• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kunker ke Samarinda, Mensos Gus Ipul Dorong Perubahan Pola Pikir di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Kaltim

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Oktober 2025 | 13:53
Reading Time: 2 mins read
0
Kunker ke Samarinda, Mensos Gus Ipul Dorong Perubahan Pola Pikir di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Kaltim

Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Kaltim di SMA Negeri 16 Samarinda, Rabu (8/10).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, SAMARINDA — Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf kembali melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kalimantan Timur (Kaltim). Usai berdialog dengan orang tua dan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda sehari sebelumnya, Gus Ipul — sapaan akrabnya — meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Kaltim di SMA Negeri 16 Samarinda, Rabu (8/10).

Mensos ingin memastikan proses pembelajaran di sekolah baru itu berjalan baik. Ia juga memberi semangat langsung kepada para siswa dan tenaga pendidik yang tengah memulai masa adaptasi.

PILIHAN REDAKSI

Sekolah Rakyat Samarinda Dikebut, Target Bisa Digunakan 14 Juli

Sekolah Rakyat Samarinda Dikebut, Target Bisa Digunakan 14 Juli

8 Juli 2026 | 21:47
Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

Ujian CAT PPPK Sekolah Rakyat Dimulai 13 Juli, BKN Siapkan 42 Lokasi

4 Juli 2026 | 00:53

“Masa pengenalan di Sekolah Rakyat tidak cukup dua minggu seperti sekolah umum. Idealnya dua sampai tiga bulan. Waktu yang lebih panjang membuat siswa, guru, dan kepala sekolah lebih akrab dan saling memahami,” ujar Gus Ipul di hadapan guru dan siswa.

Gus Ipul menekankan pentingnya kedisiplinan di tahap awal pendidikan. Ia menyebut, keterlibatan TNI dan Polri dalam pendampingan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting untuk menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

Menurutnya, masa awal adaptasi memang tak selalu mudah. “Ada anak yang kangen rumah atau belum betah. Itu hal yang wajar,” ucapnya.

Namun berdasarkan pengalaman di daerah lain, Gus Ipul yakin, setelah beberapa hari anak-anak akan mulai terbiasa. “Biasanya, mereka malah jadi lebih disiplin, tertib, dan nyaman belajar,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik dengan hati. “Empati, kesabaran, dan kasih sayang adalah kunci utama menciptakan lingkungan belajar yang positif,” tegasnya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Kaltim, Rabiatul Adawiya, menjelaskan bahwa STR 58 memiliki dua jenjang pendidikan, yaitu SD dan SMA, dengan total 49 siswa.

“Untuk SMA, jumlah siswa sudah penuh. Sedangkan SD baru satu rombongan belajar dengan 24 siswa. Target kami dua rombel, masing-masing 25 siswa,” jelas Rabiatul.

Para siswa datang dari berbagai daerah, mulai dari Berau, Kutai Barat, hingga Sangatta. “Sebagian besar bukan dari Samarinda, karena kami sekolah binaan Pemerintah Provinsi Kaltim,” tambahnya.

Dari sisi usia, siswa SD dibagi dua kelompok: kelas kecil (6–9 tahun) dan kelas besar (10–12 tahun). Sementara itu, siswa SMA berusia antara 14 hingga 20 tahun. “Siswa tertua kami berusia 18 tahun,” katanya.

Fasilitas Lengkap dan Pengajar Terlatih

STR 58 memiliki asrama nyaman dengan kamar tidur, toilet, kamar mandi, serta perlengkapan belajar lengkap seperti meja dan kursi.

“Setiap kamar berisi empat siswa. Tapi ada yang hanya tiga agar lebih nyaman,” jelas Rabiatul.

Sekolah ini juga didukung 14 guru yang tinggal di asrama dan sudah melalui seleksi nasional. Dua di antaranya khusus mengajar di SD, sementara yang lain menangani mata pelajaran di dua jenjang sekaligus.

Selain guru, ada enam wali asuh yang mendampingi siswa, terutama anak-anak SD yang baru kembali bersekolah setelah lama putus belajar.

“Kami punya guru yang sabar dan penuh dedikasi. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga menjaga dan membimbing anak-anak,” tutur Rabiatul.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk kembali mendapatkan kesempatan belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Cintia
Tags: Sekolah Rakyat
Previous Post

Jaga Defisit Tetap Aman, Usulan Bayar Gaji PNS Daerah Ditunda

Next Post

Tanpa Bantuan Pemkot, Warga Sidrap Urunan Biaya demi Ubah Status ke Bontang

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Putusan MK Bikin Warga Sidrap Bingung: Bantuan Bontang Berhenti, KTP Kutim Belum Jadi Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tanpa Bantuan Pemkot, Warga Sidrap Urunan Biaya demi Ubah Status ke Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved