• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Mengulik Strategi Bontang Mengelola Produksi Sampah 107 Ton per Hari

Suriadi Said by Suriadi Said
13 Februari 2026 | 22:09
Reading Time: 2 mins read
0
Mengulik Strategi Bontang Mengelola Produksi Sampah 107 Ton per Hari

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didapuk sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Universitas Mulawarman, Kamis (12/2/2026). (Prokopim)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, SAMARINDA – Komitmen Kota Bontang dalam pengelolaan lingkungan hidup mendapat pengakuan di forum akademik. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didapuk sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Universitas Mulawarman, Kamis (12/2/2026).

Di hadapan akademisi dan mahasiswa di Aula Hexagon Fakultas Teknik, Neni memaparkan tantangan pengelolaan sampah di kota industri seperti Bontang. Dengan jumlah penduduk sekitar 194 ribu jiwa, produksi sampah harian kota ini mencapai 107 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen merupakan plastik sekali pakai.

PILIHAN REDAKSI

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54
Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

11 Juli 2026 | 10:12

“Bumi hanya satu. Kita membutuhkan bumi karena bumi tidak membutuhkan kita. Kita boleh lelah, tetapi tidak boleh menyerah untuk mengubah perilaku,” ujar Neni dalam pemaparannya.

Sebagai kota penyangga sektor industri, Bontang menghadapi kompleksitas persoalan lingkungan. Pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan pola konsumsi masyarakat berdampak langsung pada peningkatan volume sampah.

Neni menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan parsial. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Menurut dia, arah kebijakan nasional juga menekankan pengurangan ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA). Target nasional pada 2030 tidak lagi membuka TPA baru.

“Artinya, kuncinya ada pada pemilahan dari rumah. Sampah harus selesai di sumbernya, bukan ditumpuk di TPA,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bontang, kata Neni, menerapkan strategi kolaboratif atau “keroyokan” dalam pengelolaan sampah. Program tersebut melibatkan perangkat daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha.

Sejumlah langkah konkret telah dijalankan, di antaranya gerakan Jumat Bersih serta pembentukan 342 bank sampah di tingkat rukun tetangga (RT). Selain itu, Pemkot Bontang mendeklarasikan program GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) sebagai gerakan bersama pengurangan sampah.

Pendekatan tersebut menitikberatkan pada edukasi, pemilahan, dan penguatan ekonomi sirkular melalui bank sampah.

Upaya pengelolaan sampah di Bontang juga mendapat dukungan internasional. Pemerintah Kota Bontang memperoleh hibah dari Pemerintah Jeju, Korea Selatan, senilai Rp150 miliar untuk modernisasi sistem pengelolaan sampah.

Dana tersebut direncanakan untuk meningkatkan infrastruktur dan teknologi pengolahan sampah agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dalam seminar tersebut, langkah Bontang juga mendapat apresiasi karena telah memiliki fasilitas sanitary landfill berstandar Adipura. Fasilitas ini dinilai mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata dan sesuai kaidah lingkungan.

Forum akademik itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Neni berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat upaya pengurangan sampah sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak bersama, persoalan sebesar apa pun bisa diatasi,” ujarnya. (RIL/SET)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Bank SampahWali Kota Bontang
Previous Post

SMA/SMK Dikelola Provinsi, Wawali Bontang Nilai Pengawasan Kurang Maksimal

Next Post

Pembunuhan Penjaga Toko di Balikpapan, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Pembunuhan Penjaga Toko di Balikpapan, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan Penjaga Toko di Balikpapan, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved