• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

RSKD Balikpapan Pakai TCM, Hasil COVID-19 Bisa Diketahui 45 Menit

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Mei 2020 | 01:26
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

RUMAH Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), rumah sakit rujukan di Balikpapan, kini memiliki mesin test cepat molekuler (TCM) untuk menguji sampel cairan tubuh dari hidung atau tenggorokan yang hasilnya keluar dalam waktu 45 menit.

“Alat ini membuat kita menghemat banyak waktu dan tenaga,” kata Direktur RSKD dr Eddi Iskandar, di Balai Kota Balikpapan, Senin di hadapan Wali Kota Rizal Effendi dan Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty.

PILIHAN REDAKSI

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

13 Juli 2026 | 14:39

Ia menjelaskan, dengan memiliki dan mengoperasikan sendiri mesin TCM tersebut, waktu untuk mengetahui seseorang positif atau negatif terpapar COVID-19 menjadi sangat cepat, sementara sebelumnya sampel harus dikirim ke laboratorium di Jakarta atau Surabaya yang hasilnya baru diketahui sepekan kemudian

Jika diketahui hasilnya dari TCM itu positif, maka pasien dapat segera masuk ruang isolasi dan dirawat. “Jadi kita sudah tahu pasti bahwa pasien yang diisolasi itu sudah pasti yang positif,” kata dr Eddi.

Selama ini, jika sampel swab dikirim ke Jakarta atau Surabaya, selama menunggu hasil lab keluar, maka pasien sudah harus menjalani karantina. Baru setelah hasilnya positif atau negatif, pasien menjalani tahapan perawatan atau boleh pulang.

“Namun, dengan adanya alat ini, waktu perawatan pasien positif cukup 20 hari,” jelas dr Eddi.

Ia menjelaskan, setelah masuk diperiksa, positif, pasien dirawat dalam karantina selama 14 hari. Setelah itu pasien kembali diperiksa, bila hasilnya negatif, pasien masih terus lanjut dalam isolasi hingga hari ke-17 lalu diperiksa kembali. Bila pemeriksaan kedua hasilnya kembali negatif, maka pasien sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Sebelumnya, karena sampel dikirim untuk diperiksa di Jakarta atau Surabaya, perlu 10 hari lagi untuk memastikan apakah pasien sembuh atau masih perlu dirawat lebih lama. Seluruhnya tidak kurang dari 30 hari.

“Kecepatan waktu ini sangat membantu pasien dan tim dokter. Disamping mereka punya kepastian juga meningkatkan optimisme untuk sembuh,” kata dr Eddi lagi.

TCM atau Tes Cepat Molekuler sebelumnya biasa digunakan untuk mendiagnosis pasien penyakit tuberkolosis (TB). Metode TCM menggunakan antigen asam nukleat di dalam catridge yang direaksikan dengan cairan hidung atau belakang tenggorokan dari pasien terduga COVID-19. Dari reaksi tersebut teknisi akan bisa mengidentifikasi apakah sampel tersebut mengandung virus corona atau tidak. (*)

Tags: BalikpapanCoronaKalimantan TimurRSkd balikpapantest cepat molekuler
Previous Post

Kaltim Terima Bantuan APD dan Masker Lagi, Stok Cukup untuk 10 Hari

Next Post

Kemenkeu Terbitkan Beleid, Pemda Bisa Dapat Hibah Khusus Tangani Corona

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Kemenkeu Terbitkan Beleid, Pemda Bisa Dapat Hibah Khusus Tangani Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved