• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tutup Paksa Tambang Batu Bara Ilegal, Warga Loa Kulu Nyaris Kena Tikam Preman

Suriadi Said by Suriadi Said
1 April 2023 | 06:52
Reading Time: 3 mins read
0
Tutup Paksa Tambang Batu Bara Ilegal, Warga Loa Kulu Nyaris Kena Tikam Preman

Tangkapan layar video aksi warga Desa Rempanga Pal 8 Kecamatan Loa Kulu, Kukar menutup paksa tambang batu bara diduga ilegal.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WARGA Desa Rempanga Pal 8 Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan aksi penutupan tambang batu bara yang diduga ilegal, Sabtu (1/4/2023) dini hari tadi.

Penutupan jalan itu dilakukan warga lantaran telah beberapa kali mencoba untuk menghentikan aktivitas tambang batu bara yang diduga ilegal itu, namun tak digubris oleh pemilik tambang.

Upaya penutupan ini didasarkan atas aktivitas tambang batubara yang diduga ilegal tersebut meresahkan dan membuat warga geram. Sebelumnya, warga juga telah beberapa kali melakukan aksi penutupan paksa serupa.

PILIHAN REDAKSI

Hasanuddin Mas'ud Resmi Pimpin FORDAS Kaltim: Jadi Mata-Telinga Pantau Tambang

Hasanuddin Mas’ud Resmi Pimpin FORDAS Kaltim: Jadi Mata-Telinga Pantau Tambang

2 Juli 2026 | 15:18
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06

Namun, upaya aksi penutupan paksa kali ini bukannya mendapatkan perlindungan oleh aparat kepolisian. Aksi warga tersebut justru berusaha dibubarkan para preman.

Bahkan salah satu warga desa nyaris mengalami penikaman dari seseorang yang menghalangi upaya penutupan tambang itu.

Aksi penutupan akses jalan keluar masuk tambang ilegal itu pun sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial WhatsApp dengan durasi satu menit 31 detik.

Dalam rekaman video itu, nampak warga menutup akses jalan pertambangan menggunakan mobil jenis Toyota Avanza berwarna putih bernopol KT 1077 CZ.

Tak lama setelah itu, muncul seorang pria berbaju hitam yang tak diketahui namanya datang sembari mempertanyakan terkait penutupan jalan itu dengan nada emosi.

Selain itu, nampak juga seorang warga berbaju putih hampir terkena tikaman senjata tajam (sajam) dari seseorang yang diduga merupakan preman.

Setelah itu, muncul kembali video pernyataan dari warga yang melakukan penutupan jalan itu. Dalam video berdurasi 54 detik itu, warga yang tidak diketahui identitasnya itu menjelaskan terkait dengan aktivitas penutupan jalan aksea pertambangan diduga ilegal itu.

“Kami untuk ke sekian kalinya menghentikan aktivitas tambang di desa kami. Namun malam ini aksi dari buntut kegeraman kami gagal. Karena aksi kami dalam menyetop aktivitas tambang ilegal ini dihentikan oleh preman. Bahkan membawa senjata tajam,” ucap pria berbaju putih dengan menggunakan songkok merah itu.

Ia mengaku, salah satu dari warga yang ikut mencoba menghentikan aktivitas tambang itu sempat hampir terkena tikaman sajam. “Bahkan salah seorang di antara kami hampir ada yang ditikam. Ada bukti video yang merekam aksi tersebut,” ungkapnya.

KIKA Tanggapi Aksi Premanisme Tambang Ilegal

Aksi pemanismen tersebut membuat sejumlah pihak menanggapi. Seperti Kaukus indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Kaltim yang turut menyayangkan adanya aksi kekerasan tanpa perlindungan aparat keamanan.

“Kejadian ini membuktikan jika aparat kepolisian dan pemerintah telah gagal memberikan rasa aman bagi warganya sendiri,” ujar Herdiansyah Hamzah, mewakili KIKA Kaltim, melalui keterangan tertulis, 1 April 2023.

Tutup Paksa Tambang Batu Bara Ilegal, Warga Loa Kulu Nyaris Kena Tikam Preman
Tangkapan layar video aksi warga Desa Rempanga Pal 8 Kecamatan Loa Kulu, Kukar menutup paksa tambang batu bara diduga ilegal.

Herdiansyah Hamzah menerangkan, KIKA Kaltim menilai pemerintah melalui aparat keamanan, telah gagal dalam 2 hal sekaligus. Pertama, gagal menertibkan kejahatan tambang ilegal yang kian terbuka dan semakin meluas.

Menjamurkan kejahatan ini karena ketiadaan efek jera (deterrent effect) bagi para pelaku akibat sikap membisu aparat kepolisian dan pemerintah. Kedua, gagal memberikan rasa aman bagi warga yang melancarkan perlawanan terhadap kejahatan tambang ilegal tersebut.

“Pemerintah, terlebih aparat kepolisian seharusnya pasang badan bagi warga. Bukan justru diam melihat warganya berjuang sendiri dan berhadap-hadapaban dengan para preman tambang ilegal,” ujar Herdiansyah Hamzah.

KIKA Kaltim secara tegas melayangkan pernyataan sikap kepada pemerintah dan aparat keamanan atas adanya insiden yang menggunakan kekerasan tersebut.

  1. Mendukung sepenuhnya warga Desa Rempanga Pal 8 Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk terus berjuang mengusir tambang ilegal dari desanya.
  2. Meminta kepada aparat kepolisian agar tidak buta dan tuli terhadap para pelaku kejahatan tambang ilegal ini. Para pelaku dilapangan, pemilik modal, dan para preman bayarannya harus segera dintak tegas. Para preman yang berusaha membubarkan dan bahkan nyaris menikam warga desa, harus segera ditangkap!
  3. Mendesak pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun Pemerintah Provinsi Kaltim, agar tidak terus membisu melihat warganya berjuang sendiri mempertahankan ruang hidupnya dari kejahatan tambang ilegal.
  4. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu melawan tambang ilegal. Urusan di satu desa, adalah urusan kita bersama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Sebab hanya dengan cara bersatulah, kita bisa melawan kejahatan tambang ilegal ini. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Via: DH Basuki
Tags: HeadlineKutai KartanegaraTambang Batu Bara
Previous Post

Safari Subuh ke Masjid Al Musyafirin, Bupati Edi Bantu Rp200 Juta dan Bingkisan Warga Prasejahtera

Next Post

Gawat Nih! Masih Ada 1.436 Balita di Balikpapan Alami Stunting

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
IPM Kaltim Tembus 79,39, tapi Ada “Alarm Sunyi” Bernama Stunting Gawat Nih! Masih Ada 1.436 Balita di Balikpapan Alami Stunting

Gawat Nih! Masih Ada 1.436 Balita di Balikpapan Alami Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved