• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Rustam: Semua Pedagang Mau Berjualan di Lantai 1

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Juni 2020 | 12:04
Reading Time: 2 mins read
0
DPRD Bontang Kecewa DAK dan Bankeu Nihil Alokasi untuk Penanganan Banjir

Rustam, Ketua Komisi II DPRD Bontang

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PENGUNDIAN lapak Pasar Rawa Indah sebentar lagi dilakukan. Semua pedagang berkeinginan berjualan di lantai 1. Ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam HS.

Bangunan Pasar Rawa Indah yang baru ini terdiri empat lantai, tersedia 1.366 lapak. Jumlah lapak ini sesuai dengan jumlah pedagang yang didata UPT Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Sejatinya, kata Rustam, pengundian lapak harus segera dilaksanakan secepatnya. Sebab, untuk menata pedagang butuh proses lama. Mulai dari pemindahan barang dagangan pedagang hingga penyesuaian data. Jangan sampai terjadi kegaduhan.

“Kalau tidak puas ya wajar. Semuanya pedagang pengin berjualan di lantai 1, kan enggak mungkin. Makanya nanti akan diundi pakai sistem aplikasi,” ujar politis Golkar ini, Rabu, 10 Juni 2020

Sistem pengundian pakai aplikasi ini, lanjut Rustam, satu per satu pedagang akan menekan tombol khusus. Nanti akan keluar nomor lapak dan lantai yang akan mereka huni untuk menjajakan dagangannya. Ini sebagai bentuk tak adanya permainan curang dalam mengundi lapak.

Dia pun berharap, hasil pengundian lapak ini bisa diterima seluruh pedagang tanpa ada kegaduhan. “Apapun nanti hasilnya, pedagang harus legawa, jangan saling iri. Sebab, undiannya sudah dilakukan terbuka dan tanpa kecurangan,” harap Rustam.

Sementara, pedagang yang hadir dalam rapat tersebut meminta agar pemerintah bisa tegas ketika mengambil keputusan terkait pembagian lapak. Misal, salah satu koordinator pedagang sembako, Suryani, ia menginginkan pemerintah bisa menerapkan kembali ke konsep awal pasar yang lebih tertata.

“Apabila keputusan awal sembako di atas, ya harus tetap di atas. Jangan ada yang di atas, ada yang di bawah. Pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan,” ucap Suryani.

Setali tiga uang. Aidah, penjual sembako meminta pemerintah mencontoh penerapan pasar modern di kota lain dalam hal mengatur lapak. Menurutnya, pasar modern kerap menempatkan lapak pedagang sembako di lantai dasar mengingat rata-rata barang dagangan yang berat.

“Di mana-mana pedagang sembako itu di bawah seperti yang ada di kota lain. Karena barang dagangan sembako seperti gula, tepung, kacang tanah dan kacang hijau serta beras, itu memiliki bobot yang berat. Jadi saya mohon kebijakannya,” urainya.

Kepala Diskop UKMP Bontang Asdar Ibrahim, mengatakan pihaknya sejak jauh hari telah menyiapkan data pedagang. Baik itu pedagang yang telah ada sejak sebelum kebakaran dan yang ada di pasar sementara saat ini. Bahkan pihaknya telah menghitung lapak yang tersedia pada pasar baru tersebut.

Pihaknya akan melakukan pembagian secara professional. Ia juga akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke pedagang sebelum melakukan pembagian, terutama terkait bagaimana mekanisme penempatan pedagang.

“Agar tidak ada hal kenapa si A di situ, kenapa si B di situ, kami akan profesional,” ujar Asdar.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Taman Rawa Indah Haidar, menyebutkan jumlah pedagang itu ada sebanyak 1.022 orang. Terdiri dari kelompok pasar kering meliputi kosmetik, sembako, dan pakaian sebanyak 581 orang. Kemudian pasar khusus meliputi kue dan elektronik sebanyak 82 orang. Dan terakhir pasar basah, terdiri dari pedagang ikan 76 orang, ayam 76 orang, daging 11 orang, sayuran 137 orang, tahu-tempe 14 orang, ayam kampung 9 orang, serta pedagang ikan kering dan buah buahan sebanyak 36 pedagang.

Selain itu, ada pula pedagang pengampar dan yang menyewa sebelum terbakar sebanyak 344 orang. Maka totalnya menjadi 1.366 pedagang. “Jadi data dengan petak itu balance (seimbang) saja pak,” ujarnya. (*)

Tags: BontangDPRD BontangKalimantan TimurPasar Rawa Indah
Previous Post

BTG-13 Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dirawat di RS PKT, Ini Jawaban RSUD Bontang

Next Post

Anak Berusia 7 Tahun di Balikpapan Terkonfirmasi Positif Covid-19

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Anak Berusia 7 Tahun di Balikpapan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Anak Berusia 7 Tahun di Balikpapan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved