEO PT Medical Etam) dan Sulikah (General Manager RSHD). Tapi sampai hari ini, 16 April 2025, mereka belum angkat bicara. Bungkam.

Yang sempat bersuara hanya kuasa hukumnya, Febrianus Kuri Kefi. Katanya, manajemen sebenarnya punya itikad baik.

“Manajemen punya komitmen untuk membayar. Untuk THR sudah kami bayarkan pada 27 Maret lalu,” ujar Febrianus di kantor Disnakertrans Kaltim, Jumat lalu.

Itikad baik memang penting. Tapi bagi para pekerja, gaji bukan sekadar niat. Itu soal nasi di meja. Soal anak sekolah. Soal listrik dan uang kontrakan.

Kini warganet sudah tahu. Karyawan sudah bersuara. Pemerintah daerah mulai mencatat. Tinggal satu yang ditunggu: realisasi.

Karena gaji itu bukan hadiah. Tapi hak. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: HeadlineRSHD SamarindaRumah Sakit
Previous Post

RSUD IA Moeis Samarinda Bersiap jadi Rumah Sakit Kelas Dunia, Investor Australia Turun Tangan

Next Post

Ekspor Kaltim ke AS Tembus Rp370 M, Sawit dan Kayu Lapis Masih Merajai

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Ekspor Kaltim ke AS Tembus Rp370 M, Sawit dan Kayu Lapis Masih Merajai Berikut Harga Terbaru Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kaltim

Ekspor Kaltim ke AS Tembus Rp370 M, Sawit dan Kayu Lapis Masih Merajai

Comments 2

  1. Ping-balik: Ekspor Kaltim ke AS Tembus Rp370 M, Sawit dan Kayu Lapis Masih Merajai - Pranala.co
  2. Ping-balik: Kaltim Fair 2025 Resmi Dibuka, Parade Gagasan Menuju Generasi Emas - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved