• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tari Hudoq: Tarian Jelmaan dari Bumi Borneo

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Mei 2022 | 05:33
Reading Time: 2 mins read
0
Daftar 16 Bahasa Daerah di Kalimantan Timur

[Sumber: Dayaknews]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Dalam sebuah tradisi, biasanya tarian menjadi salah satu instrumen penting dalam upacara adat. Tarian bisa untuk meminta suatu keberkahan, menghargai tamu yang datang atau menghargai jasa orang terdahulu. Satu diantaranya, Tari Hudoq.

pranala.co – Setiap tarian memiliki makna yang tersirat dari gerakan maupun kostumnya. Tarian Hudoq dari Kalimantan misalnya yang memiliki keunikan dalam pelaksanaannya juga keunikan dalam kostum yang dipakainya.

Tari Hudoq merupakan tari yang merupakan tarian ritual untuk memohon kepada Tuhan agar hasil pertanian mereka diberikan hasil yang baik serta melimpah. Seluruh penari mengenakan topeng dan juga meunutupi tubuh mereka dengan kostum dari daun.

PILIHAN REDAKSI

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan', Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi Meski Dikumpulkan Kesbangpol, Gelombang Aksi 21 April Menguat, Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan’, Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi

13 April 2026 | 16:01
Dituding Meniru Tarian Yahudi, Ini Penjelasan Asal-Usul Tarian THR yang Lagi Ngetren

Dituding Meniru Tarian Yahudi, Ini Penjelasan Asal-Usul Tarian THR yang Lagi Ngetren

4 April 2025 | 23:02

Hal ini mengacu pada kata Hudoq yang berarti menjelma. Menjelma dalam tarian ini diwujudkan dengan topeng yang melambangkan beberapa binatang yang merusak tanaman seperti tikus, gagak, monyet, babi dan lain sebagainya.

Namun ada satu lagi jelmaan yang berbeda, yakni jelmaan burung elang. Masyarakat Dayak percaya bahwa elang adalah simbol dari pelindung serta pemelihara hasil panen mereka.

Tari Hudoq
FOTO: SETKAB.GO.ID

Gerakannya sederhana. Menghentakkan kaki lalu disusul gerakan Ngedok atau Nyigung. Yakni, menghentakan kaki dengan tumit diiringi dengan gerakan tangan yang mengibas-ibas seperti gerakan burung yang sedang terbang.

Para penari akan mengikuti alunan lagu dan membentuk barisan berbentuk lingkaran. Mereka kemudian bergerak dari sudut satu ke empat sudut lain tanpa tersentuh. Setelah itu para penari duduk bersila dalam barisan memanjang sambil memanggil roh.

Suasana mistis akan mulai terasa pada tarian ini, pasalnya mereka akan mulai menari kembali seperti semula, namun pada tahap ini dipercaya bahwa para penari sudah dirasuki oleh roh yang dipanggilnya tadi.

Pada saat roh-roh tersebut telah merasuki penari, pawang akan menyampaikan pesan kepada roh-roh tersebut dengan menguapkan mantra suci yang panjang. Mantra tersebut bermaksud untuk memnta roh-roh agar menjaga tanaman mereka dan melindungi penduduk desa.

Selanjutnya, pawang akan meminta roh agar kembali ke asal masing masing dan para penari pun kembali ke tengah arena dan keluarlah roh-roh yang telah merasuki penari-penari Hudoq ini.

Pada pelaksanaannya, sebelum tarian Hudoq dimulai, ritual Napoq akan digelar. Napoq adalah prosesi sakral yang wajib dilakukan yang dipimpin oleh seorang Dayung. Seseorang yang meiliki kemampuan supranatural untuk berkomunikasi dengan para Hudoq.

s
(Sumber : www.lensculture.com)

Dayung biasanya didampingi dua asisten yang mana mereka akan berkeliling kampung sambil membunyikan gong kecil atau Mebang yang berfungsi sebagai alat komunikasi penyapaan kepada para roh-roh penjaga untuk memberitahukan bahwa Napoq sedang dilakukan.

Tarian ini biasanya berlangsung di setiap selesai menanam padi atau disebut juga manugal, yakni pada bukan September- Oktober. Dalam kepercayaan suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, tarian ini tak hanya untuk memohon hasil pertanian yang baik.

Namun juga untuk mengenang jasa para leluhur mereka yang berada di alam nirwana. Mereka meyakini bahwa di saat musim tanam tiba, roh-roh nenek moyang akan selalu ada di sekeliling mereka untuk membimbing dan mengawasi anak cucu nya. Leluhur mereka ini berasal dari Asung Luhung yang diturunkan dari langit di kawasan hulu Sungai Mahakam Apo Kayan.

 

[GN]

Tags: Kalimantan TimurTari HudoqTari Khas Kaltim
Previous Post

MTQ Kaltim ke-43 Resmi Dibuka, 847 Peserta Siap Berlomba

Next Post

Covid-19 Kalimantan Timur: Separuh Wilayah Zona Hijau

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Baru 500 Pedagang Pasar di Samarinda Daftar Vaksin Covid-19

Covid-19 Kalimantan Timur: Separuh Wilayah Zona Hijau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved