• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sepi Peminat, Sinar Batu Akik Kalimantan Mulai Meredup

Suriadi Said by Suriadi Said
10 April 2021 | 16:11
Reading Time: 2 mins read
2
Sepi Peminat, Sinar Batu Akik Kalimantan Mulai Meredup

Ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BALIKPAPAN – Minat batu akik mulai meredup. Dulu, paling banyak dicari pengunjung atau wisatawan salah satunya adalah oleh-oleh batu mulia atau batu akik. Ini terjadi di Pasar Inpres Kebun Sayur yang berlokasi di kawasan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Belakangan penjualan batu akik tak lagi bergairah. Sejenis safir dan zamrud memang masih cukup diminati. Namun, musim batu akik asli Kalimantan seperti Red Borneo atau kecubung telah meredup, tak lagi seramai di 2016 sampai 2018.

PILIHAN REDAKSI

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

13 Juli 2026 | 14:39

Fauziah, pemilik salah satu toko di Pasar Kebun Sayur mengakui, saat ini kunjungan sangat berbeda dari sebelum pandemik. Bisa jadi karena souvenir atau oleh-oleh bukanlah kebutuhan pokok. Apalagi pariwisata juga sedang turun.

Fauziah menyediakan berbagai jenis batu mulia atau akik. Pada masanya, jenis-jenis batu seperti red borneo bisa dihargai sangat mahal hingga puluhan juta. Namun kini sudah jauh berbeda. Karena permintaan tak lagi banyak, harganya pun tak dapat dipastikan.

Fauziah juga tak berani mematok harga. Ditanya kisaran batu jenis zamrud, safir, atau kecubung, dia memilih tidak menyebutkan harga. Sementara kalau jenis red borneo kisarannya mencapai Rp700 ribuan sekarang.

“Kalau saya berapa ditawar, kalau cocok ya bisa diambil. Saya gak bisa ya nyebutin harga pastinya,” terang Fauziah mengutip IDN Times.

Sebenarnya masih ada saja yang mencari batu-batu ini. Namun memang tak banyak. Beberapa jenis yang masih banyak dicari antara lain seperti merah delima, safir, zamrud, kecubung, dan lainnya.

“Kalau batu-batu ini asli Kalimantan. Kalau giok banyak yang dari Tiongkok. Sebenarnya kalau dalam bentuk batu sudah makin kurang yang cari. Lebih banyak yang cari sudah dalam bentuk aksesoris,” jelasnya.

Fauziah juga menunjukkan sejumlah aksesoris berupa gelang batu. Menurutnya batu yang digunakan untuk gelang ini bukan kualitas terbaik seperti batu-batu yang ia jual lainnya. Gelang batu ini datang dari Tiongkok, sehingga harganya bisa lebih rendah.

“Kalau batu dari Tiongkok lebih murah. Karena biaya penggosokan gak mahal di sana, lebih murah. Kalau yang di Kalimantan aja biaya gosoknya lebih mahal ya. Biaya produksi Kalimantan itu lebih mahal,” terangnya lagi.

Ia menjelaskan, kalau barang asal Tiongkok biayanya produksinya lebih murah “Atau alatnya lebih canggih mungkin. Jadi memang ambilnya tidak semahal itu. Makanya saya juga bisa jual murah. Tapi kan kualitasnya berbeda,” imbuhnya.

Contohnya, gelang heksagonal yang ia tunjukkan dibanderol di kisaran Rp35 ribuan sampai Rp45 ribuan. Batuan yang digunakan antara lain jenis safir, zamrud, dan lainnya. Sementara untuk gelang lain yang menggunakan batu asli Kalimantan, seperti kecubung, harganya berbeda, yakni di kisaran Rp200 ribuan ke atas.

Lantaran aksesori batu-batu mulia tak lagi banyak dicari, dirinya juga menjual berbagai aksesori manik-manik. Jenis yang banyak dicari seperti pengait atau konektor masker dan strap masker.

Barang mirip kalung yang dihias dengan manik-manik lucu berwarna-warni ini digunakan untuk menggantungkan masker yang sedang tak terpakai. Masker pun tetap bersih karena tidak tergeletak di sembarang tempat.

“Kalau belakangan ini, yang banyak dibeli itu strap sama konektor. Karena trennya begitu, maskernya jadi enak dilihat,” katanya.

Strap dan konektor masker yang dijualnya merupakan buatan sendiri. Bahan-bahannya dia dapat dari Tiongkok. Ada yang dari mutiara, kristal, manik Dayak, hingga batu akik. Meski impor, harganya sangat terjangkau.

“Strap masker ini saya jual mulai dari Rp20 ribu hingga Rp35 ribu. Kalau konektornya sama harganya, Rp 25 ribu saja,” pungkasnya.**

Tags: BalikpapanBatu AkikRed BorneoZamrud
Previous Post

Galang Dana dari Bontang untuk Bencana Alam di NTT

Next Post

Mengenang Memori Indah PKT Bontang; Bintang Besar Sepak Bola Nasional dari Bukit Tursina

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Mengenang Memori Indah PKT Bontang; Bintang Besar Sepak Bola Nasional dari Bukit Tursina

Comments 2

  1. Ping-balik: Pasar Batu Akik Kalimantan Mulai Hening - newsborneo.id
  2. Ping-balik: Pasar Batu Akik Kalimantan Mulai Hening - newsborneo.id

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved