Pranala.co, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) tak ingin ketinggalan. Sebagai tetangga dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU sadar bahwa pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan. Tapi juga soal orangnya.
Karena itu, Bupati PPU Mudyat Noor menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di Ruang Rapat Rektorat UNPAR, Bandung, Senin (9/6).
Kerja sama ini meliputi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. MoU ditandatangani langsung Bupati Mudyat Noor dan Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono.
“Bandung adalah tempat orang-orang cerdas. Maka kami datang ke sini,” kata Mudyat.
Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari ikhtiar besar PPU menyiapkan SDM unggul di tengah geliat pembangunan IKN.
“Membangun SDM adalah prasyarat mutlak bagi PPU untuk tumbuh seiring dengan IKN. Kami tidak bisa hanya jadi penonton,” tegas Bupati Mudyat Noor.
Tak tanggung-tanggung, UNPAR akan membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di PPU. Sasarannya: anak-anak muda Kalimantan Timur (Kaltim), lulusan SMA, ASN, dan PPPK.
Program unggulan yang disiapkan antara lain: Matrikulasi literasi dan numerasi untuk siswa yang baru lulus; Program Sarjana; Program Magister, mencakup 11 jurusan.
“Perkuliahan akan dilakukan secara hybrid. Kami juga beri diskon 20 persen UKT,” ujar Wakil Rektor UNPAR, Catharina Badra Nawangpalupi.
Tak hanya itu. Pemkab PPU juga siap mendukung dari belakang layar. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang, menyebut pihaknya akan menyediakan beasiswa khusus untuk anak-anak PPU yang ingin kuliah di UNPAR.
Beasiswa ini akan disinergikan dengan program pendidikan gratis dari Pemprov Kaltim. Akses jalan, listrik, dan jaringan ke lokasi kegiatan pendidikan juga mulai disiapkan.
“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan tinggi yang benar-benar hidup di PPU,” kata Nicko.
Saat ini, PPU sudah punya satu perguruan tinggi, yaitu Universitas Gunadarma, dengan 700 mahasiswa. Masuknya UNPAR akan memperkaya pilihan dan meningkatkan kualitas.
Rektor UNPAR menyebut kerja sama ini sebagai kontribusi konkret perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur.
MoU ini berlaku lima tahun. Kedua pihak sepakat memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya secara berkala. Target akhirnya satu: pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan. [RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















