• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Hilirisasi Industri Batu Bara Kaltim Bergantung Pusat

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Juni 2021 | 05:44
Reading Time: 1 min read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BALIKPAPAN — Kebijakan pemerintah pusat dinilai sangat mempengaruhi program hilirisasi industri sumber daya alam (SDA) di Kalimantan Timur.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Purwadi menyatakan regulasi yang jelas dan mengikat sangat penting terkait hilirisasi SDA di Kaltim.

PILIHAN REDAKSI

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

9 Juli 2026 | 08:22
RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

25 Juni 2026 | 10:03

“Aturan hilirisasi dari pemerintah harus clear dulu. Misalnya bagi yang tidak melakukan [hilirisasi] itu apa sanksinya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (10/6).

Dia melanjutkan, perusahan yang ingin melakukan hilirisasi harus dikategorikan secara jelas sesuai sektor usaha masing-masing.

“Seperti apa yang harus melakukan hilirisasi tersebut, apakah semua sektor atau terbatas pada sektor yang terkait SDA saja yang tadi saya sebutkan di atas,” katanya.

Terkait UU Cipta Kerja, Purwadi mengatakan pasal mengenai pajak 0 persen bagi sektor tambang batu bara dengan syarat mereka lakukan hilirisasi masih belum jelas. “Seperti apa itu belum clear,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Kaltim akan kesulitan mengintervensi wilayah bisnis pertambangan apabila telah mendapat izin dari pemerintah pusat dikarenakan beberapa kewenangan penting terkait sektor pertambangan khususnya pemanfaatan SDA di daerah akan di tarik kembali oleh pemerintah pusat.

“Sedih sekali ketika daerah cuma dapat rusak lingkungan hidup nya dan bencana macam-macam di sana sini. [Seperti] simalakama maju kena mundur kena menurut saya,” terangnya.

Adapun, dia mengharapkan agar kebijakan tersebut tidak hanya dilihat dari perhitungan untung rugi bisnis semata, apalagi sampai menyebabkan bencana alam dan sosial di daerah.

“Semua tergantung di Jakarta,” pungkasnya. (*)

Tags: Batu BaraIndustri HilirKalimantan Timur
Previous Post

Sempat Ditutup 46 Hari, Jembatan Mahkota II Samarinda Akhirnya Dibuka

Next Post

Bansos Tunai untuk Warga Penajam Disetop

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Gaji di Bawah Rp3,5 Juta? Siap-Siap Dapat Subsidi Upah Mulai Juni 26 Ribu Keluarga di Kaltim Sudah Terima BLT Dana Desa

Bansos Tunai untuk Warga Penajam Disetop

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved