• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang Akui Dampak Pembatasan SDA terhadap Industri dan UMKM

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Mei 2026 | 12:05
Reading Time: 2 mins read
0
Bontang Akui Dampak Pembatasan SDA terhadap Industri dan UMKM

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMERINTAH pusat yang mulai membatasi eksploitasi sumber daya alam (SDA) dinilai tengah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan jangka panjang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kebijakan tersebut bukan semata menekan aktivitas industri, tetapi juga mencegah dampak sosial-ekonomi di masa depan.

Menurut Neni, eksploitasi SDA secara besar-besaran memang mampu mendatangkan keuntungan dalam waktu cepat. Namun, pola tersebut dinilai berisiko mempercepat habisnya sumber daya dan membuat ketahanan ekonomi daerah tidak bertahan lama.

PILIHAN REDAKSI

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

12 Juli 2026 | 19:14

“Kalau dieksploitasi secara masif, mungkin hasilnya cepat. Tapi juga cepat habis. Dampaknya nanti pengangguran tidak bisa bertahan lama. Lebih baik satu sektor yang berjalan secara berkelanjutan daripada banyak tetapi habis sekaligus,” ujar Neni, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah pusat diyakini telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan pembatasan eksploitasi SDA. Pertimbangan itu, kata dia, mencakup keseimbangan antara kebutuhan ekonomi nasional dan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah pusat pasti punya hitung-hitungan soal lingkungan dan keberlanjutan,” tambahnya.

Meski demikian, Neni mengakui dampak kebijakan tersebut tetap dirasakan daerah industri seperti Bontang. Kota ini memiliki banyak tenaga kerja yang bergantung langsung maupun tidak langsung pada sektor tambang dan industri berbasis SDA.

Menurut dia, perlambatan aktivitas industri dapat berdampak berantai terhadap sektor lain, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini hidup dari perputaran ekonomi pekerja industri.

“Jika aktivitas industri melambat, efeknya bisa menjalar ke sektor lain seperti perdagangan, jasa, hingga UMKM yang selama ini hidup dari perputaran ekonomi pekerja industri,” katanya.

Karena itu, Neni berharap kebijakan pengelolaan SDA tidak berhenti pada pembatasan eksploitasi semata. Ia mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan sektor baru yang lebih berkelanjutan dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proses transisi menuju ekonomi berkelanjutan tidak memunculkan gejolak sosial baru di tengah masyarakat.

“Yang penting bagaimana kesejahteraan masyarakat tetap terjaga tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya alam,” tutup Neni. [ADS/FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pemkot BontangSumber Daya Alam
Previous Post

Polsek Sangkulirang Temukan 139 Gram Sabu Tersembunyi dalam Inverter di Kutim

Next Post

APBD Bontang Diproyeksi Turun, OPD Diminta Agresif Cari Dana ke Pusat

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
APBD Bontang Diproyeksi Turun, OPD Diminta Agresif Cari Dana ke Pusat DBH Tak Cair Rp104 Miliar, Ini Strategi Pemkot Bontang Jaga APBD Pemkot Bontang Hadir untuk Anak Rentan, Fokus Gizi dan Perlindungan Keluarga ASN Wajib Pakai Name Tag, Wali Kota Bontang: Jangan Segan Tegur Pegawai yang Pelayanannya Buruk Disiapkan Rp17,6 Miliar, Subsidi UKT Mahasiswa Bontang Digelontorkan, Begini Skema Penyalurannya

APBD Bontang Diproyeksi Turun, OPD Diminta Agresif Cari Dana ke Pusat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved