SAMARINDA – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2024. Tercatat sebanyak 558 wisman menginjakkan kaki di Bumi Etam, angka ini meningkat tajam sebesar 91,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, menjadi gerbang utama kedatangan para wisman ke wilayah Kalimantan Timur.
“Kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara SAMS Sepinggan mendominasi arus masuk wisman ke Kaltim,” ujar Yusniar dalam keterangannya yang disampaikan belum lama ini.
Lebih lanjut, Yusniar menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan Juli 2023, kunjungan wisman juga mengalami kenaikan sebesar 6,69 persen. Pada Juli 2023, Kaltim mencatat 523 kunjungan wisman, sementara di bulan yang sama tahun 2024 jumlahnya naik menjadi 558.
Ini menjadi jumlah kunjungan terbanyak selama tiga tahun terakhir, terhitung sejak Januari 2022 hingga Juli 2024. Peningkatan ini dipandang sebagai sinyal positif kebangkitan sektor pariwisata di Kalimantan Timur pasca-pandemi.
Secara rinci, jumlah wisman yang tiba melalui moda angkutan udara pada Juli 2024 mengalami peningkatan sebesar 6,90 persen dibandingkan dengan Juni 2024. Hal ini menegaskan pentingnya Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang utama bagi turis asing yang datang ke Kalimantan Timur.
Namun, pada Juli 2024 tidak ada kunjungan wisman yang datang melalui jalur laut. Meskipun demikian, peningkatan melalui jalur udara menjadi dorongan signifikan bagi perkembangan sektor pariwisata di daerah ini.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisman, sektor pariwisata Kalimantan Timur diharapkan dapat semakin berkembang. Keberadaan proyek ibu kota baru (IKN) Nusantara juga diprediksi akan turut mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara ke wilayah ini di masa mendatang.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait pun diharapkan terus memaksimalkan potensi wisata alam, budaya, dan modernisasi infrastruktur guna mendukung pertumbuhan industri pariwisata yang lebih pesat. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow















Comments 2