• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ijazah Ditahan 9 Tahun, Warga Pesisir Bontang Diminta Bayar Rp4 Juta Tunai

Suriadi Said by Suriadi Said
20 Juni 2025 | 15:07
Reading Time: 2 mins read
1
Ijazah Ditahan 9 Tahun, Warga Pesisir Bontang Diminta Bayar Rp4 Juta Tunai

Ilustrasi by AI.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Namanya tidak ingin disebut. Tapi ceritanya mewakili banyak orang. Ia berasal dari wilayah pesisir Kota Bontang. Ijazah SMA-nya ditahan sejak 2016. Sudah sembilan tahun.

Ia sudah berulang kali kembali ke sekolahnya. Bukan untuk meminta belas kasihan. Tapi untuk meminta agar ijazahnya bisa diambil. Bisa dicicil, katanya. Tapi jawabannya selalu sama: harus lunas. Harus bayar Rp4 juta secara tunai.

PILIHAN REDAKSI

Klinik Ikon Bontang Hadir, Guru PAUD Kini Punya Tempat Konsultasi Gratis

Klinik Ikon Bontang Hadir, Guru PAUD Kini Punya Tempat Konsultasi Gratis

15 Juli 2026 | 21:14
Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40

“Saya sudah coba minta keringanan, tapi mereka tidak mau. Harus cash,” keluhnya kepada Pranala.co, Jumat (20/6/2025).

Ijazah itu satu-satunya pintu. Tanpa itu, ia kesulitan mencari kerja. Sembilan tahun terkatung-katung. Sembilan tahun nasibnya seperti digantung—oleh selembar kertas yang seharusnya sudah jadi haknya sejak lama.

Kasus ini bukan satu-satunya. Di Bontang, praktik penahanan ijazah masih sering terjadi. Terutama di sekolah-sekolah swasta. Terutama pada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.

Pihak sekolah punya alasan: tunggakan. Tapi siswa punya kenyataan: kemiskinan.

“Tidak manusiawi. Sudah tidak sekolah, ijazah pun tidak bisa dibawa,” ucap salah satu warga yang juga mengalami hal serupa.

Disdikbud Bontang Turun Tangan

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, langsung bereaksi. Ia menyebut, tidak boleh ada penahanan ijazah, dengan alasan apapun.

“Ijazah itu hak anak. Masalah utang sekolah bisa diselesaikan dengan cara lain,” katanya tegas.

Saparuddin juga berjanji, Disdikbud Bontang akan segera menelusuri kasus ini. Sekolah yang dimaksud berada di wilayah Tanjung Laut. Ia telah menginstruksikan Kepala Bidang terkait untuk menghubungi langsung pihak sekolah atau yayasan.

Menurut Saparuddin, sekolah seharusnya menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi. Pendidikan bukan semata soal bisnis. Tapi soal tanggung jawab sosial.

“Ini menyangkut masa depan seseorang. Jangan sampai karena tunggakan, hidup mereka terhenti,” pungkasnya.

[MH]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BontangDisdikbud Bontang
Previous Post

Bontang Bersihkan Udara Promosi Tembakau, Ratusan Reklame Rokok Diturunkan

Next Post

BIMA Etam Hadir di Bontang: UMKM Didorong Naik Kelas, Siap jadi Mitra IKN

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
BIMA Etam Hadir di Bontang: UMKM Didorong Naik Kelas, Siap jadi Mitra IKN

BIMA Etam Hadir di Bontang: UMKM Didorong Naik Kelas, Siap jadi Mitra IKN

Comments 1

  1. edo says:
    1 tahun ago

    saya tidak menilai terlalu jauh tentang persoalan ini, karena itu tentang sekolah dan siswanya dan memang tidak dibenarkan dengan alasan apapun jika ijazah ditahan, tapi kita juga harus maklum bahwa guru sekolah dan semua orang yang terkait dengannya butuh biaya untuk hidup yang notabene berasal dari pembayaran siswa
    saya hanya mempertayakan apa sebetulnya yang menjadi barometer seseorang dikatakan miskin? pertanyaan ini sebetulnya punya jawaban gampang karena kriteria miskin sudah ada dijabarkan baik di kementerian sosial maupun pemerintah daerah
    hanya saja dalam prakteknya mungkin kriteria itu harus disempurnakan (menurut saya). karena dalam pengamatan saya (mohon maaf, tentu saja bukan penelitian ilmiah) berapa banyak orang yang mengaku miskin tapi ternyata sangat intens membeli rokok yang notabene harganya mahal. jika uang untuk membali rokok ditabung dan dijadikan modal usaha saya kira bisa jadi itu sangat bermanfaat dan bisa jadi hal itu menjadi jalan untuk keluar dari kondisi kemiskinan
    mungkin ini tidak terjadi bagi semua orang dan saya juga tidak akan men generalisasi terhadap semua orang yang masuk dalam data DTKS tapi paling tidak merokok bisa dijadikan salah satu kriteria dalam pendataan DTKS

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved