Pranala.co, SANGATTA — Akses layanan kesehatan di wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) sebentar lagi akan mendapat suntikan baru. Sebuah kapal megah berukuran 41 meter, lengkap dengan ruang operasi dan dokter spesialis, akan berlayar menuju perairan Kutim. Namanya: Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dermawan.
Program kemanusiaan ini digagas langsung dr. Lie Dermawan, sosok dokter yang telah puluhan tahun mengabdikan diri melayani masyarakat terpencil di Indonesia melalui fasilitas medis terapung.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno, mengatakan, kehadiran kapal dokter terapung ini sangat dinanti, terutama bagi masyarakat pesisir di Manubar, Sangkulirang, dan Sandaran.
“Kami sangat menunggu kedatangannya. Kapal ini akan melayani wilayah-wilayah pesisir yang sulit dijangkau oleh tenaga kesehatan reguler,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Kapal tersebut dilengkapi fasilitas lengkap layaknya rumah sakit darat — mulai dari ruang operasi, laboratorium, hingga peralatan medis modern. Di atas kapal itu juga terdapat tim dokter umum dan dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.
Rencana kedatangan kapal sejatinya dijadwalkan bersandar di wilayah Sandaran pada 7 Oktober lalu. Namun, jadwal itu tertunda lantaran kapal sempat digunakan untuk kegiatan sosial bersama TNI di Tanjung Priok, serta mengalami sedikit kendala teknis selama perjalanan.
“Sekarang kami masih menunggu kabar keberangkatan selanjutnya,” ungkap Sumarno.
Menurut rencana, Rumah Sakit Apung dr. Lie akan beroperasi di Kutai Timur selama tujuh hari penuh. Selama masa itu, kapal akan membuka layanan medis bagi ratusan warga pesisir yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kutim telah menyiapkan dukungan logistik, termasuk pasokan air bersih.
“Kapal ini membutuhkan sekira tiga ton air per hari untuk keperluan operasi dan pelayanan medis. Kami sudah koordinasi dengan PDAM agar air dikirim lewat mobil tangki,” jelasnya.
Sumarno menyebut, program yang digagas dr. Lie ini sejalan dengan visi Bupati Kutai Timur, yang menekankan pemerataan layanan kesehatan hingga pelosok terpencil.
“Pak Bupati sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif ini. Kapal dokter terapung masuk dalam program prioritas kesehatan daerah, terutama untuk menjangkau 50 persen wilayah Kutim yang sulit diakses,” katanya.
Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, masyarakat pesisir Kutai Timur diharapkan tak lagi kesulitan mendapatkan layanan medis yang layak.
Selain membawa harapan, kapal ini juga menjadi simbol semangat kemanusiaan — bahwa jarak dan lautan bukan lagi alasan untuk menyerah dalam memberi pelayanan kesehatan bagi semua. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














