• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

SLO Mandek, Nelayan Bontang Tertahan di Pelabuhan Tanpa Kepastian

Suriadi Said by Suriadi Said
11 November 2025 | 17:48
Reading Time: 2 mins read
0
SLO Mandek, Nelayan Bontang Tertahan di Pelabuhan Tanpa Kepastian Cuaca Buruk Bikin Nelayan Bontang Merana, Pasokan Ikan Anjlok hingga 50 Persen

Suasana aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Bontang, Kamis (31/7/2025).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Pelabuhan yang biasanya ramai dengan aktivitas nelayan kini terasa lengang. Bukan karena cuaca buruk atau gelombang tinggi. Para nelayan di Bontang justru terpaksa menambatkan kapal mereka karena satu hal sederhana: dokumen Standar Laik Operasi (SLO) tak kunjung terbit.

Beberapa nelayan mengaku sudah berulang kali mengurus kelengkapan berlayar. Namun prosesnya terhenti di tengah jalan. Pemeriksaan fisik kapal—syarat mutlak sebelum SLO diterbitkan—tidak bisa dilakukan karena tidak ada petugas pemeriksa yang bertugas di lapangan.

PILIHAN REDAKSI

Hijrah Ekologis 1 Muharram, Bontang Percepat Universitas Lamun dan Perkuat Nelayan Hijrah Ekologis 1 Muharram, Bontang Percepat Universitas Lamun dan Perkuat Nelayan

Hijrah Ekologis 1 Muharram, Bontang Percepat Universitas Lamun dan Perkuat Nelayan

16 Juni 2026 | 15:51
Menjaga Laut Bontang Demi Anak Cucu, KOMPAK Sumber Lamun Bersinar Resmi Dikukuhkan

Menjaga Laut Bontang Demi Anak Cucu, KOMPAK Sumber Lamun Bersinar Resmi Dikukuhkan

12 Juni 2026 | 18:01

“Petugas pemeriksa kapal tidak ada. Kami sudah siap, tapi kapal belum bisa dicek, jadi SLO juga belum bisa keluar,” keluh Bakhtiar, salah satu nelayan, Selasa (11/11/2025).

SLO adalah dokumen wajib bagi kapal berukuran di atas 7 Gross Tonnage (GT). Tanpa SLO, kapal tidak bisa mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Artinya kapal secara hukum dianggap belum laik beroperasi.

Masalahnya, meski Bontang sudah memiliki petugas penerbit SLO, tak satu pun berani menandatangani dokumen. Mereka belum memiliki dasar hukum berupa Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan (SKKP) yang seharusnya diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Petugasnya ada. Tapi tidak ada yang bisa tanda tangan karena belum ada SKKP. Jadi kapal tetap tertahan,” tambah Bakhtiar.

Senada, Rusli—nelayan lainnya—menjelaskan bahwa masalah ini mulai muncul sejak pemerintah mengalihkan kewenangan penerbitan kelayakan kapal dari KSOP (Kementerian Perhubungan) ke KKP.

Sejak itu, seluruh proses pemeriksaan fisik, sertifikasi, hingga penerbitan SLO berada di bawah tanggung jawab KKP. Namun di lapangan, kebijakan tersebut menimbulkan ketimpangan. Petugas pemeriksa di daerah sangat terbatas, bahkan di Bontang tidak ada petugas khusus yang menetap.

“Dulu saat masih di KSOP, pengurusannya cepat. Sekarang semua di KKP, tapi petugasnya jauh. Kami sabar, tapi laut tidak menunggu,” ucap Rusli.

Ia menilai seyogianya setiap kabupaten/kota memiliki petugas pemeriksa sendiri. Dengan begitu, nelayan tidak bergantung pada pejabat luar daerah yang belum tentu bisa segera datang.

Para nelayan berharap pemerintah memberikan kebijakan khusus. Minimal, menempatkan petugas pemeriksa dan penerbit SLO di Bontang secara permanen, mengingat tingginya aktivitas nelayan di wilayah pesisir Kalimantan Timur.

Mereka juga meminta percepatan penerbitan SKKP bagi petugas setempat agar dokumen berlayar tidak terhambat.

“Kami hanya ingin kembali bekerja. Jangan sampai aturan yang niatnya baik malah mematikan penghidupan kami,” tutup Rusli. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Redaksi
Tags: NelayanNelayan Bontang
Previous Post

Pemprov Kaltim: Dewan Pengawas Rumah Sakit Tidak Harus dari Dalam Daerah

Next Post

Hana, Arsiparis DPMPTSP Bontang, Raih Peringkat 8 Arsiparis Teladan Kota

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Hana, Arsiparis DPMPTSP Bontang, Raih Peringkat 8 Arsiparis Teladan Kota

Hana, Arsiparis DPMPTSP Bontang, Raih Peringkat 8 Arsiparis Teladan Kota

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved