• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Buat Warga Kutim, Jangan Asal Beli Hewan Kurban!

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Mei 2026 | 17:08
Reading Time: 2 mins read
0
Buat Warga Kutim, Jangan Asal Beli Hewan Kurban!

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia menujukan stiker sehat yang ditempel petugas pada sapi kurban. Foto; Prokutim

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MASYARAKAT di Kutai Timur (Kutim) diminta lebih teliti saat membeli hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah daerah mengingatkan bahwa tidak semua sapi yang dijual otomatis dipastikan sehat jika belum melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Salah satu tanda hewan telah diperiksa adalah adanya stiker sehat yang ditempel petugas pada sapi kurban. Stiker itu diberikan setelah ternak dinyatakan bebas dari indikasi penyakit dan layak dikonsumsi.

PILIHAN REDAKSI

Gara-Gara Daging Kurban, Buruh di Samarinda Gelap Mata: Bakar Apotek dan Nyaris Tewas Diamuk Warga

Gara-Gara Daging Kurban, Buruh di Samarinda Gelap Mata: Bakar Apotek dan Nyaris Tewas Diamuk Warga

29 Mei 2026 | 13:05
Punya Jambul Mirip Donald Trump, Kerbau Albino Ini Batal Disembelih

Punya Jambul Mirip Donald Trump, Kerbau Albino Ini Batal Disembelih

29 Mei 2026 | 00:12

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia, mengatakan pemeriksaan dilakukan mulai dari penampungan hingga lokasi penjualan. Selain kondisi fisik, petugas juga memeriksa dokumen kesehatan dan riwayat vaksinasi ternak.

“Stiker sehat ini menjadi tanda bahwa sapi sudah diperiksa dan dinyatakan sehat sehingga masyarakat lebih yakin saat membeli hewan kurban,” kata Cut Meutia, Senin (11/5/2026).

Selain stiker, sapi yang masuk ke Kutim juga dilengkapi barcode atau penanda di telinga hewan. Barcode tersebut memuat data asal ternak hingga riwayat vaksinasi PMK yang pernah diberikan.

Menurut Cut Meutia, sistem identifikasi itu penting untuk menelusuri asal hewan apabila ditemukan masalah kesehatan di kemudian hari. Melalui barcode, petugas bisa mengetahui apakah sapi sudah mendapat vaksin lengkap atau belum.

“Dari barcode itu bisa diketahui sapi berasal dari wilayah mana, apakah sudah vaksin satu kali, dua kali, atau vaksin pengulangan,” ujarnya.

Sejumlah dokter hewan dan petugas lapangan di Kutai Timur harus memeriksa ratusan sapi setiap hari untuk memastikan ternak yang dijual benar-benar sehat.

Pemeriksaan bahkan dimulai sejak hewan baru tiba di penampungan. Petugas mengecek kondisi fisik sapi satu per satu, mulai dari suhu tubuh, kondisi mulut, kuku, hingga kemungkinan adanya cacing atau gejala penyakit menular.

drh Cut Meutia, mengatakan pengawasan dilakukan berlapis karena tingginya lalu lintas ternak menjelang Iduladha.

“Tugas kami memastikan hewan yang sampai ke masyarakat benar-benar aman dan sehat,” katanya.

Tidak hanya di lokasi penjualan, pengawasan juga berlanjut hingga proses penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). Sebelum dipotong, sapi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan ante mortem untuk memastikan kondisinya layak.

Setelah penyembelihan, petugas kembali memeriksa organ dan daging melalui pemeriksaan post mortem. Jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya atau cacingan berat, daging tidak diperbolehkan diedarkan.

“Kalau ditemukan kondisi tertentu seperti cacingan berat atau penyakit lain yang membahayakan, maka hewan tidak boleh disembelih untuk konsumsi,” ujar Cut Meutia.

DTPHP Kutim mengimbau masyarakat tidak tergiur harga murah tanpa memastikan kondisi kesehatan ternak. Sebab, hewan yang sakit atau tidak lolos pemeriksaan berisiko membahayakan kesehatan konsumen.

Menjelang Iduladha, pengawasan diperkirakan akan semakin diperketat seiring meningkatnya jumlah ternak yang masuk ke Kutai Timur dari berbagai daerah pemasok. [RE]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Hewan Kurbansapi kurban
Previous Post

1.700 Sapi Kurban bakal Masuk Kutim, Waspadai PMK dan Cacingan

Next Post

Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

Modus Kurir Paket Berujung Perampokan, Satu Keluarga di Samarinda Disekap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved