• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Satu Keluarga di Bantaeng Bunuh Anak Sendiri, Dianggap Aib Akibat Seks sebelum Nikah

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Mei 2020 | 23:43
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pembunuhan keji di Bantaeng ini diketahui tetangga tanpa sengaja, mulanya sempat dikira kasus kerasukan massal. Polisi menganggapnya dimotivasi budaya siri’.

SATU KELUARGA di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sempat dikira tetangga kerasukan massal karena mempraktikkan ilmu hitam, Sabtu 9 Mei lalu. Kekerasan pertama kali dilakukan Kepala keluarga ini, berinisial D, 50 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Dia mengamuk di depan rumahnya, menyandera tiga orang tetangga. Salah satu sandera dibacok dengan badik hingga terluka.

Salah satu sandera yang berhasil meloloskan diri kemudian melapor ke polisi karena melihat ada mayat dalam rumah itu. Polisi kemudian datang untuk meringkus penghuni, namun mendapat perlawanan dari semua penghuni. Salah satunya dari istri D yang terus menjerit. Dimulai pada tengah hari, polisi baru berhasil membekuk semua penghuni rumah pada pukul 17.30 WITA.

PILIHAN REDAKSI

53 Penjahat Jalanan Samarinda Digulung, Mayoritas Kepepet Urusan Perut

53 Penjahat Jalanan Samarinda Digulung, Mayoritas Kepepet Urusan Perut

9 Juni 2026 | 16:41
Maryono Terpilih jadi Ketua Panji Beber Tosan Aji Bontang, Komitmen Lestarikan Budaya

Maryono Terpilih jadi Ketua Panji Beber Tosan Aji Bontang, Komitmen Lestarikan Budaya

11 April 2026 | 12:08

Saat menyisir rumah, polisi kemudian menemukan mayat R, gadis 18 tahun putri kandung D. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa korban dibunuh secara sadis dengan cara digorok dengan parang dan dipukuli kayu oleh kedua kakak lelakinya. R dibunuh setelah dalam interogasi keluarga, ia mengaku telah menjalin hubungan dengan sepupunya sendiri, U, 45 tahun.

Adapun U adalah sandera yang dibacok D pada keributan Sabtu siang tersebut. Pembunuhan R dilakukan atas sepengetahuan penghuni rumah, yakni D, istrinya, anak dan menantu, serta dua cucu yang masih kanak-kanak. Total, ada 12 orang yang tinggal di rumah tersebut.

Pemeriksaan polisi tersebut mengoreksi dugaan yang tersebar di masyarakat sebelumnya, bahwa R dibunuh sebagai tumbal praktik ilmu hitam.

“Korban dibunuh karena siri’, korban berhubungan dengan Usman alias Sumang yang masih sepupu dengan korban. Akhirnya keluarga malu karena korban Rosmini ini berbuat atau berhubungan badan dengan Usman,” demikian keterangan Kapolres Bantaeng AKBP Wawan kepada Detik, Senin (11/5).

Polisi telah menetapkan kedua kakak korban sebagai tersangka. Pasal yang disangkakan adalah pasal penganiayaan dan kekerasan kepada anak. Sementara sang ayah, D, sejauh ini hanya menjadi saksi.

Gosip bahwa keluarga ini melakukan praktik ilmu hitam muncul karena ada desas-desus, tetangga sudah melihat korban dan seorang kakak perempuannya tampak aneh dan berbicara melantur, dua hari sebelum keributan itu terjadi. Namun, polisi membantah rumor tersebut.

“Masalah lain seperti pesugihan dan segala macam itu tidak ada. Kita sudah cek rumah itu tidak ada. Terus ada [isu] ditemukan mangkok berisi darah, itu tidak ada,” kata Wawan kepada Bukamatanews. Polisi akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa kondisi jiwa pelaku yang tega menggorok saudara kandungnya sendiri.

Pembunuhan untuk menjaga nama baik keluarga (honor killing) lebih lazim muncul di kawasan Asia Selatan, seperti Pakistan dan Bangladesh. Di Indonesia, kasus semacam ini cukup jarang. Konsep budaya siri’ yang disitir polisi lebih terkait rasa malu dan pentingnya seseorang menjaga marwah dan harga diri dari tindakan tercela. Meski begitu, siri’, sebagaimana carok di Madura, memang kadang berakhir dengan kekerasan berdarah. Namun sejauh ini data untuk mengaitkan kekerasan atau pembunuhan dengan motif tradisi itu sulit dikuantifikasi. (*/nz)

Tags: BantaengBudayaKriminalitasSulawesi Selatan
Previous Post

Big Reds Bontang Bagi Ratusan Masker dan Sembako untuk Lansia

Next Post

Jangan Mudik ke Samarinda!

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Jangan Mudik ke Samarinda!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved