• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Cuaca Ekstrem di Balikpapan Berujung Korban Jiwa, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Februari 2026 | 07:40
Reading Time: 2 mins read
0
Cuaca Ekstrem di Balikpapan Berujung Korban Jiwa, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Bangunan warga di Balikpapan roboh akibat angin puting beliung, menewaskan satu orang. (Ist)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BALIKPAPAN – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Balikpapan, Minggu (8/2/2026) sore, berubah menjadi petaka. Fenomena cuaca ekstrem berupa puting beliung menerjang permukiman warga, merobohkan bangunan, dan merenggut satu korban jiwa.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekira pukul 17.10 Wita, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir mengguyur Balikpapan sejak pukul 15.00 Wita. Cuaca buruk berlangsung hampir tiga jam dan memicu berbagai dampak serius di sejumlah wilayah kota.

PILIHAN REDAKSI

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

10 Juli 2026 | 16:37
Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

10 Juli 2026 | 14:56

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Balikpapan, Djoko Sumardiono, memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan fenomena puting beliung yang berdampak langsung pada kawasan permukiman. “Puting beliung terjadi di wilayah Kota Balikpapan dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan,” ujar Djoko, Senin (9/2/2026).

Akibat hujan deras yang berlangsung hingga pukul 18.00 Wita, sejumlah pohon tumbang, tiang listrik roboh, dan rumah warga mengalami kerusakan. Wilayah yang terdampak langsung puting beliung berada di Jalan Telaga Mas, Balikpapan Barat, tepatnya di kawasan Kampung Baru. Sementara kejadian pohon tumbang tercatat di wilayah Gunung Pipa.

Korban jiwa dalam peristiwa ini diketahui bernama Anggi, seorang pedagang gulali asal Garut. Saat kejadian, korban tengah berteduh di sekitar lokasi yang terdampak cuaca ekstrem.

Selain menelan korban jiwa, BMKG juga menerima laporan kerusakan rumah warga serta robohnya tiang listrik di kawasan terdampak. Djoko menjelaskan, curah hujan tinggi sejak pukul 15.00 Wita memicu pertumbuhan awan konvektif yang kuat, yang menjadi pemicu utama terjadinya puting beliung di Balikpapan.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pada 8 Februari 2026, BMKG mencatat Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka +12,6, yang tergolong signifikan dalam meningkatkan aktivitas konvektif. Sementara indeks ENSO NINO 3.4 tercatat di angka -0,75, yang turut mendukung pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia.

BMKG juga mencatat Indeks Surge berada di angka +15,1, menandakan adanya aliran massa udara dingin yang signifikan ke wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat belokan angin dan konvergensi yang semakin memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan di Balikpapan dan wilayah sekitarnya.

Anomali suhu permukaan laut yang berkisar antara -0,5 hingga +2,6 derajat Celsius turut memperkuat proses penguapan dan meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Kondisi lokal ini menunjukkan tingkat labilitas atmosfer yang kuat di wilayah Kota Balikpapan.

Dengan kondisi tersebut, BMKG menilai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan puting beliung meningkat signifikan. Pantauan citra radar cuaca juga menunjukkan aktivitas awan hujan intens sejak pukul 16.30 hingga 18.00 Wita pada hari kejadian.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak dua kali pada hari yang sama,” tegas Djoko.

Peringatan dini tersebut, lanjut Djoko, telah disebarluaskan melalui berbagai kanal informasi resmi BMKG, termasuk grup WhatsApp dan platform daring, kepada instansi terkait serta para pemangku kepentingan di Kalimantan Timur.

BMKG mengimbau masyarakat Kota Balikpapan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang, kilat, petir, dan puting beliung. (SR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Bencana AlamBMKG Balikpapan
Previous Post

SMS Spam Pinjol hingga Penipuan Makin Marak, Ini Cara Memblokirnya di Android dan iPhone

Next Post

THM Menjamur di Kutim, Muara Wahau dan Bengalon Terbanyak

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
THM Menjamur di Kutim, Muara Wahau dan Bengalon Terbanyak

THM Menjamur di Kutim, Muara Wahau dan Bengalon Terbanyak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved