• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

PT EUP Bantah Tuduhan Pencemaran Laut, DLH Sebut Air Laut Masih Aman

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Maret 2025 | 15:50
Reading Time: 2 mins read
0
Soal Ratusan Ikan Mati di Perairan Bontang, PT EUP Bantah Tidak Pernah Tantang Adu Data PT EUP Bantah Tuduhan Pencemaran Laut, DLH Sebut Air Laut Masih Aman

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Bontang, Kamis (27/3/2025). [FOTO EXPRESI]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO, Bontang – PT Energi Unggul Persada (EUP) membantah tuduhan pencemaran laut yang diduga menjadi penyebab matinya ribuan ikan di perairan Bontang dan Santan Ilir.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa area yang disorot dalam video viral bukanlah wilayah tangkapan nelayan, melainkan kawasan industri yang dikelola PT EUP dan PT Indominco.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Humas PT EUP, Jayadi, menyatakan bahwa lokasi tersebut memang diperuntukkan bagi aktivitas industri, bukan sebagai area penangkapan ikan oleh nelayan.

“Jadi, wilayah itu bukan untuk nelayan menangkap ikan, tapi merupakan ruang industri,” kata Jayadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Bontang, Kamis (27/3/2025).

Menanggapi isu pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang telah melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air laut di lokasi yang diduga tercemar.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air masih dalam batas aman dan memenuhi standar baku mutu.

“Ini masih masuk. Kalau kita lihat hasilnya masih sesuai standar,” kata Heru.

Namun, meski hasil uji laboratorium menunjukkan kondisi air masih aman, fakta kematian ribuan ikan tetap menimbulkan kecurigaan dari berbagai pihak.

DPRD Bontang Minta Investigasi Lanjutan

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menilai ada kejanggalan dari hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH. Menurutnya, kematian massal ribuan ikan di perairan sekitar lokasi tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Kejadian ini jelas merugikan nelayan. Tidak mungkin ribuan ikan mati tanpa sebab, dan ini harus diselidiki,” tegas Sahib.

Ia pun mendesak agar dilakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian ikan-ikan tersebut. Pasalnya, fenomena ini dianggap luar biasa dan berdampak buruk bagi ekosistem laut serta mata pencaharian nelayan setempat. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Zuhaji
Tags: Bontang
Previous Post

Polisi Gerebek Guest House di Samarinda, 20 Orang Terjaring Dugaan Prostitusi Online

Next Post

Soal Ratusan Ikan Mati di Perairan Bontang, PT EUP Bantah Tidak Pernah Tantang Adu Data

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Soal Ratusan Ikan Mati di Perairan Bontang, PT EUP Bantah Tidak Pernah Tantang Adu Data PT EUP Bantah Tuduhan Pencemaran Laut, DLH Sebut Air Laut Masih Aman

Soal Ratusan Ikan Mati di Perairan Bontang, PT EUP Bantah Tidak Pernah Tantang Adu Data

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved