• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

217 ODGJ Terdata di Bontang, Sebagian Jalani Rehabilitasi di Panti Provinsi

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2026 | 19:02
Reading Time: 2 mins read
0
217 ODGJ Terdata di Bontang, Sebagian Jalani Rehabilitasi di Panti Provinsi Petugas KPPS Disarankan Jaga Kesehatan Jelang Bertugas Malaria Masih jadi Momok di Bontang, Tiga Bulan 81 Kasus Positif

Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Bontang tidak hanya difokuskan pada pengobatan medis. Pemerintah juga berupaya memastikan para penyintas gangguan jiwa dapat kembali diterima di tengah masyarakat tanpa stigma negatif.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 217 ODGJ yang tercatat di Kota Bontang. Seluruhnya disebut telah mendapatkan penanganan medis melalui program kesehatan jiwa yang dijalankan di seluruh puskesmas di kota tersebut.

PILIHAN REDAKSI

Ratusan ODGJ Terjebak Stres Kerja, Kepala Diskes Bontang Sentil Gaya Memimpin Para Bos

Ratusan ODGJ Terjebak Stres Kerja, Kepala Diskes Bontang Sentil Gaya Memimpin Para Bos

23 Juni 2026 | 14:40
Sering Disalahkan Warga, Dinsos Balikpapan Ungkap Rumitnya Amankan ODGJ

Sering Disalahkan Warga, Dinsos Balikpapan Ungkap Rumitnya Amankan ODGJ

7 Juni 2026 | 18:53

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati, M.Kes, menjelaskan bahwa penanganan ODGJ di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Jiwa yang mencakup empat tahapan utama, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“Tiga tahapan pertama, yaitu promotif, preventif, dan kuratif merupakan ranah Dinas Kesehatan. Alhamdulillah, berdasarkan data, penanganan medis sudah 100 persen dilakukan melalui program kesehatan jiwa di seluruh puskesmas,” ujarnya.

Toetoek menjelaskan, tidak semua ODGJ harus menjalani rehabilitasi di panti sosial. Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien.

Dalam kondisi tertentu, pasien memang perlu menjalani rehabilitasi di panti sosial milik pemerintah provinsi. Namun, pemerintah kabupaten atau kota tidak diperbolehkan mendirikan panti sosial sendiri, sehingga Bontang harus merujuk pasien ke fasilitas yang tersedia di tingkat provinsi.

Di sisi lain, keterbatasan kapasitas panti sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua pasien dapat langsung dirujuk karena kuota yang terbatas.

“Karena kuotanya terbatas, kami melakukan pendekatan berbasis komunitas. Artinya kami menjemput bola dengan melakukan kunjungan rumah,” jelasnya.

Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif untuk memantau kondisi pasien sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Dari total 217 ODGJ yang terdata di Kota Bontang, terdapat sembilan orang yang masuk dalam kategori terlantar secara fisik.

Rinciannya, lima orang telah ditangani oleh lembaga di Samarinda, dua orang berada di panti sosial milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, sementara dua orang lainnya masih berada di rumah sambil menunggu ketersediaan tempat di panti rehabilitasi di Samarinda.

Meski belum menjalani rehabilitasi di panti, kedua ODGJ tersebut tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui kunjungan rutin petugas sosial.

“Mereka tetap kami kunjungi secara berkala melalui layanan berbasis komunitas,” kata Toetoek.

Selain memastikan pengobatan berjalan dengan baik, Dinas Sosial Bontang juga aktif mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada ODGJ.

Menurut Toetoek, dengan pengobatan yang teratur, banyak ODGJ yang dapat menjalani kehidupan secara stabil dan beraktivitas secara normal.

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menerima mereka kembali serta memberikan ruang untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial sesuai kemampuan masing-masing.

“Jika pengobatan diminum secara teratur, biasanya kondisi mereka stabil dan tidak histeris. Tugas kami selanjutnya adalah memastikan lingkungan masyarakat bisa menerima mereka tanpa stigma,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Dinas Sosial KaltimODGJ
Previous Post

Inflasi Bontang Turun di Januari 2026, Naik Kembali Februari

Next Post

ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved