• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

“Kopi Manis” ala SMPN 1 Bontang: Cara Lembut Menuntun Anak ke Masa Depan

Suriadi Said by Suriadi Said
13 Mei 2025 | 20:14
Reading Time: 2 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co – Namanya manis, rasanya juga manis. Tapi bukan untuk diminum. Program ini justru disajikan untuk dipikirkan—oleh siswa, guru, dan orang tua. Namanya: Kopi Manis, singkatan dari Konsultasi Peminatan Masa Depan Siswa. Sebuah program yang lahir dari ruang BK SMPN 1 Bontang.

Setiap awal semester ganjil di kelas 9, siswa-siswa di sekolah ini duduk bersama guru Bimbingan Konseling mereka. Bukan untuk dimarahi. Tapi untuk dituntun. Pelan-pelan, dari data, minat, hingga kenyataan. Termasuk kenyataan pahit: nilai.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Guru BK-nya, Heri Siswoko, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari usaha serius sekolah agar siswa tidak memilih jalur studi atau sekolah lanjutan hanya karena “ikut-ikutan” teman atau euforia sesaat.

“Anak-anak kita ajak bicara dari hati ke hati. Kita libatkan juga orang tuanya. Karena keputusan masa depan tidak bisa diambil sendirian,” ujar Heri, Selasa (13/5/2025).

Langkah awalnya sederhana namun krusial. Para siswa diminta mengisi lembar peminatan. Bukan asal isi. Mereka harus berdiskusi dengan orang tua terlebih dahulu. Harus tahu, apa mimpinya, dan bagaimana mencapainya. Lembar itu juga memuat data nilai rerata 10 mata pelajaran selama empat semester, serta tren nilai PPDB SMA/SMK se-Bontang tiga tahun terakhir.

Kemudian, guru BK turun tangan: memberikan penguatan. Bukan hanya motivasi kosong, tapi data konkret. “Kita berikan informasi lengkap soal SMA/SMK, mulai dari jurusan, syarat masuk, jalur penerimaan, hingga kuotanya,” kata Heri.

Yang menarik, setelah semester 5 berakhir, tahapan bimbingan mulai difokuskan secara personal. Satu hari lima anak. Kadang lebih. Mereka datang membawa ‘lembar peminatan’ yang sudah fix. Guru hanya tinggal membaca data—dan membaca potensi.

“Dari situ kami beri gambaran tiga warna: hijau artinya peluang tinggi, kuning harus siapkan strategi, dan merah berarti perlu alternatif,” jelas Heri. Jelas, logis, tidak menghakimi.

Dan seperti secangkir kopi manis yang dinikmati sore hari, hasil bimbingan ini tidak berhenti di ruang guru BK. Siswa diminta membawa hasil itu pulang, untuk diseduh bersama orang tua mereka. Dibicarakan. Dipikirkan.

Program ini memang sederhana. Tapi dampaknya dalam. Ia tidak hanya memetakan masa depan anak, tapi juga memperkuat komunikasi di dalam keluarga.

Jika semua sekolah punya program seperti ini, mungkin tak banyak anak yang “tersesat” jurusan. Dan tak perlu pula banyak orang tua yang menyesal di kemudian hari karena ikut-ikutan menekan anaknya ambil jalur yang bukan miliknya.

Manis, bukan? Ya. Karena masa depan anak memang layak disiapkan dengan cara yang manis. [ZIZ]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Bontang
Previous Post

Kutai Timur Resmi jadi Lokasi ke-8 RBI, Menteri PPPA: SDM-nya Tinggal Dicolek Saja

Next Post

Waspada! Permen Marshmallow Tak Halal Masih Ditemukan di Rak Swalayan Sangatta Kutim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Waspada! Permen Marshmallow Tak Halal Masih Ditemukan di Rak Swalayan Sangatta Kutim

Comments 1

  1. Ping-balik: KRI Bontang-907 Kejar Kapal Ikan Malaysia hingga Laut Belawan, Lima ABK Myanmar Diamankan - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved