• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Diduga Tak Sesuai Usulan, Proyek Jalan Tani di Pangkep Menuai Keluhan Warga

Suriadi Said by Suriadi Said
13 Januari 2026 | 09:11
Reading Time: 2 mins read
0
Diduga Tak Sesuai Usulan, Proyek Jalan Tani di Pangkep Menuai Keluhan Warga

Syamsinar turun langsung ke lokasi. Ia melihat kondisi proyek dari dekat.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, PANGKEP — Harapan warga Japing-Japing untuk memiliki jalan tani yang layak justru berujung kekecewaan. Proyek pembangunan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2024 itu kini dipertanyakan manfaatnya. Warga menilai hasil pekerjaan tidak sesuai dengan usulan awal dan diduga gagal fungsi.

Keluhan tersebut datang dari masyarakat Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Mereka kemudian mengadu ke DPRD Pangkep. Laporan itu diterima Sekretaris Komisi II DPRD Pangkep dari Fraksi PPP, Syamsinar.

PILIHAN REDAKSI

Warga Tumampua Cecar Anggota DPRD Pangkep soal Jalan Rusak hingga PKH Hilang

Warga Tumampua Cecar Anggota DPRD Pangkep soal Jalan Rusak hingga PKH Hilang

23 Juni 2026 | 08:41
Warga Ring 1 Semen Tonasa Rentan Bencana, DPRD Pangkep Desak Mitigasi

Warga Ring 1 Semen Tonasa Rentan Bencana, DPRD Pangkep Desak Mitigasi

16 Juni 2026 | 23:09

Tak menunggu lama, Syamsinar turun langsung ke lokasi. Ia melihat kondisi proyek dari dekat. Hasilnya, jauh dari harapan.

“Ini laporan warga. Seharusnya jalan tani. Tapi yang dibangun justru saluran got yang terlalu lebar,” kata Syamsinar di lokasi.

Menurutnya, saluran tersebut memakan ruang yang seharusnya menjadi badan jalan. Got dibangun melebar ke tengah. Akibatnya, akses menuju lahan pertanian menjadi sulit dilalui.

“Kalau hanya separuh saja, badan jalan masih bisa dibuat di tengah. Tapi ini justru menutup ruang jalan,” ujarnya.

Panjang saluran diperkirakan mencapai 100 hingga 150 meter. Namun konstruksinya dinilai tidak efektif. Bahkan, tidak mendukung fungsi jalan tani sebagaimana yang diusulkan warga sejak awal.

Masalah tidak berhenti di situ. Kualitas fisik bangunan juga menjadi sorotan. Meski baru selesai dikerjakan, beberapa bagian sudah terlihat rusak.

“Ada yang retak. Bahkan ada yang mulai hancur. Padahal ini proyek baru. Kualitas pekerjaannya patut dipertanyakan,” tegas Syamsinar.

Ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Warga mengaku tidak mengetahui asal-usul anggaran pembangunan tersebut.

“Tidak ada papan proyek. Warga jadi tidak tahu ini anggaran dari mana. Apakah APBD, pokok pikiran dewan, atau sumber lain,” katanya.

Ketiadaan informasi itu, lanjut Syamsinar, wajar memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Apalagi hasil pekerjaan dinilai tidak jelas peruntukannya.

“Kami juga bingung. Ini sebenarnya proyek saluran air atau jalan tani? Yang diusulkan warga jelas jalan tani,” ungkapnya.

Syamsinar menegaskan, persoalan ini tidak bisa dibebankan kepada masyarakat. Ia menilai akar masalahnya ada pada perencanaan dan pengawasan.

“Jangan sampai masyarakat disalahkan. Ini persoalan perencanaan. Masa proyek dikerjakan tanpa perencanaan matang,” katanya.

Meski saat proyek berjalan ia belum menjadi anggota DPRD, Syamsinar memastikan aspirasi warga tetap akan ditindaklanjuti. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh dari pemerintah daerah.

“Harus dicarikan solusi. Konstruksinya perlu diperbaiki supaya benar-benar bisa difungsikan sebagai jalan tani,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Evaluasi teknis perlu dilakukan. Peruntukan proyek harus diperjelas. Perbaikan juga harus segera dilakukan.

“Kalau tidak, ini hanya akan jadi pemborosan anggaran. Padahal tujuan awalnya untuk membantu petani,” pungkasnya. (IR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: DPRD PangkepPangkep
Previous Post

Bukan Bangunannya, Ini Masalah Utama GOR Sport Center Lok Tuan Bontang

Next Post

Turnamen Ketua DPRD Cup jadi Uji Coba Lapangan Mini Soccer Baru di Bontang

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Turnamen Ketua DPRD Cup jadi Uji Coba Lapangan Mini Soccer Baru di Bontang

Turnamen Ketua DPRD Cup jadi Uji Coba Lapangan Mini Soccer Baru di Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16
Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

15 Juli 2026 | 13:45

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved