• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Hadapi Musim Cuaca Ekstrem, Syahbandar Pangkep Gencarkan Pengawasan dan Edukasi Keselamatan Laut

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Oktober 2025 | 21:29
Reading Time: 2 mins read
0
Hadapi Musim Cuaca Ekstrem, Syahbandar Pangkep Gencarkan Pengawasan dan Edukasi Keselamatan Laut

Kepala Syahbandar Pangkep, Johansyah saat ditemui awak media, Senin (27/10).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, PANGKEP — Musim cuaca ekstrem segera datang. Angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang tinggi diperkirakan melanda wilayah perairan Sulawesi mulai November hingga Maret.

Menghadapi situasi itu, Pos Pengawasan Syahbandar Pangkep bergerak cepat. Pengawasan pelayaran diperketat, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan yang rawan kecelakaan laut.

PILIHAN REDAKSI

Sambut MTQ Korpri Nasional 2026, Alun-Alun Citra Mas Pangkep Dipoles Rp1,59 Miliar

Sambut MTQ Korpri Nasional 2026, Alun-Alun Citra Mas Pangkep Dipoles Rp1,59 Miliar

15 Juni 2026 | 11:23
Ada 12 Proyek Menunggu, DPRD Pangkep Minta Pembangunan Piping Disinkronkan

Ada 12 Proyek Menunggu, DPRD Pangkep Minta Pembangunan Paving Disinkronkan

14 Juni 2026 | 19:40

Kepala Syahbandar Pangkep, Johansyah, mengatakan pihaknya rutin menyampaikan informasi terbaru soal kondisi cuaca kepada masyarakat pesisir. Informasi disebar setiap hari melalui grup WhatsApp, radio lokal, hingga jaringan komunikasi desa.

“Begitu ada pembaruan dari BMKG, kami langsung umumkan kembali. Saat cuaca ekstrem, pengumuman segera kami kirim ke seluruh kepala desa dan kelompok nelayan,” ujar Johansyah, Senin (27/10/2025).

Langkah cepat ini dinilai penting agar nelayan dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara real-time.

Tak hanya memberi peringatan, petugas juga turun langsung ke lapangan. Mereka memberikan imbauan keselamatan pelayaran dan membagikan pelampung (life jacket) kepada nelayan serta pengguna kapal kecil.

“Kami terus mengingatkan bahwa penggunaan pelampung bukan hal tabu. Life jacket itu alat penyelamat jiwa,” tegas Johansyah.

Menurutnya, masih ada nelayan yang menganggap memakai pelampung itu “pamali” atau pertanda sial. Karena itu, pihaknya terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat dengan cara-cara kreatif.

Salah satu terobosan yang menarik adalah pembuatan film pendek bertema ‘Pamali’. Film ini dibuat untuk menepis stigma negatif terhadap penggunaan pelampung.

“Kami ingin menegaskan bahwa pelampung bukan simbol kesialan, tapi bentuk perlindungan diri,” tambahnya.

Film tersebut akan diputar di desa-desa pesisir dan kepulauan, agar pesan keselamatan bisa lebih mudah diterima masyarakat.

Namun, pengawasan laut yang luas bukan perkara mudah. Kabupaten Pangkep memiliki 117 pulau, dan sarana patroli masih sangat terbatas.

“Kapal patroli kami masih kelas empat. Jadi belum mampu menjangkau laut bebas secara optimal,” jelas Johansyah.

Karena itu, fokus utama pengawasan saat ini adalah wilayah laut terbuka seperti Pulau Dewakang dan Kecamatan Liukang Kalmas, yang dikenal rawan gelombang tinggi.

Syahbandar juga mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri saat cuaca buruk. Pada Desember hingga Februari, BMKG memprediksi curah hujan tinggi disertai angin kencang di wilayah perairan Sulawesi.

“Kalau ada peringatan dini, lebih baik hentikan dulu aktivitas melaut. Jangan ambil risiko,” pesan Johansyah. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Irwan
Tags: PangkepSyahbandar Pangkep
Previous Post

Here Are 6 Top Brands And Designers To Look Out For The Next Year

Next Post

Aturan Baru Pertambangan di Kaltim: Tahap Eksplorasi Tak Lagi Wajib KKPR, Proses Perizinan Kini Lebih Cepat

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Aturan Baru Pertambangan di Kaltim: Tahap Eksplorasi Tak Lagi Wajib KKPR, Proses Perizinan Kini Lebih Cepat

Aturan Baru Pertambangan di Kaltim: Tahap Eksplorasi Tak Lagi Wajib KKPR, Proses Perizinan Kini Lebih Cepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16
Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

Sabu 2,34 Gram Gagal Edar, 2 Pria di Bontang Baru Masuk Bui

15 Juli 2026 | 13:45

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved