• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ikan Toman, Predator asal Kalimantan yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Suriadi Said by Suriadi Said
16 Desember 2021 | 11:37
Reading Time: 3 mins read
1
Ikan Toman, Predator asal Kalimantan yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Ikan toman | @bigjom jom Shutterstock

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Pernah dengar nama ikan toman? Ikan dengan sebutan red snakehead ini berasal dari Kalimantan dan termasuk dalam suku ikan gabus (Channidae). Bila dilihat dari bentuknya, ikan toman memang mirip dengan ikan gabus. Hanya saja bila diperhatikan lebih detail, ukuran ikan toman lebih panjang dan menjadi spesies terbesar dalam suku Channidae.

Penyebaran ikan toman memang terbatas sehingga namanya tak terlalu populer. Di Indonesia, ikan toman bisa ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga menyebar sampai ke Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, hingga India.

PILIHAN REDAKSI

Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

20 Februari 2025 | 02:37
Deretan Film Ini Terinspirasi dan Ber-setting Pulau Kalimantan

Deretan Film Ini Terinspirasi dan Ber-setting Pulau Kalimantan

1 Juli 2024 | 10:09

Selain ukurannya besar, ternyata ikan toman juga tergolong buas dan predator karena ia memangsa ikan-ikan lain dan hewan yang ada di lingkungannya seperti kodok dan serangga.

Meski tergolong liar, ikan ini diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Baru-baru ini, pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana untuk membudidayakan ikan gabus dan toman di lahan bekas pertambangan bijih timah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pada kunjungan ke Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (14/11/2021), Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Alumunium, Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo mendorong Pemprov Babel untuk menjadikan lahan bekas tambang menjadi lahan produktif. Dari beberapa usulan, budidaya perikanan jadi salah satu yang bisa dikerjakan dalam jangka pendek karena masa panennya terbilang singkat.

“Ikan toman ini akan diproduksi menjadi albumin. Saat ini, dunia sedang membutuhkan albumin, kandungan albumin pada ikan toman sangat tinggi. Zat ini juga sangat dibutuhkan manusia. Hal ini pasti dapat membantu masyarakat Babel,” ujar Doni, seperti dikutip Kompas.tv.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan pun sepakat dengan pernyataan Doni terkait kandungan gizi ikan toman dan ia mengatakan bahwa albumin dalam ikan toman memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan protein tersebut diminati masyarakat dunia.

“Protein kedua ikan ini sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat, terkhusus membuat sehat dan pertumbuhan fisik masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung lebih kuat, bisa tinggi, cerdas,” katanya.

Bila ikan gabus pada umumnya berukuran sekitar 40 cm, maka ikan toman bisa tumbuh dengan panjang mencapai satu meter, bahkan lebih. Seperti dilansir Rimbakita.com, ikan toman paling besar yang pernah ditemukan panjangnya mencapai 1,5 meter dan beratnya sampai 20 kilogram.

Ikan toman memiliki bentuk tubuh yang besar, tinggi, dan badannya cenderung pipih serta ekornya membulat. Ciri lain adalah bentuk kepala meruncing, ukuran mulutnya kecil, serta memiliki gigi yang runcing dan tajam. Ikan toman juga punya lima sirip yaitu di punggung, dada, perut, dubur, dan ekor.

Warna toman dewasa cenderung hitam kebiruan dan perutnya putih. Sedangkan anak-anak toman berwarna kemerahan dengan garis hitam dan jingga di sisi-sisi tubuhnya. Seiring bertambahnya usia, warna dan garis-garisnya memudar dan berubah jadi hitam kebiruan saat ikan berukuran lebih besar.

Ikan toman memiliki paru-paru di belakang insangnya dan ini memungkinkan ia hidup di air dengan kadar oksigen rendah. Di perairan dangkal, ia bisa muncul sesekali ke permukaan untuk menghirup udara. Ia juga bisa bergerak sebentar di daratan, tetapi tidak bisa berburu karena sirip kecilnya tak mampu menjadi tumpuan tubuhnya yang besar.

Di alam, ikan predator yang hidup di sungai, parit, danau, atau rawa-rawa ini bisa memangsa ikan-ikan kecil, cacing, katak, anak ikan, udang, ketam, dan serangga darat. Sedangkan di penangkaran, ikan toman kecil bisa diberi makan cacing tanah kecil, cacing darah, udang cincang, sedangkan toman dewasa bisa diberikan ikan, udang, dan kerang sebanyak dua sampai tiga kali seminggu karena ia tak perlu makanan setiap hari.

Meskipun termasuk predator, tetapi ikan toman tidak boleh diberi makana daging mamalia atau unggas, seperti jantung sapi atau ayam.

Ikan toman termasuk jenis ikan air tawar yang banyak digemari. Dari segi rasa sebenarnya cenderung hambar dan sering diolah jadi berbagai masakan kaya bumbu seperti sup, gulai, ikan bakar, bahkan dikeringkan menjadi abon, ikan asin, atau kerupuk.

Mengonsumsi ikan toman memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ikan ini termasuk tinggi vitamin, mulai dari vitamin B Kompleks, A, D, dan E yang baik untuk meningkatkan kinerja otak dan kaliumnya dapat menjaga tekanan darah normal agar terhindar dari risiko komplikasi. Selain itu, toman juga bermanfaat untuk orang dengan kondisi depresi, menurunkan risiko diabetes dan hipertensi, mencegah penyakit jantung, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, hingga menyehatkan pencernaan.

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan toman dapat berguna bagi perawatan kesehatan, seperti mempercepat penyembuhan luka, mempertahankan tekanan osmotik, mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman setelah operasi, dan baik untuk penderita hipoalbuminemia, kondisi saat seseorang memiliki kadar albumin dalam darah di bawah normal.

Ikan toman juga dikenal mengandung albumin, salah satu jenis protein yang penting untuk tubuh manusia. Pada dasarnya protein ini diproduksi oleh hati dan dapat meningkatkan konsentrasi darah, sehingga cairan di luar pembuluh darah akan bergerak masuk ke dalam pembuluh darah. Semakin berat bobot ikan, kandungan albuminnya pun semakin tinggi. [red]

Tags: Ikan KalimantanIkan TomanKalimantan
Previous Post

180 Ribu ASN Pusat bakal Dipindah ke Ibu Kota Negara Baru

Next Post

Balikpapan Dapat DAK Fisik Rp 68 Miliar untuk Infrastruktur

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Balikpapan Dapat DAK Fisik Rp 68 Miliar untuk Infrastruktur

Balikpapan Dapat DAK Fisik Rp 68 Miliar untuk Infrastruktur

Comments 1

  1. Ping-balik: Dukungan Kasad Jenderal Dudung Abdurachman kepada SMSI Mengembangkan Jurnalisme Jujur - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved