• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

10 Fakta Mengerikan Bangkrutnya Sri Lanka hingga Rakyat Duduki Istana Presiden

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Juli 2022 | 20:21
Reading Time: 4 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, pranala.co – Berikut adalah 10 fakta mengerikan krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka, yang dilansir pranala.co dari laman Times of India.

Krisis ekonomi sedang dihadapi Sri Lanka. Ini merupakan krisis ekonomi terburuk yang pernah mereka alami sejak kemerdekaannya pada tahun 1948.

PILIHAN REDAKSI

1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

14 Januari 2026 | 07:36
Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

8 Januari 2026 | 09:26

Berawal dari pandemi Covid-19 menghantam perekonomiannya yang bergantung pada sektor pariwisata. Hingga kini terjadi kenaikan harga minyak serta pemotongan pajak di bawah pemerintahan Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudaranya, Mahinda, yang secara tiba-tiba mengundurkan diri sebagai perdana menteri pekan lalu.

Kekurangan hampir segala sesuatu mulai dari makanan, obat-obatan hingga gas untuk memasak telah mengakibatkan keresahan sosial dan gejolak politik. Berikut adalah 10 fakta mengerikan krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka, yang dilansir pranala.co dari laman Times of India.

1. Ekonomi makro utama turun

Sebelumnya, Sri Lanka merupakan model untuk ekonomi pasar berkembang dan tumbuh pada tingkat rata-rata 6,2 persen antara tahun 2010 hingga 2016, menurut Bank Dunia.

Tiga tahun berikutnya,angka tersebut turun menjadi 3,1 persen. Sekarang, negara ini sedang menghadapi defisit fiskal sebesar 13 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, kekurangan devisa kronis telah menyebabkan inflasi yang merajalela, dengan semua harga melonjak hampir 30 persen. Bahkan harga pangan pun ikut meroket hingga 46,6 persen dari tahun ke tahun.

Bank sentral Sri Lanka dikabarkan akan mengadakan pertemuan untuk membahas suku bunga pada hari Kamis. Kemungkinan mereka akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada tahun ini.

2. Tidak ada bensin dan terjadi pemadaman listrik

Saat ini Sri Lanka tidak memiliki dolar untuk membayar pengiriman bensin. Menteri Tenaga dan Energi, Kanchana Wijesekera meminta masyarakat untuk berhenti mengantri pembelian bensin selama dua hari ke depan.

Di Kolombo, ibu kota Sri Lanka, tidak ada stok bensin sama sekali yang tersedia di sebagian besar SPBU pada hari Rabu. Antrean panjang becak, moda transportasi paling populer di kota tersebut, dan kendaraan lain menunggu pasokan di depan SPBU.

Selain itu, pemadaman listrik juga berlangsung hingga 15 jam sehari akibat kurangnya bahan bakar, yang sebagian besar diimpor.

3. Mata uang jatuh 33 persen terhadap dolar AS

Rupee Sri Lanka terdepresiasi terhadap dolar AS sebesar 33 persen sepanjang tahun ini. Mengingat pergerakan nilai tukar mata uang silang, rupee Sri Lanka terdepresiasi terhadap rupee India sebesar 31,6 persen, euro sebesar 31,5 persen, pound sterling sebesar 31,1 persen dan yen Jepang sebesar 28,7 persen selama periode ini.

Bank Sentral Sri Lanka, dengan segera, menetapkan batas nilai tukar 230 rupee per dolar dibandingkan dengan batas 200-203 yang berlaku sejak Oktober.

4. US$7 miliar pinjaman luar negeri jatuh tempo

Negara yang hampir bangkrut ini telah menangguhkan pembayaran sekitar US$7 miliar pinjaman luar negeri yang jatuh tempo tahun ini dari total US$25 miliar yang dijanjikan akan dilunasi pada tahun 2026.

Sri Lanka diketahui memiliki total utang sebesar US$51 miliar. Menteri keuangan mengatakan Sri Lanka saat ini hanya memiliki US$25 juta dalam cadangan devisa yang dapat digunakan.

5. Defisit anggaran 13 persen

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan dia terpaksa akan menaikkan harga energi dan menyusun rencana anggaran baru. Nantinya akan meningkatkan kenaikan pajak karena pemerintah sedang berupaya mengatasi defisit anggaran 13 persen pada tahun ini.

6. Membutuhkan US$75 juta

Dana itu untuk menjaga perekonomian tetap berjalan. Cadangan devisa mendekati nol dari total US$7,5 miliar pada November 2019. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi, negara membutuhkan setidaknya US$75 juta dalam beberapa hari ke depan untuk menjaga perekonomian tetap berjalan.

Wickremesinghe mengatakan dia berencana untuk meminta bantuan negara lain.

7. Kerugian Sri Lanka Airlines

Ranil Wickremesinghe telah mengusulkan untuk memprivatisasi maskapai nasional SriLankan Airlnes sebagai bagian dari rencananya untuk membantu mengatasi krisis ekonomi dan politik yang melumpuhkan negara yang dililit utang itu.

“Bahkan jika kita memprivatisasi itu, kita harus menanggung kerugiannya,” katanya.

8. Terima pembiayaan US$160 juta dari Bank Dunia

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan negara itu telah mendapatkan $160 juta dalam pembiayaan jembatan dari Bank Dunia, tetapi tidak jelas apakah dana tersebut dapat digunakan untuk pembelian bahan bakar.

“Kami sedang mengkaji apakah dana ini dapat digunakan untuk impor bahan bakar. Statistik sudah kacau. Tetapi kenyataannya kami bahkan tidak memiliki sebesar US$1 juta pun,” kata Wickremesinghe kepada parlemen negara Sri Lanka.

9. India memperpanjang batas kredit sebesar US$200 juta

India memperpanjang batas kreditnya saat ini dengan tambahan US$200 juta untuk mengisi kembali stok bahan bakar Sri Lanka yang menipis dengan cepat.

“India telah memberikan tambahan $200 juta yang akan digunakan untuk 4 pengiriman lagi (pada Mei). Selain itu kami juga sedang berdiskusi dengan India untuk kredit US$500 juta lagi, tapi ini belum final,” kata Menteri Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera.

10. Emas menjadi pilihan terakhir

Penjualan emas di Sri Lanka meningkat sebanyak 20 persen pada tahun ini. Hal tersebut tentu disebabkan karena masyarakat yang sangat tertekan oleh krisis ekonomi hingga menjual perhiasan mereka untuk mengumpulkan dana. Masyarakat Sri Lanka sudah menjual sekitar 7 ton emas pada tahun 2021. (re/das)

Tags: HeadlineKrisis EkonomiSri Lanka
Previous Post

2 Warga Binaan Lapas Bontang Bebas Bersyarat

Next Post

Cara Menambah dan Mengurangi Anggota Keluarga di Kartu Keluarga

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Cara Menambah dan Mengurangi Anggota Keluarga di Kartu Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved