• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota Baru yang Terancam Punah

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Maret 2021 | 22:40
Reading Time: 2 mins read
1
Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota Baru yang Terancam Punah

Pekerja menaikkan motor keatas perahu cepatnya di Pelabuhan Penyebrangan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (30/8/2019). [ANTARA FOTO]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur telah diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu lokasi Ibu kota baru. Kabupaten ini sendiri punya bahasa asli suku Paser. Namun kabarnya, bahasa ini terancam punah.

Kabar terkait ancaman kepunahan bahasa Paser ini disampaikan Paidah Riansyah, sejarawan suku Paser, yang juga Ketua Laskar Pertahanan Adat Suku Paser. Dia menyebut bahasa Paser ini hampir punah, seperti halnya bahasa dayak Benoa.

PILIHAN REDAKSI

Dua Bocah Tewas Terjebak saat Rumah Panggung di Penajam Terbakar

Dua Bocah Tewas Terjebak saat Rumah Panggung di Penajam Terbakar

9 Juli 2026 | 14:39
Beraksi di 26 Lokasi, Meteran Air PDAM Dicuri dan Dibakar, Polisi Tangkap Dua Warga Penajam

Beraksi di 26 Lokasi, Meteran Air PDAM Dicuri dan Dibakar, Polisi Tangkap Dua Warga Penajam

7 Mei 2026 | 10:24

“Menurut penelitian kemarin, bahasa Paser dan bahasa Dayak Benoa yang hampir punah. Karena jarang kan digunakan anak-anak,” kata Paidah.

Dia mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Paser ini memang jarang sekali digunakan di Penajam Paser Utara yang masih tergolong kawasan kota. Namun, penggunaannya di daerah pedalaman masih kerap digunakan.

“Kalau di daerah yang ramai ini (kawasan kota) jarang. Kalau daerah pedalaman masih digunakan,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, umumnya anak-anak Suku Paser memang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Biasanya, mereka baru bisa berbahasa Paser ketika beranjak dewasa karena baru mempelajarinya.

Paidah
Paidah Riansyah. (Foto: Ist)

Paidah juga memberikan contoh ujaran bahasa Paser kepada kami seperti ‘isik kabar?’ yang artinya ‘apa kabar?’ dan ‘guen’ yang artinya ‘baik’. Karena terancam punah, Paidah mengatakan bahwa bahasa Paser Pemkab PPU sudah menyetujui bahasa Paser untuk masuk mulok kurikulum sekolah.

Kah’ di Ujung Kalimat

Bahasa Paser terancam punah. Rumpun-rumpun bahasa dari beragam suku di PPU bercampur aduk jadi satu. Namun, ada satu ujaran dari salah satu rumpun bahasa yang telah menyerap dalam percakapan tiap orang di PPU.

Bahasa itu adalah bahasa Banjar, untuk ujaran ‘kah’. Dalam buku berjudul ‘Kesantunan berbahasa pada masyarakat Banjar’ karya Rissari Yayuk, dijelaskan bahwa kata ‘kah’ seperti kata penegasan kalimat tanya. Kah adalah kata komplementer.

Hampir tiap orang yang kami temui di PPU selalu menambahkan kata ‘kah’ dalam setiap percakapannya. Tak peduli apa pun logat bahasa mereka.

Eksistensi Bahasa Paser

Jika ingin mengukur apakah sebuah bahasa itu dianggap punah atau tidak, UNESCO menetapkan sembilan indikator. Yakni, transmisi bahasa antargenerasi, jumlah penutur absolut, proporsi penutur dengan jumlah penduduk keseluruhan, kecenderungan dalam ranah penggunaan bahasa.

Selain itu, daya tanggap terhadap ranah baru dan media, materi untuk pendidikan bahasa dan keberaksaraan, kebijakan bahasa oleh pemerintah dan institusi–termasuk status resmi dan penggunaanya, sikap masyarakat penutur terhadap bahasa mereka dan jumlah dan kualitas dokumentasi bahasa.

WhatsApp Image 2019 07 09 at 19.03.49
Buku Bahasa Paser yang dipakai untuk muatan lokal di sekolah PPU.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) punya ukuran tersendiri untuk mengukur eksistensi sebuah bahasa daerah. Yakni dengan menggunakan parameter yang disebut dengan dialektometri. Status eksistensi bahasa Paser sendiri bisa dilihat di data pokok kebahasaan dan kesastraan yang ada di laman resmi Kemendikbud.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Pasir (Paser) merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81-100 persen jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, misalnya dengan bahasa Basap, bahasa Benuaq, bahasa Bulungan, bahasa Punan Merah, bahasa Dusun, dan bahasa Long Lamcin.

Dalam data tersebut, bahasa Paser disebut merupakan termasuk salah satu bahasa yang memiliki jumlah penutur yang cukup besar di Kalimantan Timur. Kelestarian bahasa ini masuk kategori aman, meskipun statusnya masih belum terkonservasi.

Namun, tentu saja, di tengah meresapnya berbagai rumpun bahasa dalam percakapan orang-orang PPU, bahasa Paser mestinya tetap harus hidup. Seperti halnya bahasa Betawi yang tetap hidup di Jakarta, Ibu kota kita saat ini. Jadi, bagaimanakah nasib bahasa Paser ketika Ibu kota dipindahkan ke PPU?

 

[5dk]

Tags: Bahasa PaserIbu kota negaraKalimantan TimurPenajam Paser Utara
Previous Post

KEREN! Balikpapan Masuk Nominasi Kota Wawasan Lingkungan di ASEAN

Next Post

Sejarah Hari Ini: 28 Maret, Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Sejarah Hari Ini: 28 Maret, Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda

Sejarah Hari Ini: 28 Maret, Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda

Comments 1

  1. Ping-balik: Sidang MK Digelar, Suku Asli Tolak IKN karena Tak Pernah Diajak Komunikasi - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved