• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Vaksin Covid-19 Langka, Warga Bontang Rela Berdesakan demi Dapat Jatah

Suriadi Said by Suriadi Said
2 November 2022 | 11:36
Reading Time: 3 mins read
0
Vaksin Covid-19 Langka, Warga Bontang Rela Berdesakan demi Dapat Jatah
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Pengantre vaksin nampak penuh sesak menunggu giliran mendapatkan jatah vaksin gratis pemerintah, di Gedung MTQ Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Bontang, sekira pukul 08.00 Wita pagi tadi.

Warga Bontang Muhammad Yudi, menyatakan dirinya datang sejak pagi hari lantaran mengikuti jadwal Vaksin Covid-19 diumumkan oleh Promkes Bontang.

Ia datang bersama dengan anak dan istri, untuk mendapatkan jatah vaksin booster. Karena akhir tahun nanti hendak bepergian ke pulau jawa alias pulang kampung.

PILIHAN REDAKSI

Vaksin AstraZeneca Picu Pembekuan Darah? Berikut Penjelasan BPOM dan Kemenkes

Vaksin AstraZeneca Picu Pembekuan Darah? Berikut Penjelasan BPOM dan Kemenkes

7 Mei 2024 | 19:11
Hampir dua Bulan Stok Vaksin Covid-19 di Bontang Masih Kosong

Hampir dua Bulan Stok Vaksin Covid-19 di Bontang Masih Kosong

24 Maret 2023 | 05:02

“Kalau sudah booster enak mau keluar kota mas, karena saya juga orang luar, kadang harus pulang kampung,” kata Yudi kepada pranala.co, Rabu (2/11/2022).

Dia juga menyampaikan, sudah pernah datang ke Lang-Lang pada Senin (31/10/2022) kemarin. Karena stok vaksin kosong, dirinya hanya masuk pendataan antrean yang dilakukan oleh petugas.

Sehingga hari ini, dirinya hanya membawa syarat vaksin yang dibuktikan melalui aplikasi PeduliLindungi dan KTP.

“Sudah sempat datang sama istri, Senin kemarin. Jadi tinggal nunggu giliran ini,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi soal krodid pengantre vaksin, Jubir Satgas Covid-19 Bontang Adi Permana, menyatakan hal tersebut terjadi lantaran jatah vaksin di semua daerah kosong dalam jangka waktu yang panjang.

Dia menegaskan, di 9 kabupaten/ kota lain di Kaltim, mengalami hal serupa.

“Karena distribusi dari Kemenkes terbatas. Ini aja dijatah 115 vial. Sama seperti daerah lain,” kata Adi.

Dia menerangkan, meski terjadi antrean panjang. Diskes Bontang tidak merubah jatah yang diberikan selama dua hari ke depan. Pada hari ini, jatahnya hanya 60 vial. Bisa diberikan kepada sekitar 350-an orang. Sementara, sisanya bakal diberikan Kamis (3/11/2022) esok.

“Besok sisanya, vaksinasi hari ini dibuka sampai jam 12.00,” tegas dia.

Berkaca pada fenomena hari ini, skema bakal diubah. Administrasi bakal ditempatkan di bagian depan gedung. Sehingga massa tidak menumpuk di dalam gedung, kala menunggu giliran vaksin.

“Besok daftarnya di depan. Kalau kayak gini lagi, bisa krodid. Warga ini aja sudah berdesakan, karena gak sabar antre,” tuturnya.

Didominasi Pekerja dan Warga Ingin Keluar Kota

Adi Permana menyatakan hampir 70 persen pengantre hari ini didominasi oleh orang yang ingin melanjutkan kerja sebagai tenaga kontrak di perusahaan. Sementara sisanya, kebanyakan ingin bepergian keluar kota.

Pasalnya aturan tersebut sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan besar seperti PT Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim.

“Kasian juga orang ini yang mau kerja, tersendat aturan vaksin. Tapi memang vaksin lagi susah didapatkan. Bahkan yang mau mandiri juga susah, kosong semua,” terangnya.

Gerai vaksin pun disebut terbatas. Karena rata-rata penyalur vaksin, mengambil semua jenis vaksin dari Kemenkes RI. Sehingga, mulai dari Binda, Polres, Kodim, hingga perusahaan kesulitan buka gerai vaksin gratis.

“Kan semua vaksin muaranya di Kemenkes, disana aja langka. Apalagi kita ini yang di daerah,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari pranala.co. Mari bergabung di Grup Telegram “PRANALA.co”, caranya ketuk link https://t.me/pranaladotco , lalu join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Via: Sulaiman
Tags: Vaksin Covid-19
Previous Post

Penimbun Solar Antre Pakai Kartu Kontrol BBM, Operator SPBU Diduga Terlibat

Next Post

Ke IKN Nusantara Bisa Naik Bus Damri, Berikut Jadwal dan Tarifnya

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Ke IKN Nusantara Bisa Naik Bus Damri, Berikut Jadwal dan Tarifnya

Ke IKN Nusantara Bisa Naik Bus Damri, Berikut Jadwal dan Tarifnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved