• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Kalau Hilang Tak Ada Gantinya, Tupperware Pamit Setelah 33 Tahun di Indonesia

Suriadi Said by Suriadi Said
15 April 2025 | 11:37
Reading Time: 2 mins read
0
Kalau Hilang Tak Ada Gantinya, Tupperware Pamit Setelah 33 Tahun di Indonesia

Tupperware

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Bontang, PRANALA.CO – Setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga Indonesia, Tupperware resmi menghentikan operasional bisnisnya di Tanah Air. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @tupperwareid, Minggu (13/4/2025).

“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025,” tulis akun tersebut.

PILIHAN REDAKSI

Indonesia Panen Delapan Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025

Indonesia Panen Delapan Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025

12 Desember 2025 | 08:02
Asal-Usul Kata “OK”: Dari Lelucon Abad ke-19 jadi Bahasa Global

Asal-Usul Kata “OK”: Dari Lelucon Abad ke-19 jadi Bahasa Global

7 April 2025 | 10:00

Kepergian Tupperware bukan hanya penutupan cabang bisnis biasa. Lebih dari itu, Tupperware menutup lembaran panjang kisahnya bersama jutaan keluarga Indonesia. Sejak hadir pada awal 1990-an, produk plastik kedap udara ini telah menjadi ikon di dapur, tempat bekal sekolah, hingga lemari penyimpanan makanan banyak rumah tangga.

“Jangan dihilangin lagi Tupperwarenya ya, gak ada gantinya lagi loh sekarang,” tulis akun Instagram tersebut seolah mewakili perasaan sentimentil para pengguna setianya.

Keputusan menutup bisnis di Indonesia merupakan bagian dari restrukturisasi global perusahaan. Diketahui, Tupperware global tengah bergulat dengan krisis keuangan serius dan sempat berada di ambang kebangkrutan. Pada September 2023, perusahaan asal Massachusetts, Amerika Serikat, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan dengan total utang lebih dari US$1,2 miliar.

Upaya penyelamatan datang dari kesepakatan dengan kelompok pemberi pinjaman, termasuk Stonehill Capital Management dan Alden Global Capital. Dalam kesepakatan tersebut, Tupperware menjual merek dagang dan aset utamanya seharga US$23,5 juta dalam bentuk tunai dan US$63 juta dalam keringanan utang. Perusahaan kini berubah status menjadi perusahaan swasta dan resmi keluar dari bursa saham.

Tupperware didirikan pada 1946 oleh ahli kimia Earl Tupper. Dengan produk revolusioner wadah kedap udara, Tupperware memberikan solusi penyimpanan makanan di masa pasca-perang dan Depresi Besar.

Merek ini meraih puncak popularitas melalui “pesta Tupperware”—strategi pemasaran berbasis komunitas yang memungkinkan para ibu rumah tangga menjadi wirausaha dengan menjual produk kepada tetangga dan teman.

Namun, kejayaan itu tak bertahan selamanya. Tupperware mulai kehilangan pangsa pasar akibat kemunculan pesaing baru seperti Rubbermaid dan OXO, serta perubahan tren konsumen yang kini lebih memilih wadah berbahan kaca. Pandemi sempat memberikan napas segar karena meningkatnya kegiatan memasak di rumah, namun tak cukup untuk membalikkan arah bisnis perusahaan.

Penutupan yang Meninggalkan Kenangan
Meski Tupperware telah resmi hengkang dari Indonesia, jejaknya akan tetap terasa. Banyak keluarga menyimpan produk ini sebagai warisan atau kenangan akan masa lalu.

Bagi sebagian orang, tutupnya Tupperware bukan hanya tentang hilangnya sebuah merek, tetapi juga bagian dari nostalgia—tentang masa kecil, bekal sekolah, hingga pesta rumah tangga di era 90-an.

Kini, Indonesia mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu merek ikonik dunia yang telah hadir menemani keseharian selama 33 tahun. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: IndonesiaPerusahaan
Previous Post

Jejak Duo Perempuan Bawa Polres Bontang Tangkap Lagi 2 Pengedar Sabu di Tanjung Laut Indah

Next Post

Bontang Target Zero Pengangguran, Bangun Sistem Penyaluran Tenaga Kerja Terpadu

BACA JUGA

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

15 Juli 2026 | 22:56
Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

14 Juli 2026 | 00:19
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Next Post

Bontang Target Zero Pengangguran, Bangun Sistem Penyaluran Tenaga Kerja Terpadu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved