• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sengkarut Status Lahan Hutan di Berau, Warga Turun-Temurun Terancam jadi “Penonton” di Tanah Sendiri

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Maret 2026 | 21:02
Reading Time: 2 mins read
0
Sengkarut Status Lahan Hutan di Berau, Warga Turun-Temurun Terancam jadi "Penonton" di Tanah Sendiri

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

dprd nusantaraterkini.jpg scaled

Pranala.co, BERAU – Ribuan warga Berau yang telah bermukim turun-temurun di sejumlah kampung hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Wilayah tempat tinggal mereka—yang nyatanya sudah berkembang menjadi pemukiman lengkap dengan sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas sosial—secara administratif masih tercatat sebagai Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK).

PILIHAN REDAKSI

Rencana Penarikan Nakes ke RSUD Tanjung Redeb Dinilai Berisiko

Rencana Penarikan Nakes ke RSUD Tanjung Redeb Dinilai Berisiko

28 April 2026 | 21:36
Legislator Berau Dukung Label Nutri Level pada Makanan Siap Saji

Legislator Berau Dukung Label Nutri Level pada Makanan Siap Saji

28 April 2026 | 21:24

Sengkarut status lahan ini tak kunjung usai, menghambat pembangunan dan mengancam kesejahteraan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menilai persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi belaka. Kondisi ini telah menjadi penghambat serius bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga yang kesulitan menggarap lahan untuk bertani.

“Ini persoalan lama yang belum juga selesai,” tutur Rudi Mangunsong dengan nada frustrasi.

Menurutnya, ironi yang terjadi di Berau begitu nyata: masyarakat sudah tinggal turun-temurun, kampung sudah terbentuk lengkap dengan infrastruktur, tetapi di peta pusat wilayah tersebut masih dianggap kawasan hutan.

“Masyarakat sudah tinggal turun-temurun, kampung sudah terbentuk, tetapi di peta pusat masih dianggap kawasan hutan,” katanya.

Akibatnya, pemerintah daerah kesulitan membangun infrastruktur dasar karena terbentur aturan. Seringkali pembangunan jalan, drainase, hingga fasilitas dasar di kampung terhambat karena harus melalui mekanisme izin pinjam pakai kawasan hutan yang berbelit.

“Akibatnya, pemerintah daerah kesulitan membangun infrastruktur dasar karena terbentur aturan,” sambungnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai lambannya proses pelepasan kawasan hutan menjadi salah satu penyebab utama persoalan ini terus berlarut. Tanpa perubahan status lahan, warga kesulitan memperoleh sertifikat hak milik yang menjadi dasar berbagai aktivitas ekonomi.

Tidak hanya terbatas pada akses pembangunan fisik, kondisi ini juga berdampak pada layanan keuangan. Banyak warga tidak dapat mengajukan kredit perbankan karena tidak memiliki dokumen kepemilikan lahan yang diakui secara hukum.

“Seringkali pembangunan jalan, drainase, hingga fasilitas dasar di kampung, terhambat karena harus melalui mekanisme izin pinjam pakai kawasan hutan,” jelasnya.

Rudi mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk lebih aktif menjalin koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tujuannya jelas: mempercepat proses perubahan status dari KBK menjadi Kawasan Budidaya Non-Kehutanan (KBNK).

DPRD Berau juga mendorong percepatan inventarisasi pemukiman masyarakat yang masih berada dalam zona KBK. Data tersebut diharapkan dapat segera diusulkan dalam program pelepasan kawasan hutan ke pemerintah pusat.

“Jika persoalan ini terus dibiarkan, masyarakat Berau hanya akan menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan daerah,” pungkasnya. (ADS/DPRD BERAU)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: DPRD Berau
Previous Post

Kebakaran di Pujasera Guntung Bontang, Satu Rumah dan Dua Mobil Ludes, Diduga Akibat Bakar Sampah

Next Post

Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved