Pranala.co, BONTANG — Sampah laut masih menjadi persoalan serius di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang. Setiap kali air pasang, sampah terbawa arus laut. Saat air surut, sampah tertinggal. Menumpuk. Mengendap di bawah rumah warga.
Kondisi itu paling terasa di RT 11, 12, dan 13. Deretan rumah panggung yang menghadap laut kerap dikepung sampah. Bau tak sedap muncul. Lingkungan pun terganggu.
Situasi ini mendorong kelurahan menyiapkan langkah konkret. Tahun depan, jaring pengaman sampah direncanakan akan dipasang di sepanjang pesisir wilayah tersebut.
Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, mengatakan karakter wilayah pesisir membuat sampah sulit dikendalikan tanpa penghalang fisik. Arus laut menjadi pembawanya.
“Kalau tidak dipasang jaring, sampah di pesisir ini akan terus ada. Saat air pasang, sampah datang. Ketika surut, sampahnya tertinggal,” ujar Ardiansyah, Senin (22/12/2025).
Rencana pemasangan jaring ini tidak setengah-setengah. Jaring akan dibentangkan di bawah kolong rumah warga yang menghadap laut. Jalurnya cukup panjang, dari kawasan dermaga hingga pos TNI AL. Totalnya lebih dari dua kilometer.
Usulan anggaran sudah diajukan ke Pemerintah Kota Bontang melalui APBD 2026. Nilainya sekitar Rp200 juta.
“Sudah kami usulkan ke wali kota. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun depan,” ungkapnya.
Ardiansyah berharap jaring pengaman mampu menahan sampah agar tidak menyebar ke bawah rumah warga. Dengan begitu, proses pembersihan menjadi lebih mudah dan terkontrol.
Namun ia menegaskan, jaring bukan solusi utama. Apalagi jangka panjang.
“Ini hanya solusi sementara untuk mengurangi dampak sampah. Yang paling penting tetap perubahan perilaku masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, upaya fisik akan dibarengi edukasi berkelanjutan. Sosialisasi kepada warga terus dilakukan. Terutama agar tidak membuang sampah ke laut.
Menurut Ardiansyah, kesadaran warga adalah kunci. Tanpa itu, jaring pengaman pun tak akan cukup.
Di tingkat warga, pengelolaan sampah sebenarnya sudah berjalan. Kelurahan bersama masyarakat telah menyediakan bak sampah di tiga RT pesisir tersebut. Sampah rumah tangga diangkut setiap hari oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Kita sudah siapkan bak sampah. KSM juga rutin mengangkut. Tinggal bagaimana kita sama-sama menjaga agar sampah tidak dibuang ke laut,” katanya.
Melalui kombinasi solusi teknis dan perubahan perilaku, Kelurahan Tanjung Laut Indah berharap wajah pesisirnya bisa berubah. Lebih bersih. Lebih sehat. Dan lebih nyaman untuk ditinggali. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















