• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sanitasi Buruk Picu Stunting, Bontang Percepat Program Zero BABS

Suriadi Said by Suriadi Said
11 April 2026 | 20:24
Reading Time: 2 mins read
0
Sanitasi Buruk Picu Stunting, Bontang Percepat Program Zero BABS

Kawasan pesisir Bontang menjadi target utama Pemkot dalammenyelesaikan persoalan BABS. [Fahrul/Pranala.co]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KOTA BONTANG sedang berpacu dengan waktu. Bukan soal pembangunan gedung tinggi atau jalan raya, melainkan sesuatu yang lebih mendasar: sanitasi. Pemerintah kota memasang target ambisius—menghapus praktik buang air besar sembarangan (BABS) sepenuhnya pada 2027.

Di balik target itu, tersimpan persoalan yang lebih besar dari sekadar kebersihan. Ini tentang kesehatan, tentang masa depan anak-anak, dan tentang bagaimana sebuah kota merawat warganya.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut capaian pengelolaan air limbah domestik saat ini sudah mencapai 96,86 persen. Angka yang tinggi, namun belum cukup untuk membuat pemerintah berpuas diri.

“Ini menjadi modal kuat, tapi pekerjaan kita belum selesai. Masih ada celah yang harus ditutup bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Selama ini, isu sanitasi kerap dipandang sebatas pembangunan fisik—membangun toilet umum atau menyediakan septic tank. Namun di Bontang, pendekatan itu mulai bergeser.

Pemerintah menyadari, persoalan utama justru terletak pada perilaku. Infrastruktur tanpa kesadaran hanya akan menjadi fasilitas yang tak terpakai.

Karena itu, selain pembangunan toilet umum dan septic tank terapung, pemerintah juga menggenjot edukasi kepada masyarakat. Pesannya sederhana, tetapi krusial: sanitasi layak adalah bagian dari gaya hidup sehat.

Air limbah rumah tangga—dari mandi, mencuci, hingga buangan toilet—jika tidak dikelola dengan benar, bisa mencemari lingkungan. Dalam jangka panjang, dampaknya tak main-main: penyakit mengintai, kualitas air menurun, dan risiko kesehatan meningkat.

Isu sanitasi juga bersinggungan langsung dengan stunting. Lingkungan yang tidak higienis menjadi salah satu faktor pemicu gangguan tumbuh kembang pada anak.

Neni mengingatkan, ini bukan sekadar urusan hari ini, melainkan investasi untuk masa depan.

“Kalau sanitasi buruk, dampaknya langsung ke anak-anak kita. Ini menyangkut kualitas generasi ke depan,” tegasnya.

Pemerintah menyadari, target nol BABS tak mungkin dicapai sendirian. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci—mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lokal.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang diharapkan ikut berkontribusi, terutama dalam penanganan sanitasi di kawasan padat penduduk. Di wilayah-wilayah inilah, persoalan sanitasi sering kali paling kompleks.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang pun terus mengakselerasi program strategis. Mulai dari pembangunan sistem pengolahan air limbah, pemeliharaan infrastruktur sanitasi, hingga kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.

Ambisi Bontang bukan hanya menjadi kota bebas BABS. Lebih dari itu, kota ini ingin menghadirkan lingkungan yang benar-benar layak huni—bersih, sehat, dan berkelanjutan. [fr]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BontangStunting
Previous Post

2 Remaja Bontang Terjerat Sabu, Orangtua Minta Direhabilitasi

Next Post

WFH ASN Samarinda; Absensi 3 Kali Sehari Berbasis GPS hingga Pakai Seragam

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
WFH ASN Samarinda; Absensi 3 Kali Sehari Berbasis GPS hingga Pakai Seragam

WFH ASN Samarinda; Absensi 3 Kali Sehari Berbasis GPS hingga Pakai Seragam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved