• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tekanan Ekonomi Picu Perceraian di Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
19 November 2025 | 07:19
Reading Time: 2 mins read
0
Tekanan Ekonomi Picu Perceraian di Bontang Perceraian di Bontang Turun, Mayoritas Usia 35-45 Tahun 332 Suami di Bontang Digugat Cerai Istri, Ini Faktor Terbanyak 8.584 janda baru 560 Pesutri di Bontang Cerai selama 2022, Pemicunya Faktor Ekonomi hingga Lemah Syahwat

Ilustrasi

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Tekanan ekonomi kembali menjadi pemicu terbesar perceraian di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, ditambah kasus perselingkuhan, membuat banyak rumah tangga tak mampu bertahan.

Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Bontang, Amir L, mengatakan banyak pasangan yang terjebak dalam kesenjangan antara pendapatan dan kebutuhan harian.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

“Bahkan ada suami yang tidak bekerja karena sulit mencari pekerjaan,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Data GKS menunjukkan pola perceraian yang masih tinggi meski cenderung menurun. Hingga November 2025, 100 kasus perceraian masuk ke Pengadilan Agama (PA) Bontang. Jumlah itu lebih rendah dibanding 359 kasus pada 2024 dan 457 kasus pada 2023.

Tetapi angka tersebut tetap memberi sinyal bahwa banyak keluarga belum siap menghadapi tekanan hidup.

“Kebanyakan pasangan yang bercerai berada di usia produktif, 35–45 tahun, dengan usia pernikahan kurang dari 10 tahun. Pada usia ini, tuntutan ekonomi sedang tinggi. Biaya sekolah anak, cicilan rumah, sampai kebutuhan harian membuat mereka mudah tertekan. Jika komunikasi tidak kuat, tekanannya berubah menjadi konflik,” jelas Amir.

Melihat situasi itu, GKS bersama PA Bontang berupaya menekan perceraian dari hulu. Mereka membuka kelas edukasi untuk remaja yang mulai memasuki usia pernikahan, terutama di atas 20 tahun.

Di kelas ini, peserta dibekali pemahaman soal tujuan pernikahan, pengelolaan emosi, hingga teknik membangun rumah tangga yang sehat.

GKS juga menjadi ruang mediasi sebelum pasangan resmi mengajukan perceraian. Pengadilan mengarahkan calon penggugat untuk mengikuti mediasi lebih dulu. Upaya ini mulai terlihat.

“Tahun ini ada satu pasangan yang akhirnya mempertahankan pernikahan dan mencabut gugatan cerai. Tapi sebagian tetap memilih berpisah karena masalah sudah terlalu kompleks,” katanya.

Selain perceraian, GKS juga mencatat maraknya pernikahan dini. Pada 2024, 80 kasus pernikahan usia muda terjadi di Bontang. Penyebabnya banyak. Mulai dari tekanan ekonomi, kehamilan di luar nikah, hingga kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak.

Amir menegaskan semua persoalan itu saling berkaitan. Karena itu, edukasi jangka panjang menjadi kunci.

“Jika remaja memahami konsekuensi pernikahan sejak awal, mereka lebih siap membangun rumah tangga dan menghindari masalah yang berujung perceraian,” ujarnya.

Dengan pendekatan preventif dan pendampingan berkelanjutan, GKS berharap angka perceraian terus turun. Tujuannya sederhana: keluarga di Bontang bisa lebih kuat menghadapi tantangan hidup. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: BontangCerai
Previous Post

TKD Kaltim Tembus Rp30 Triliun, Tapi Serapan Anggaran Masih Seret

Next Post

Mesin ADM di Bengalon Permudah Urusan Warga, Tak Perlu Lagi ke Sangatta Kutim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Mesin ADM di Bengalon Permudah Urusan Warga, Tak Perlu Lagi ke Sangatta Kutim

Mesin ADM di Bengalon Permudah Urusan Warga, Tak Perlu Lagi ke Sangatta Kutim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved