• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Awal Ramadan 2026 Kapan? Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Februari

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari

Suriadi Said by Suriadi Said
30 Januari 2026 | 21:17
Reading Time: 2 mins read
0
Awal Ramadan 2026 Kapan? Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Februari

Ilustrasi memantau hilal.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Abu Rokhmad mengatakan sidang ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, DPR, hingga Mahkamah Agung. Perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam juga dijadwalkan hadir.

PILIHAN REDAKSI

Hilal di IKN Kaltim Tak Penuhi Kriteria MABIMS, Pengamatan Terkendala Cuaca dan Waktu

Hilal di IKN Kaltim Tak Penuhi Kriteria MABIMS, Pengamatan Terkendala Cuaca dan Waktu

19 Maret 2026 | 21:32
Resmi! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026

Resmi! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026

19 Maret 2026 | 20:55

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan Mahkamah Agung,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis.

Abu Rokhmad menjelaskan, sidang isbat akan melalui tiga tahapan utama. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Tahap terakhir adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang kemudian diumumkan kepada masyarakat.

“Selanjutnya dilakukan musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan disampaikan kepada publik,” katanya.

Dalam menentukan awal Ramadan, Idulfitri 1 Syawal, maupun Iduladha, Kemenag tetap menggunakan pendekatan terpadu antara metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyah (pengamatan langsung). Pemerintah pun mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi sidang isbat agar terdapat kepastian bersama.

Menurut Abu Rokhmad, langkah ini sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menambahkan bahwa Kemenag akan menurunkan para ahli ke sejumlah lokasi strategis yang dinilai memiliki peluang besar untuk melihat hilal secara jelas.

“Jika memungkinkan, tahun ini masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah diresmikan beberapa waktu lalu akan dijadikan sebagai salah satu lokasi rukyatul hilal,” ujarnya.

Selain itu, Kemenag tengah menyiapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang isbat. Regulasi tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai landasan penetapan awal bulan Hijriah oleh pemerintah.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tercantum dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadhan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Namun, analisis menunjukkan bahwa pada saat matahari terbenam, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1—yakni tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC—belum terpenuhi di belahan bumi mana pun.

Dengan berbagai metode dan pertimbangan ilmiah yang digunakan, hasil sidang isbat nantinya akan menjadi rujukan resmi pemerintah dalam menentukan awal ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia. (RE)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Bulan RamadanPuasa RamadanSidang Isbat
Previous Post

Beli Sabu lewat Instagram, Pria di Pangkep Kedapatan Simpan Sabu 1,8 Gram

Next Post

Festival Lom Plai Kutim Kembali Bersinar di Panggung Nasional

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Festival Lom Plai Kutim Kembali Bersinar di Panggung Nasional

Festival Lom Plai Kutim Kembali Bersinar di Panggung Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved