• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

SMA/SMK Dikelola Provinsi, Wawali Bontang Nilai Pengawasan Kurang Maksimal

Suriadi Said by Suriadi Said
13 Februari 2026 | 22:00
Reading Time: 3 mins read
0
SMA/SMK Dikelola Provinsi, Wawali Bontang Nilai Pengawasan Kurang Maksimal

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Hampir satu dekade kewenangan pengelolaan SMA dan SMK sederajat berada di tangan pemerintah provinsi. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menilai kebijakan tersebut sudah saatnya dievaluasi secara menyeluruh dan objektif.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya menyoroti aspek administratif. Dampak terhadap mutu pendidikan, daya saing lulusan, hingga pemerataan bantuan pendidikan juga harus diukur secara terperinci.

PILIHAN REDAKSI

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

14 Juli 2026 | 12:17
Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54

“Sudah sembilan tahun berjalan. Harus ada evaluasi serius. Apakah kebijakan ini benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas akademik dan pemerataan bantuan pendidikan,” ujar Agus Haris, Jumat (13/2/2026).

Sejak kewenangan SMA dan SMK dialihkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah kabupaten/kota tidak lagi memiliki kewenangan langsung untuk mengintervensi kebijakan di jenjang tersebut. Pemerintah kota hanya bertanggung jawab pada pendidikan dasar, yakni SD dan SMP.

Di lapangan, kondisi ini memunculkan persoalan tersendiri. Keluhan orang tua dan siswa SMA kerap disampaikan kepada pemerintah kota karena dinilai lebih dekat dan mudah dijangkau. Namun, aspirasi tersebut tidak dapat langsung ditindaklanjuti.

“Kami sering menerima keluhan orang tua siswa SMA. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Secara aturan, kewenangan kami memang hanya sampai SMP,” katanya.

Agus Haris juga menyoroti luasnya cakupan wilayah pengelolaan pendidikan menengah oleh pemerintah provinsi. Di Kalimantan Timur terdapat 10 kabupaten/kota yang seluruh SMA dan SMK-nya berada di bawah kewenangan provinsi.

Menurutnya, pengawasan secara detail terhadap setiap sekolah dan peserta didik di seluruh wilayah tersebut bukan perkara mudah. Pemerintah daerah dinilai lebih memahami kondisi riil sekolah karena kedekatan geografis dan sosial dengan masyarakat.

“Bagaimana mungkin provinsi bisa memantau perkembangan siswa secara detail di setiap daerah? Anak-anak ini ada di kabupaten/kota, dan kami yang paling dekat dengan mereka,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah pusat melakukan kajian komprehensif berbasis data terhadap dampak pengambilalihan kewenangan SMA/SMK oleh provinsi. Kebijakan pendidikan, kata dia, harus diukur dengan indikator yang jelas.

Indikator tersebut antara lain peningkatan kualitas akademik, jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi, serta daya saing lulusan di dunia kerja.

“Harus ada data. Apakah setelah diambil alih provinsi, kualitas akademik meningkat? Apakah lulusan SMA lebih banyak diterima di perguruan tinggi dan lebih berdaya saing? Itu semua harus terukur,” ujarnya.

Agus Haris menegaskan, apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan, kebijakan tersebut dapat dilanjutkan. Pemerintah kota, kata dia, siap memfokuskan penguatan pendidikan dasar mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Namun, jika hasil kajian menunjukkan stagnasi atau penurunan kualitas, ia mengusulkan agar kewenangan SMA/SMK dikembalikan ke kabupaten/kota dengan dukungan anggaran memadai, termasuk alokasi 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan.

Selain persoalan kewenangan, Agus Haris juga menyinggung munculnya kecemburuan sosial terkait bantuan pendidikan. Saat ini, Pemerintah Kota Bontang hanya dapat memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa pendidikan dasar.

Sementara itu, siswa SMA/SMK tidak lagi menerima bantuan seragam dan buku gratis sejak kewenangan berpindah ke provinsi. Kondisi ini, menurutnya, memicu pertanyaan dan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Dulu, sekitar 2019, kami masih bisa membantu siswa SMA. Setelah kewenangan berpindah, itu tidak bisa lagi karena tidak ada dasar aturan dan anggaran. Akibatnya muncul kecemburuan antara siswa SMP dan SMA, juga di kalangan orang tua,” ungkapnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur dapat menyelaraskan program dengan visi pembangunan pendidikan daerah. Menurutnya, apabila pemerintah kota memiliki program bantuan pendidikan, pemerintah provinsi semestinya menyiapkan kebijakan dan anggaran pendukung agar manfaatnya merata.

“Provinsi tahu program dan visi misi daerah. Mestinya bisa disiapkan juga anggaran di tingkat provinsi supaya bantuan pendidikan tidak timpang dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pelajar BontangPelajar SMA
Previous Post

Pohon Tumbang, Akses Jalan Poros Kabba Pangkep Sempat Lumpuh

Next Post

Mengulik Strategi Bontang Mengelola Produksi Sampah 107 Ton per Hari

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Mengulik Strategi Bontang Mengelola Produksi Sampah 107 Ton per Hari

Mengulik Strategi Bontang Mengelola Produksi Sampah 107 Ton per Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved