• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Terpinggir di Tengah Kota Bontang, Kampung Timur Menunggu Sentuhan Pembangunan

Suriadi Said by Suriadi Said
3 Februari 2026 | 18:08
Reading Time: 2 mins read
0
Defisit Anggaran Bikin Proyek Jalan Kampung Timur Bontang Belum Terealisasi Terpinggir di Tengah Kota Bontang, Kampung Timur Menunggu Sentuhan Pembangunan

Kunjungan kerja Komisi C DPRD Bontang dalam inspeksi mendadak, Selasa (3/2/2026). (Fahrul/Pranala.co)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Deru pembangunan terus mengubah wajah Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi semakin modern. Jalan-jalan mulus, kawasan baru tumbuh, dan fasilitas publik terus diperbarui. Namun, di sudut lain kota, waktu seolah berjalan lebih lambat. Kampung Timur, RT 01 Kelurahan Kanaan, masih bergelut dengan jalan tanah yang berlumpur saat hujan dan berdebu ketika kemarau.

Kondisi itu bukan cerita baru. Sudah puluhan tahun warga Kampung Timur menjalani keseharian di atas jalan tanah liat yang berlubang dan licin. Hingga awal 2026, akses utama permukiman tersebut belum juga tersentuh semenisasi permanen oleh Pemerintah Kota Bontang.

PILIHAN REDAKSI

Uang Rakyat Hampir Rp1 Miliar Overbayar di Proyek Bontang, BPK Minta Segera Dikembalikan

Uang Rakyat Hampir Rp1 Miliar Overbayar di Proyek Bontang, BPK Minta Segera Dikembalikan

4 Juli 2026 | 20:52
35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

3 Juli 2026 | 19:04

Ketua RT 01 Kampung Timur, Rismanto Patattan, menyebut wilayahnya sebagai salah satu kawasan dengan kondisi infrastruktur paling tertinggal di Kota Taman. Baginya, persoalan jalan bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan dan kesehatan warga.

“Kalau hujan pasti becek, kalau panas debunya masuk ke rumah. Hampir setiap waktu ada warga yang jatuh karena jalan licin. Foto-fotonya sering masuk ke grup RT,” ujar Rismanto saat menerima kunjungan Komisi C DPRD Bontang dalam inspeksi mendadak, Selasa (3/2/2026).

Persoalan Kampung Timur tidak berhenti pada kondisi jalan. Kawasan ini juga belum dilengkapi sistem drainase. Saat hujan turun, air menggenangi badan jalan dan bercampur dengan aliran dari perbukitan di atas permukiman. Akibatnya, jalan cepat rusak dan terus terkikis.

Selama ini, warga hanya bisa mengandalkan gotong royong. Jalan ditimbun secara swadaya dengan material seadanya. Namun upaya itu bersifat sementara dan kerap terkendala keterbatasan bahan.

“Warga sudah sering mengeluh. Mereka titip pesan agar keluhan ini bisa benar-benar sampai ke pemerintah,” katanya.

Jalan utama Kampung Timur memiliki panjang sekitar 800 meter dengan lebar 10 meter. Perbaikan terakhir dilakukan pada 2024 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 oleh Kodim 0908/Bontang. Meski membantu, perbaikan tersebut dinilai belum menjawab kebutuhan mendasar warga.

“Kalau memang belum bisa disemen seluruhnya, minimal drainasenya dulu dibuat. Supaya air tidak masuk ke jalan dan tanahnya tidak terus tergerus,” tegas Rismanto.

Kondisi ini turut menjadi perhatian Komisi C DPRD Bontang. Ketua Komisi C, Alfin Rausan Fikry, menilai ketertinggalan infrastruktur di Kampung Timur bertolak belakang dengan semangat pemerataan pembangunan kota.

“Kita ini sudah 2026. Tapi begitu masuk Kampung Timur, rasanya seperti kembali ke tahun 70 atau 80-an. Jalannya masih tanah, sementara di tempat lain sudah berulang kali diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Alfin, Kampung Timur telah berdiri lebih dari tiga dekade. Dengan usia permukiman tersebut, alasan keterbatasan anggaran seharusnya tidak menjadi pembenaran untuk terus menunda pembangunan infrastruktur dasar.

“Kalau belum bisa maksimal, setidaknya akses jalan dan drainasenya dibenahi dulu. Keluhan ini bukan baru sekali disampaikan,” katanya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario. Ia menyebut Kampung Timur dihuni sekitar 67 kepala keluarga, jumlah yang dinilai layak menjadi prioritas pembangunan.

“Minimal badan jalannya bisa dirampungkan bertahap. Tahun ini sebagian, lalu dilanjutkan tahun 2027. Yang penting sudah mulai disentuh,” ujarnya.

Sem Nalpa menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah Bontang Barat masih belum merata. Padahal, pemerataan pembangunan menjadi kunci meningkatkan kualitas hidup warga dan mencegah kesenjangan antarwilayah.

“Harapannya, di APBD Perubahan 2026 nanti pembangunan jalan Kampung Timur bisa masuk. Warga Bontang Barat juga berhak merasakan pembangunan yang adil seperti wilayah lainnya,” harap Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: DPRD Bontang
Previous Post

Bontang Kuala Disiapkan jadi Titik Awal Kebangkitan Pariwisata Kota Bontang

Next Post

Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved