• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Proyek Gasifikasi Batu Bara di Kutai Timur Ditargetkan Beroperasi di 2024

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Maret 2021 | 15:18
Reading Time: 2 mins read
0
Proyek Gasifikasi Batu Bara di Kutai Timur Ditargetkan Beroperasi di 2024

Ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Pemerintah terus mendorong hilirisasi komoditas batu bara, salah satunya melalui proyek gasifikasi, yakni mengolah batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) untuk menggantikan liquefied petroleum gas (LPG).

Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan dua proyek gasifikasi batu bara ditargetkan beroperasi pada 2024 mendatang.

PILIHAN REDAKSI

Pelat Jembatan Rusak, Projasam 1 Bengalon Kutim Ditutup Dua Hari

Pelat Jembatan Rusak, Projasam 1 Bengalon Kutim Ditutup Dua Hari

14 Juli 2026 | 16:16
Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

Batu Bara Sitaan di Kaltim Resmi Dilelang, Nilainya Tembus Rp20,9 Miliar

9 Juli 2026 | 08:22

Dua proyek gasifikasi batu bara tersebut yakni proyek coal to methanol oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang berada di Bengalon, Kalimantan Timur dan proyek coal to DME oleh konsorsium PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Proyek coal to methanol KPC ditargetkan mulai konstruksi pada Mei 2021. “Dua proyek jalan PT Kaltim Prima Coal dan PTBA dengan Pertamina, ini contoh-contoh mudah-mudahan tahun 2024 kita harapkan selesai,” ungkapnya dalam acara diskusi ‘Bimasena Energy Dialogue 4’, Jumat (19/3/2021).

Ridwan meminta agar proyek yang sudah berjalan ini jangan sampai meleset dari jadwal operasi yang telah direncanakan, yakni di 2024. Kalaupun ada keterlambatan, imbuhnya, tidak boleh terlalu jauh dari target awal tersebut.

“Bagian dari pengalaman, jangan sampai target 2024 tidak tercapai atau geser nggak terlalu jauh,” pintanya.

Menurutnya, skenario dari proyek ini sudah dibuat, sehingga harus terus dikawal dan diselesaikan. “Skenario sudah dibuat, mari kawal. Kalau ada kendala, selesaikan,” tegasnya.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin sempat mengatakan proyek gasifikasi bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products diproyeksikan akan mulai beroperasi pada Kuartal II tahun 2024 mendatang.

Proyek gasifikasi batu bara di Tanjung Enim ini masuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Artinya, proyek ini mendapat dukungan secara khusus dari pemerintah.

“PTBA, Pertamina, dan Air Products optimistis proyek pengembangan DME batu bara bisa berjalan sesuai rencana untuk mulai beroperasi di kuartal II-2024,” ungkapnya dalam konferensi pers kinerja PTBA per 31 Desember 2020, Jumat (12/03/2021).

Sementara, proyek hilirisasi batu bara berupa produk methanol akan dikerjakan oleh perusahaan di bawah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT KPC. Proyek coal to methanol ini rencananya akan dikerjakan KPC bersama dengan Ithaca Group dan Air Products.

Proyek ini juga ditargetkan akan beroperasi pada 2024. Adapun kebutuhan batu baranya diperkirakan sekitar 6,5 juta ton per tahun dengan kadar GAR 3.600 kcal/ kg.

Utamakan Tenaga Lokal

Terpisah, Ketua DPRD Kutai Timur Joni, menginginkan agar nantinya sejumlah perusahaan yang membangun pabrik, bisa mematuhi perjanjian dengan Pemkab Kutim sebelumnya, utamanya terkait penggunaan tenaga kerja lokal.

“Kebutuhan tenaga kerja nantinya cukup besar, sehingga putra-putri lokal Kaltim khususnya Kutai Timur harus menjadi prioritas rekrutmen sebagai tenaga kerja (naker) saat perusahaan itu mulai beroperasi,” ucapnya

Dijelaskannya, Seperti yang tertuang di dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Perusahaan dengan Pemkab Kutai Timur beberapa waktu lalu. Yakni, perusahaan wajib dan harus mematuhi MoU itu, saat mulai beroperasi, mereka wajib merekrut anak-anak Kaltim khususnya dari Kutai Timur.

Selain itu, Nantinya DPRD dan Pemkab akan terus memonitor dan mengawal perekrutan penyerapan tenaga kerja lokal. “Baik saat mulai dibukanya lapangan pekerja untuk pabrik semen dan pabrik methanol, di Kecamatan Bengalon,” imbuhnya.

 

[sap|cn]

Tags: Batu BaraGasifikasi Batu BaraKalimantan TimurKutai Timur
Previous Post

Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Masih Fluktuatif

Next Post

Ribuan Guru Mulai Divaksin, Dewan Apresiasi Satgas

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Ribuan Guru Mulai Divaksin, Dewan Apresiasi Satgas

Ribuan Guru Mulai Divaksin, Dewan Apresiasi Satgas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved