• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim, Wawali Minta Validitas Diuji Ulang

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Februari 2026 | 07:54
Reading Time: 3 mins read
0
PHK Tambang Bontang Berpotensi Tembus 400 Pekerja Lowongan Banyak, Tapi Kenapa Masih Sulit Kerja di Bontang? Laba Minim dan Utang Membengkak, Kinerja Perumda AUJ Bontang Dievaluasi Bontang Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim, Wawali Minta Validitas Diuji Ulang

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Fahrul/Pranala.co)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Status Kota Bontang sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) dipertanyakan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Ia meragukan validitas data tersebut dan menilai perlu adanya peninjauan ulang agar angka ketenagakerjaan yang disajikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Agus Haris menegaskan, pelabelan Bontang sebagai “penyumbang pengangguran terbesar” tidak sejalan dengan karakter kota industri yang memiliki jumlah penduduk relatif kecil, namun ditopang keberadaan sejumlah perusahaan besar.

PILIHAN REDAKSI

Cari Kerja? Job Market Fair Balikpapan Sediakan 2.079 Lowongan

Cari Kerja? Job Market Fair Balikpapan Sediakan 2.079 Lowongan

14 Juli 2026 | 15:11
Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

2 Juni 2026 | 09:37

“Saya jujur belum percaya Kota Bontang menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Penduduk kita sedikit, industri besar ada. Kalau datanya tidak sesuai kondisi riil, ini bisa menyesatkan arah kebijakan,” ujar Agus Haris, Selasa (10/2/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Ia memaparkan, pada awal 2025 jumlah pengangguran di Bontang tercatat sekitar 5.400 orang. Namun, angka tersebut terus ditekan melalui berbagai langkah pemerintah kota, termasuk koordinasi intensif dengan perusahaan dan penyelenggaraan bursa kerja (job fair).

Menurutnya, sepanjang Juli hingga Desember 2025, lebih dari 3 ribu pencari kerja berhasil terserap ke dunia kerja, termasuk di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur. Dengan capaian tersebut, Agus Haris menilai klaim Bontang sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi menjadi tidak relevan.

“Kalau dari 5.400 pengangguran sudah terserap 3.000 orang, secara logika tidak mungkin lagi kita disebut tertinggi. Ini yang perlu diluruskan datanya,” katanya.

Agus Haris menekankan, data ketenagakerjaan bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan. Data yang tidak akurat, lanjutnya, berpotensi membuat program pemerintah salah sasaran, termasuk dalam penyusunan anggaran dan prioritas pembangunan.

“Data pengangguran itu tidak boleh diperlakukan sembarangan. Ini menyangkut arah kebijakan dan masa depan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang setiap tahun menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi. Jika angka pengangguran masih dinilai tinggi, menurut Agus Haris, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya ketidaksinkronan antara jenis pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan nyata dunia industri.

“Kalau pengangguran tetap tinggi, berarti program kita tidak terkoneksi. Industri besar seharusnya mampu mengangkat ekonomi masyarakat kecil, bukan berjalan sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Haris mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak sekadar mengulang narasi lama terkait tingginya pengangguran. Ia meminta OPD aktif melakukan kajian, pemetaan potensi, serta pembaruan data secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, dokumen perencanaan tahunan yang disusun pemerintah daerah memiliki dampak jangka panjang, bahkan hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita sudah 26 tahun menjadi kota industri. Kalau masih terus disebut kota pengangguran, berarti ada yang salah dan harus segera dibenahi,” pungkasnya. (FR)

Pranala.co, BONTANG — Status Kota Bontang sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) dipertanyakan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Ia meragukan validitas data tersebut dan menilai perlu adanya peninjauan ulang agar angka ketenagakerjaan yang disajikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Agus Haris menegaskan, pelabelan Bontang sebagai “penyumbang pengangguran terbesar” tidak sejalan dengan karakter kota industri yang memiliki jumlah penduduk relatif kecil, namun ditopang keberadaan sejumlah perusahaan besar.

“Saya jujur belum percaya Kota Bontang menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Penduduk kita sedikit, industri besar ada. Kalau datanya tidak sesuai kondisi riil, ini bisa menyesatkan arah kebijakan,” ujar Agus Haris, Selasa (10/2/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Ia memaparkan, pada awal 2025 jumlah pengangguran di Bontang tercatat sekitar 5.400 orang. Namun, angka tersebut terus ditekan melalui berbagai langkah pemerintah kota, termasuk koordinasi intensif dengan perusahaan dan penyelenggaraan bursa kerja (job fair).

Menurutnya, sepanjang Juli hingga Desember 2025, lebih dari 3 ribu pencari kerja berhasil terserap ke dunia kerja, termasuk di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur. Dengan capaian tersebut, Agus Haris menilai klaim Bontang sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi menjadi tidak relevan.

“Kalau dari 5.400 pengangguran sudah terserap 3.000 orang, secara logika tidak mungkin lagi kita disebut tertinggi. Ini yang perlu diluruskan datanya,” katanya.

Agus Haris menekankan, data ketenagakerjaan bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan. Data yang tidak akurat, lanjutnya, berpotensi membuat program pemerintah salah sasaran, termasuk dalam penyusunan anggaran dan prioritas pembangunan.

“Data pengangguran itu tidak boleh diperlakukan sembarangan. Ini menyangkut arah kebijakan dan masa depan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang setiap tahun menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi. Jika angka pengangguran masih dinilai tinggi, menurut Agus Haris, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya ketidaksinkronan antara jenis pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan nyata dunia industri.

“Kalau pengangguran tetap tinggi, berarti program kita tidak terkoneksi. Industri besar seharusnya mampu mengangkat ekonomi masyarakat kecil, bukan berjalan sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Haris mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak sekadar mengulang narasi lama terkait tingginya pengangguran. Ia meminta OPD aktif melakukan kajian, pemetaan potensi, serta pembaruan data secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, dokumen perencanaan tahunan yang disusun pemerintah daerah memiliki dampak jangka panjang, bahkan hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita sudah 26 tahun menjadi kota industri. Kalau masih terus disebut kota pengangguran, berarti ada yang salah dan harus segera dibenahi,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Lapangan KerjaPengangguran
Previous Post

Balikpapan Gelar Pasar Murah Lima Hari, Tekan Inflasi Jelang Ramadan

Next Post

WAJIB TAHU! Berikut Rincian Jam Kerja ASN Bontang Berdasarkan Perwali 23 Tahun 2025

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kas Bontang ‘Pas-pasan’, Gaji Pegawai Rp60 Miliar per Bulan WAJIB TAHU! Berikut Rincian Jam Kerja ASN Bontang Berdasarkan Perwali 23 Tahun 2025 Jelang Akhir Tahun, ASN Bontang Diminta Gunakan Anggaran Secara Optimal

WAJIB TAHU! Berikut Rincian Jam Kerja ASN Bontang Berdasarkan Perwali 23 Tahun 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved