• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

Suriadi Said by Suriadi Said
14 Januari 2026 | 07:36
Reading Time: 2 mins read
0
1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

Warga memegang 1 Dolar AS di tangan kiri sementara tangan lain mengangkat segepok rial Iran bernilai 1,4 juta, sebagai perbandingan anjloknya mata uang Iran.(@visegrad_24)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co – Nilai mata uang Iran, rial, terperosok ke titik terendah sepanjang sejarah. Kejatuhan ini menjadi cermin krisis ekonomi yang kian dalam dan kompleks di negara tersebut.

Tekanan datang dari berbagai arah. Sanksi internasional, terutama dari Amerika Serikat, masih membelenggu. Inflasi melambung tinggi. Ekspor minyak dibatasi. Stabilitas politik pun goyah.

PILIHAN REDAKSI

THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadan THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadhan Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

19 Januari 2026 | 21:34
Ekonomi Negara Ini Ambruk, Rakyatnya Menjerit Tak Punya Uang

Ekonomi Negara Ini Ambruk, Rakyatnya Menjerit Tak Punya Uang

15 Juni 2025 | 00:50

Akibatnya, nilai tukar rial anjlok tajam terhadap mata uang utama dunia. Dolar Amerika Serikat dan euro kini terasa semakin jauh dari jangkauan.

Mengutip laporan The Sunday Guardian, bahkan di sejumlah negara Eropa, mata uang rial tidak lagi diterima atau dapat ditukarkan. Iran pun semakin terisolasi dari sistem keuangan global.

Data terbaru menunjukkan, satu dolar AS kini setara dengan sekitar 1.137.500 rial. Sementara satu euro menembus 1.327.240 rial. Angka ini menandai titik terendah nilai tukar rial sepanjang sejarah Iran.

Kondisi ekonomi yang memburuk itu memicu gelombang protes besar sejak 28 Desember 2025. Awalnya, keluhan muncul soal harga pangan yang melambung dan nilai uang yang terus merosot. Namun, tuntutan itu cepat berkembang menjadi seruan perubahan pemerintahan.

Aksi protes bermula dari pedagang di Grand Bazaar Teheran dan kalangan mahasiswa. Dalam waktu singkat, gelombang demonstrasi menyebar ke seluruh 31 provinsi, termasuk kota-kota kecil.

Bentrokan dengan aparat keamanan tak terelakkan. Ratusan orang dilaporkan tewas. Ribuan lainnya ditangkap. Ketegangan sosial pun kian memuncak.

Situasi politik yang tidak menentu semakin menggerus kepercayaan publik terhadap rial. Warga dan pelaku usaha berbondong-bondong menyelamatkan aset mereka. Dolar, emas, hingga mata uang kripto menjadi pilihan.

Langkah itu justru memperparah tekanan terhadap mata uang nasional.

Menurut laporan Al Jazeera, pelemahan rial berlangsung sangat cepat. Pada Januari 2025, satu dolar AS masih berada di kisaran 700 ribu rial. Pertengahan tahun naik menjadi sekitar 900 ribu rial. Menjelang akhir Desember 2025, nilainya sempat menembus 1,4 juta rial per dolar.

Dampaknya terasa langsung di dapur rakyat. Harga bahan pangan melonjak rata-rata 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi tahunan Iran kini diperkirakan berada di kisaran 40 persen.

Daya beli masyarakat runtuh. Biaya hidup kian menekan.

Krisis ekonomi ini juga dipicu peristiwa besar lainnya. Pada Juni 2025, Iran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel. Konflik itu merusak infrastruktur di sejumlah kota dan menguras keuangan negara.

Belum pulih dari dampak perang, pada September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali memberlakukan sanksi ekonomi terkait program nuklir Iran. Dewan Keamanan PBB menolak pencabutan sanksi secara permanen.

Sanksi tersebut membatasi perdagangan dan akses Iran ke devisa. Tekanan terhadap rial pun semakin berat.

Di dalam negeri, kebijakan pemerintah ikut menambah beban masyarakat. Desember 2025, Iran menerapkan sistem baru subsidi bahan bakar. Dalam praktiknya, harga bensin naik, meski sebelumnya dikenal sebagai salah satu yang termurah di dunia.

Pemerintah juga berencana meninjau harga bahan bakar setiap tiga bulan. Artinya, peluang kenaikan lanjutan terbuka lebar.

Pada saat bersamaan, bank sentral menghapus nilai tukar khusus bersubsidi untuk impor, kecuali untuk obat-obatan dan gandum. Kebijakan ini diperkirakan mendorong kenaikan harga pangan lebih lanjut.

Keluhan warga pun semakin keras terdengar. Harga produk susu dilaporkan naik hingga enam kali lipat dalam setahun. Sejumlah barang kebutuhan lain bahkan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.

Kondisi inilah yang memantik kemarahan publik. Krisis ekonomi kini bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas pahit yang dirasakan langsung masyarakat Iran, dari pasar tradisional hingga ruang-ruang protes di jalanan. (RE)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami 

Tags: DollarKrisis Ekonomi
Previous Post

Kebutuhan 643 Guru PJLP Belum Terpenuhi, Disdikbud Balikpapan Buka Seleksi Lanjutan

Next Post

BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post
BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved