Gubernur Isran berujar, pihaknya turut memberi santunan kepada anak yang menjadi yatim atau yatim piatu senilai Rp2 juta per orang, terdapat 456 orang di Kota Balikpapan sekaligus menjadi yang tertinggi di Kaltim.
“Provinsi menjamin kepada anak yatim dan piatu karena orang tuanya yang meninggal akibat Covid -19 dan mendapat pembinaan sampai lulus SMA,” ungkapnya.
Dia menambahkan, bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dipastikan tidak perlu melakukan tes masuk.
“Kita sudah bicarakan dengan Unmul (Universitas Mulawarman), di samping itu ada skema-skema yang kita fasilitasi untuk beasiswa sekolah. Intinya (anak-anak) yatim piatu yang meninggal bukan karena Covid-19, dan karena Covid-19 perlakuan yang diberikan tidak jauh berbeda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kaltim HM Agus Hari Kesuma menyatakan hingga saat ini kurang lebih 5.357 jiwa yang meninggal akibat Covid-19 se Kaltim.
“Program ini murni dari Pemprov Kaltim mengambil tugas negara, sebab tidak sempat dilakukan oleh negara dengan alasan krisis ekonomi,” pungkasnya. [dias]














